Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan Stres, depresi dan gangguan ada perbedaannya. (Foto: Pexels/Inzmam Khan)

STRES, depresi, dan gangguan kecemasan adalah tiga hal yang berbeda. Hampir setiap orang pernah mengalami kondisi tersebut, entah karena pekerjaan, lingkungan, keluarga, dan masih banyak lagi. Rasa takut, waswas, dan kecemasan akibat stres ini bisa membuat seseorang sengsara dan terasa seperti tidak ada habisnya.

Stres berat yang makin menjadi akan menyebabkan gangguan kronis, seperti depresi dan gangguan kecemasan. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan kronis akan merusak hidup seseorang. Lantas, apa perbedaan stres, depresi, dan gangguan kecemasan?


Baca Juga:

Makanan Penangkal Stres


Apa itu stres?

sehat
Depresi merupakan bagian dari insting primitif manusia. (Foto: Pexels/Kat Jayne)

Melansir laman Hellosehat, stres adalah bentuk reaksi pertahanan diri ketika seseorang berada dalam situasi yang penuh tekanan. Meski tidak disukai, stres sebenarnya merupakan bagian dari instring primitif manusia untuk menjaga kita tetap aman dan hidup. Kadang-kadang, stres dapat memberikan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya bisa merespon sumber tekanan secara efektif.

Lebih seringnya, stres juga membuat pikiran seseorang dibanjiri oleh tiga hormon, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin yang memicu reaksi fight or flight dalam tubuh. Ketiga hormon ini dapat membuat tubuhmu gelisah, cemas, dan merasa kalut. Ini sebabnya banyak orang yang sulit berpikir jernih saat dihantui stres. Disarankan agar kamu tidak memutuskan sesuatu ketika sedang stres.


Baca Juga:

Ada Manfaatnya, Stres Boleh-Boleh Saja Kok


Apa itu Depresi?

sehat
Depresi tidak bisa disamakan dengan perasaan sedih. (Foto: Pixabay/Anemone123)

Depresi adalah penyakit mental yang ditandai dengan memburuknya suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya. Depresi tidak bisa disamakan dengan perasaan sedih atau berduka, yang biasanya akan membaik seiring waktu.

Baik depresi dan stres, dapat memengaruhi pikiran seseorang dengan cara yang sama. Namun, gejala yang dialami depresi jauh lebih intens serta berlangsung selama dua minggu. Diperkirakan bahwa satu dari lima orang di dunia dapat mengalami depresi pada tahap tertentu dalam hidup mereka.

Apa itu gangguan kecemasan?

sehat
Semua orang pasti pernah mengalami gangguan kecemasan. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Apakah kamu familiar dengan kondisi perut mulas, kepala pening, deg-degan, napas terburu-buru, dan keringat dingin saat berada di depan umum? Atau saat menunggu panggilan wawancara? Ya, kondisi tersebut merupakan tanda seseorang sedang stres atau cemas. Gejala ini akan reda jika kamu sudah menyelesaikan tugas. Artinya, tingkat tekanan psikologis yang diterima masih cukup sehat sehingga kamu mampu menangani situasi tersebut dengan cepat.

Hidup dengan gangguan kecemasan membuatmu tetap harus mengalami stres bahkan setelah peristiwa mengancam itu sudah lama dilewati. Gangguan kecemasan bisa dialami setiap hari dengan penampakan gejala yang amat jelas, seperti fobia sosial, serangan panik, dan serangan kecemasan.

Ketiganya merupakan gangguan psikologis yang perlu ditangani secepatnya. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan fisik dalam jangka panjang. Jadi, penting untuk mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin. (and)

Baca Juga:

Tanda Fisik Ini Menunjukkan Kamu Sedang Mengalami Stres Level Tinggi!



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH