Jawa Sentris Alasan Utama Ibu Kota Dipindahkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden

MerahPutih.com - Persiapan memindahkan ibu kota negara ke wilayah Kalimantan Timur terus dikebut.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, pemindahan ibu kota negara adalah bukti keseriusan pemerintah dalam memeratakan pembangunan agar tidak terjadi Jawa sentris.

Menurut Ngabalin, selama ini sebagian besar APBN hanya berputar di Jawa.

Baca Juga:

Jakarta Bakal Tetap Macet Walau Ibu Kota Pindah ke Kaltim

"Jadi gagasan pertama dan utama dari pemindahan IKN ini adalah agar Indonesia tidak menjadi Jawa sentris," kata Ali Ngabalin dikutip dari siaran pers KSP diterima di Jakarta, Minggu (30/1).

Menurut Ali, pemindahan IKN bukan tanpa alasan.

Hal itu karena Pulau Jawa selalu menjadi penyumbang terbesar bagi perekonomian Indonesia, yang terlihat dari besaran produk domestik bruto (PDB) Pulau Jawa sebesar 57,55 persen terhadap PDB nasional, sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) per kuartal III 2021.

Bukti itu menandakan perputaran ekonomi terbesar terjadi di Pulau Jawa.

Sementara itu, PDB di Pulau Kalimantan hanya tercatat sebesar 8,32 persen, Pulau Sulawesi sebesar 6,98 persen, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,45 persen.

Dengan pemindahan IKN ini, perputaran APBN, alokasi keuangan, dan kebijakan yang tadinya berpusat di Pulau Jawa dapat bergeser dan merata ke Pulau di luar Jawa.

"Ini akan memutus mata rantai 'apa-apa orang Jawa'," kata Ali Ngabalin.

Baca Juga:

Ibu Kota Pindah ke Nusantara, Anies: Bagi Jakarta, Bukan Status yang Penting

Akademisi dari Universitas Cenderawasih Septinus Saa juga mendukung langkah visioner pemerintah.

Ia mencontohkan bagaimana tata kelola pemerintahan di Australia menjadi lebih baik setelah ibu kota berpindah dari Sydney ke Canberra.

"Kita melihat kepadatan penduduk di Pulau Jawa terutama Jakarta," jelas Septinus.

Selain itu, faktor lingkungan juga terbengkalai di mana sekarang banyak terjadi musibah.

"Hal ini menjadikan Jakarta tidak ideal lagi sebagai ibu kota," kata Septinus. (Knu)

Baca Juga:

Ibu Kota Pindah, Anies: Jakarta Tetap Pusat Perekonomian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
H-7 Lebaran, Volume Kendaraan Pemudik Jalur Cianjur Mulai Meningkat
Indonesia
H-7 Lebaran, Volume Kendaraan Pemudik Jalur Cianjur Mulai Meningkat

Pergerakan pemudik mulai menunjukkan peningkatan pada tujuh hari menjelang (H-7) perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah.

 Jabar Mau Bikin Aturan Industri Harus Kelola PLTS Berbasis Atap
Indonesia
Jabar Mau Bikin Aturan Industri Harus Kelola PLTS Berbasis Atap

Jabar merupakan rumah industri nasional. Namun untuk PLTS berbasis atap industri yang selama ini belum terkelola.

CSIS: Big Data Lembaga Kredibel, Banyak Orang Tidak Setuju Penundaan Pemilu
Indonesia
CSIS: Big Data Lembaga Kredibel, Banyak Orang Tidak Setuju Penundaan Pemilu

Tidak ada alasan politik cukup kuat untuk menunda agenda Pemilu Serentak 2024, apalagi kondisi politik Indonesia saat ini sedang mengalami kompleksitas tinggi di tingkat internasional maupun domestik.

Pengamat Harap Ketegasan Kapolri Menular ke Seluruh Anggota Polri
Indonesia
Pengamat Harap Ketegasan Kapolri Menular ke Seluruh Anggota Polri

Gardi berharap ketegasan Kapolri diikuti oleh jajarannya

Demokrat Nilai Peleburan Eijkman ke BRIN Mirip Penyingkiran Pegawai KPK
Indonesia
Demokrat Nilai Peleburan Eijkman ke BRIN Mirip Penyingkiran Pegawai KPK

Partai Demokrat buka suara menyikapi peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Polda Metro Jaya Minta 'Citayam Fashion Week' Digelar saat CFD
Indonesia
Polda Metro Jaya Minta 'Citayam Fashion Week' Digelar saat CFD

Maraknya gelaran 'Citayam Fashion Week' di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik. Kegiatan ini makin banyak digandrungi anak muda, bahkan sejumlah publik figur.

Buka Peluang Koalisi dengan PDIP, NasDem Singgung Relasi Surya Paloh dan Megawati
Indonesia
Buka Peluang Koalisi dengan PDIP, NasDem Singgung Relasi Surya Paloh dan Megawati

Willy mengatakan koalisi NasDem dan PDIP bisa terjadi jika sepakat dengan figur-figur yang akan diusung menjadi capres-cawapres. Apalagi, salah satu tokoh yang akan diusung NasDem adalah kader PDIP, yakni Ganjar Pranowo.

Vaksinasi COVID-19 Dosis Lengkap Indonesia Capai 75,65 Persen
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Dosis Lengkap Indonesia Capai 75,65 Persen

Warga yang sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin COVID-19 bertambah 933.620 hari ini, menjadi total 157.569.955 orang.

Dugaan Permainan WTP BPK dan Proyek Tidak Sesuai Kontrak di Kabupaten Bogor
Indonesia
Dugaan Permainan WTP BPK dan Proyek Tidak Sesuai Kontrak di Kabupaten Bogor

Bupati Bogor, Ade Yasin, sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2021.

Pemkot Bandung Terjunkan Tim Pemeriksaan Jeroan Selama Hari Penyembelihan Hewan Kurban
Indonesia
Pemkot Bandung Terjunkan Tim Pemeriksaan Jeroan Selama Hari Penyembelihan Hewan Kurban

Pada hari H hingga H+3, tim postmortem (pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah disembelih) menyebar ke tempat pemotongan.