Jatim dan DKI Pimpin Lonjakan Kasus, Karena Masyarakatnya 'Bandel' Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker menyebabkan tingginya jumlah kasus baru COVID-19 di lima daerah.

Dari data tersebut, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi, yakni Jawa Timur (247 kasus baru dan 241 pasien sembuh), DKI Jakarta (196 kasus baru dan 112 pasien sembuh).

Baca Juga:

Sebanyak 81 Pasien Corona di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh

Kemudian, Sulawesi Selatan (103 kasus baru dan 59 pasien sembuh), Maluku Utara (80 kasus baru dan 1 pasien sembuh) dan Jawa Tengah (78 kasus baru).

"Dari penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap beberapa provinsi itu sebagian besar kontak erat masih dijalankan," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Kamis (25/6).

Yuri pun menyebutkan, kebiasaan masyarakat yang masih enggan memakai masker dan tidak disiplin menjaga jarak sebagai faktor utama masih adanya penularan COVID-19 di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, Yuri mengingatkan masyarakat untuk memakai masker dan menjaga jarak aman saat berada di luar rumah.

"Merujuk perkembangan data yang ada, kedua hal ini sangat penting kita lakukan secara disiplin bersama-sama," kata Achmad Yurianto.

Achmad Yurianto bersyukur sudah banyak pasien corona yang dinyatakan sembuh
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Yurianto mengungkapkan bahwa hasil penyelidikian epidemiologi dari pasien positif COVID-19 ditemukan bahwa kasus positif baru dikarenakan riwayat kontak dekat tidak menggunakan masker dan menjaga jarak terhadap pasien positif sebelumnya.

"Dari penyelidikan epidemiologi di beberapa provinsi, sebagian besar kontak erat masih dijalankan tanpa perlindungan masker dan tidak menjaga jarak. Inilah fakta yang menyebabkan kasus posiitf jadi tinggi di beberapa tempat," katanya.

Ia menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan terhadap 19.510 spesimen sehingga total pemeriksaan yang telah dilakukan sebanyak 708.962 spesimen. Jumlah pemeriksaan per harinya kembali meningkat setelah sebelumnya sempat menurun.

Sementara jumlah kasus kematian akibat COVID-19 bertambah 47 jiwa sehingga total sebanyak 2.620 meninggal dunia dari pasien positif akibat virus itu di Indonesia.

Baca Juga:

Ketua DPRD Ingatkan Perusahaan di Jakarta Ikuti Aturan PSBB

Selain itu, ada tambahan 791 pasien telah sembuh sehingga total orang yang telah pulih dari COVID-19 di Indonesia mencapai 20.449 orang. Jumlah pasien sembuh ini terus terjadi peningkatan sejak beberapa waktu terakhir.

Sebanyak 17 provinsi melaporkan kasus positif baru di bawah 10 orang, dan terdapat lima provinsi dengan penambahan nol kasus.

Sebanyak 446 kabupaten-kota di 34 provinsi terdampak COVID-19. Pemerintah juga masih melakukan pemantauan pada 37.294 orang dengan status orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.323 orang pasien dalam pengawasan (PDP). (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ulama Diserang, DPR Didesak Segera Bahas RUU Perlindungan Tokoh Agama
Indonesia
Ulama Diserang, DPR Didesak Segera Bahas RUU Perlindungan Tokoh Agama

Perlu ada upaya sistemik untuk memberi perlindungan kepada tokoh-tokoh agama di Indonesia.

Bahas Vaksin COVID-19, Erick dan Retno Terbang ke Tiongkok
Indonesia
Bahas Vaksin COVID-19, Erick dan Retno Terbang ke Tiongkok

Sejumlah hal yang menjadi target pemerintah dalam penguatan penanganan COVID-19 dibahas dalam pertemuan itu

Peran Besar Pahlawan Nasional RS Soekanto Bagi Polri
Indonesia
Peran Besar Pahlawan Nasional RS Soekanto Bagi Polri

Korps Bhayangkara merasa bangga akan dianugerahkannya gelar pahlawan nasional kepada Jenderal Pol RS Soekanto Tjokrodiatmodjo tersebut.

Ternyata Ini Isi Benda Mencurigakan yang Dilempar Pria Misterius di Masjid Sunda Kelapa
Indonesia
Ternyata Ini Isi Benda Mencurigakan yang Dilempar Pria Misterius di Masjid Sunda Kelapa

Susatyo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki pria misterius berambut ikal yang kabur dengan membuang tasnya itu setelah dikejar polisi.

PBNU Desak PBB Investigasi Ledakan Dahsyat di Beirut
Indonesia
PBNU Desak PBB Investigasi Ledakan Dahsyat di Beirut

"Mendorong komunitas Internasional dan khususnya PBB untuk melakukan upaya investigatif dalam persoalan ini," kata Helmy

Kasus Fetish Jarik Bukti Pelecehan Seksual Tak Melulu Sasar Perempuan
Indonesia
Kasus Fetish Jarik Bukti Pelecehan Seksual Tak Melulu Sasar Perempuan

Kasus tersebut menunjukkan arti penting Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual

Anies: Kasus COVID-19 di DKI Cuma 3,8 Persen
Indonesia
Anies: Kasus COVID-19 di DKI Cuma 3,8 Persen

"Kita dibolehkan untuk melakukan transisi dalam standar dunia (WHO) bila angka positifnya 10 persen," ungkapnya.

Ratusan Rumah Rusak Pascagempa M6,8 Maluku Utara
Indonesia
Ratusan Rumah Rusak Pascagempa M6,8 Maluku Utara

"Masih terdapat masyarakat yang bertahan di dataran ketinggian atau di rumah saudara karena trauma," ujarnya.

 Gara-Gara Ucapan Jokowi ini, Puluhan Ribu Buruh Batal Unjuk Rasa
Indonesia
Gara-Gara Ucapan Jokowi ini, Puluhan Ribu Buruh Batal Unjuk Rasa

Keputusan Presiden Jokowi ini yang telah mendengarkan pandangan semua pihak , termasuk masukan dari serikat buruh demi kebaikan seluruh bangsa dan rakyat Indonesia

 Soal Antisipasi Serangan Virus, SBY Dipuji Lebih Matang Ketimbang Jokowi
Indonesia
Soal Antisipasi Serangan Virus, SBY Dipuji Lebih Matang Ketimbang Jokowi

"Zaman SBY ketika ada wabah penyakit yang mematikan, pemerintah fokus pada penyelamatan jiwa masyarakat. Soal pariwisata tak begitu rame (Era SBY)," kata Ujang