Jatah Uang Panas e-KTP Khatibul Dipakai untuk Jadi Ketum GP Ansor Mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin (tengah) di sidang e-KTP. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin menyebut mantan anggota Komisi II DPR Khatibul Umam Wiranu, menerima "uang panas" e-KTP sebesar US$400 ribu. Menurut Nazar, uang itu digunakan Khatibul untuk mencalonkan diri menjadi ketua umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Hal itu disampaikan Nazaruddin ketika memberikan kesaksian untuk dua terdakwa Irman dan Sugiharto terkait perkara korupsi e-KTP di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (3/3).

"Khatibul Umam waktu itu mau maju ketum GP Ansor. Kepada Khatibul, ada (penyerahan uang) US$400 ribu," kata Nazar.

Nazar menjelaskan bahwa penyerahan "jatah" proyek e-KTP yang merugikan negara Rp2,3 triliun itu ditransaksikan di wilayah Surabaya, Jawa Timur dan diserahkan melalui perantara staf Permai Group.

"Saya bilang, ini kemungkinan Khatibul enggak menang. Lantas, waktu dia kalah, dipangg‎il sama Mas Anas (Anas Urbaningrum) ke ruang fraksi. Karena kalah, saya bilang pulangin setengah dong uangnya, dia bilang sudah habis," ungkap Nazar.

Jafar Hafsah, yang ketika itu menjabat ketua Fraksi Partai Demokrat, disebut turut menikmati aliran dana korupsi e-KTP. Jafar disebut menikmati aliran dana itu sebesar US$100 ribu.

Hal itu terungkap dalam dakwaan dua terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, yakni Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, pada Kamis (9/3). (Pon)

Berita terkini kasus korupsi e-KTP baca juga: Dugaan Korupsi E-KTP, Golkar Tolak Munaslub Sekalipun Setya Novanto Tersangka



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH