Jangan Takut Nyebur, Ini Mitos Berenang yang Perlu Kamu Ketahui Banyak mitos seputar berenang di kolam renang (Foto Unsplash/lordmaui)

MITOS ada dimana-mana, termasuk di kolam renang. Kamu mungkin sudah mendengar beberapa desas-desus seputar berenang di kolam renang? Dan kamu mungkin tidak memercayainya, tetapi daripada pusing memikirkan kebenarannya, hingga saat ini kamu main aman untuk menaati desas-desus tersebut.

Baca lebih lanjut untuk mengathui mitos dan fakta tentang berenang di kolam renang yang dilansir dari laman swimmingpool.com. Kamu tidak perlu lagi waspada akan desas-desus yang pernah kamu dengar tersebut.

Baca juga:

Deteksi Urine dalam Kolam Renang, Begini Caranya

1. Klorin akan mengubah warna rambut menjadi hijau!

Bukan klorin yang menyebabkan rambut hijau setelah berenang, melainkan tembaga (Foto: myhairdoctor.com).

Memang benar warna rambut kamu bisa berubah setelah berenang, tetapi klorin bukan biangnya. Penyebabnya adalah tembaga, beberapa algaecides berbasis tembaga dan logam teroksidasi dalam air dapat menempel pada protein di batang rambut. Namun, tidak perlu khawatir, itu bisa dengan mudah dihilangkan dengan sampo.

2. Klorin membuat mata perih dan menjadi merah ketika membukanya di dalam air

Mata merah setelah berenang (Foto: rigpoolservices.com).

Di sini klorin mendapatkan perwakilan yang buruk lagi. Bukan klorin yang menyebabkan mata kamu seperti itu, tetapi air dengan tingkat pH yang tidak seimbang. Jika kamu memerhatikan kimia air kolam renang dan mempertahankan pH antara 7,2 dan 7,6, kamu tidak perlu khawatir tentang mata merah setelah berenang.

3. Urin dapat berubah warna

Banyak orang percaya bahwa urin dapat berubah warna di air kolam renang (Foto: Unsplash/mariogogh)


Salah satu mitos yang paling populer dan sering bergurau adalah pendeteksi urin berwarna biru. Mungkin beberapa orangtua sering menggunakan mitos tersebut untuk menjaga anak-anak mereka dari kencing di kolam renang, dan itu fakta bahwa bahkan 52% orang dewasa juga memercayainya. Meskipun bahan kimia dapat dibuat untuk bereaksi terhadap urin, tetapi urin akan sulit bereaksi terhadap zat lain di air kolam renang.

Baca juga:

6 Kolam Renang Tengah Hutan Terindah di Dunia, Salah Satunya Ada di Ubud, Bali

4. Kolam renang yang jernih berarti bersih dan sehat

Air yang jernih di kolam renang tidak melulu bersih dan sehat (Foto: Unsplash/rpnickson)

Jangan percaya dengan penampilan kolam renang walau terlihat bersih. Penting untuk menguji air setiap minggu dan memerhatikan kimia air di kolam renang untuk memastikan tidak ada tingkat mikro-ogranisme yang tidak sehat.

5. Sperma di air kolam renang bisa membuat perempuan hamil

Nyatanya, sperma yang sudah buyar dan mati di kolam renang tidak membuat perempuan hamil (Foto: theculturetrip.com

Mungkin kamu para perempuan pernah ditakut-takuti oleh orang terdekat dengan cara ini. Dan jelas ini tidak ada kebenarannya. Sperma memang perenang yang hebat, tetapi hanya ketika mereka berada di dalam tubuh. Spermatozoa yang dihasilkan oleh organ reproduksi pria dapat hidup diluar tubuh untuk beberapa lama, namun hanya dalam kondisi tertentu.

Sperma akan buyar dan terpisah dari cairan semen yang melindunginya sehingga sperma akan mati dalam hitungan detik karena kaporit. Dengan begitu, kehamilan tidak mungkin terjadi.

Nah, mulai sekarang kamu tidak usah lagi percaya mitos-mitos tersebut, jika kebersihan kolam renang dijaga bersama-sama, berenang di kolam renang tersebut akan aman-aman saja. (arb)

Baca juga:

Kandungan Zat Kimia di Kolam Renang Berbahaya untuk Kesehatan?


Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH