Janji 'Presisi' Kapolri Dinilai Cuma Isapan Jempol Belaka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (ANTARA/ HO-Polri)

Merahputih.com - Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim mengaku kecewa dengan janji 'Presisi' yang digaungkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ketika fit and proper test di depan Komisi III DPR.

"Institusi Polri masih belum bisa menegakkan hukum tajam ke atas meski sudah ganti pimpinan. Das Solen Das Sein. Teori dan praktiknya beda," ujar Alvin dalam keterangannya, Senin (1/3).

Baca Juga:

Kapolsek dan Anak Buah Diduga Pakai Narkoba, DPR Minta Usut Tuntas Sampai Bandar

Hal itu dikatakannya terkait ketidakjelasan kasus dugaan investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

Dimana dalam perkara ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan seorang tersangka berinisial HS sejak April 2020.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Gedung KPK (MP/Ponco Sulaksono)

Korban D dan H yang diwakili kuasa hukumnya, Priyono Adi Nugroho dari LQ Indonesia Law Firm sudah berkali-kali menanyakan status tersangka HS ke penyidik.

"Tapi enggak ada yang bisa jawab. Semuanya mendadak 'gagu'," kata Alvin Lim kesal.

Baca Juga:

Kapolsek dan Anak Buah Terciduk Nyabu, Polrestabes Tes Urine Personil

LQ Indonesia Law Firm bersama para korban investasi bodong KSP Indosurya menunggu bukti janji transparansi yang didengungkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Prinsip hukum Salus Populi Suprema Lex Esto atau masyarakat adalah hukum tertinggi sudah mati di penanganan kasus Indosurya. Yang hidup adalah prinsip pemilik uang adalah hukum tertinggi," kata Alvin Lim. (Yud)

Kanal