Jauhi Orang Dengan Ciri-Ciri Berikut, Mereka Berbahaya Harus lebih berhati-hati agar tak terjebak di kemudian hari. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

TIDAK mudah untuk mengetahui apakah seseorang dapat dipercaya atau toksik saat pertama kali bertemu. Namun bahasa tubuh dan apa yang mereka katakan dapat memberi tahu kita banyak hal seiring waktu. Baik itu seseorang yang sedang pedekate denganmu, tetangga yang aneh, atau bahkan orang asing di jalan, jika ada sesuatu yang tampak "aneh" percayalah pada nalurimu.

Hal ini terutama berlaku jika orang tersebut bersikap manipulatif. Dalam hal ini, bersikap hati-hati dan cobalah untuk menjauh dari situasi tersebut secepat dan seaman mungkin walaupun mereka coba meyakinkanmu untuk tidak khawatir.

Baca Juga:

Tiap 40 Detik, ada 1 Kematian akibat Bunuh Diri, Bagaimana Cara Mencegahnya?

"Jika kamu merasa perlu menjauh dari seseorang atau mengakhiri suatu hubungan, cobalah untuk tidak mundur," saran psikolog berlisensi, Nicole Issa, Psy.D. Ikuti instingmu. Kalau perlu, hubungi teman atau tenaga profesional. Tetapi jika instingmu tidak sekuat itu, ada beberapa tanda yang harus diperhatikan untuk mendeteksi apakah orang tersebut berbahaya atau tidak.

1. Dominasi percakapan

dominasi
Manipulator ahli mendominasi keadaan. (Foto: Pexels/cottonbro)

Jika beberapa orang hanya suka berbicara, manipulator ulung akan mencoba mendominasi seluruh percakapan. "'Pembicaraan berlebihan ini melibatkan invasi ruang pendengaran dan faktor paralanguage lain yang menunjukkan bahwa mereka memegang kendali," ujar pakar bahasa tubuh, Patti Wood. Mereka sering kali cukup menawan dan pencerita yang baik sehingga mendengarkan mereka mungkin mampu menghipnotis lawan bicaranya.

2. Suasana hati berubah cepat

hati
Suasana hati berubah secepat kilat. (Foto: Pexels/Andrew Neel)

Orang narsis cenderung sangat kesal ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan. Coba perhatikan perubahan suasana hati yang mengejutkan saat berinteraksi dengan orang lain. "Mereka dapat mengubah semua perilaku nonverbal mereka dalam sekejap mata dan mengubah diri mereka sendiri," terang Wood.

Perubahan tersebut misalnya dari perilaku yang sangat manis menjadi begitu jengkel lalu kembali lagi. Bahkan mereka bisa berubah menjadi "karakter" yang sama sekali berbeda untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Begitu manipulatifnya mereka kamu bahkan mungkin tidak menyadarinya.

3. Terbuka terlalu cepat

terbuka
Bila bertemu pertama kali terkesan terlalu cepat terbuka. (Foto: Pexels/iPrice Group)

Jika Anda baru saja bertemu seseorang dan mereka sudah mengungkapkan seluruh isi hati dan perasaan mereka secara gamblang, ada kemungkinan mereka tidak dapat dipercaya. Seorang psikoterapis bernama Dr.Laura Dabney, M.D mengatakan bahwa orang semacam itu juga mudah lepas kendali.

"Jika seseorang bersedia membuka semuanya padamu dalam beberapa menit pertama pertemuan, itu mungkin berarti mereka tidak memiliki kendali penuh atas diri sendiri atau tindakan mereka," ungkap Dabney.

Baca Juga:

Langkah Jitu Hadapi Pasangan yang Suka Baperan

4. Kurang empati

empati
Tidak menunjukan empati apapun pada sekelilingnya. (Foto: Pexels/Juris Freidenfelds)

Pernahkah Anda merasa sedang berbicara dengan seseorang yang berhati dingin? "Sosiopat dan psikopat ditentukan oleh kurangnya empati mereka," kata pakar hubungan Amica Graber. Mereka mungkin tak segan menertawakan kemalangan dan penderitaan orang lain bahkan memberikan kesan bahwa mereka tidak peduli. "Mereka mungkin bukan psikopat tetapi kurangnya empati adalah tanda bahaya yang besar," demikian peringatan dari Graber.


5. Menolak minta maaf

maaf
Tidak mudah untuk meminta maaf. (Foto: Unsplash/Felix Koutchinski)

Meskipun mungkin sulit untuk mengakui kesalahan, orang narsis akan dengan tegas menyangkal kesalahan mereka dalam suatu masalah. Seringkali itu sampai pada tingkat yang "menyeramkan".

"Ketika Anda melakukan sesuatu yang buruk, wajar untuk merasa bersalah. Tetapi orang yang kurang empati dan kurang dapat dipercaya akan cenderung menghindari menerima semua jenis tanggung jawab untuk menghindari rasa bersalah," urai Dr. Clinton Moore, seorang psikolog klinis dan pendiri dari Cadence Psychology. (avia)

Baca Juga:

Sering Kena Fat-Shaming dari Keluarga? Hadapi Saja dengan Cara Ini

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH