Jangan Sekali-sekali Unduh Aplikasi Edit Video Ini Hati-hati dengan aplikasi ini (Foto: Pixabay/geralt)

DI zaman seperti sekarang, aplikasi edit video bukanlah hal yang sulit di cari. Bahkan kamu bisa mengedit video hanya dengan ponsel. Sayangnya, tak semua aplikasi edit video aman digunakan. Misalnya aplikasi pengeditan video populer VivaVideo.

Dilansir dari Antaranews.com, aplikasi ini memiliki sejarah kelam karena dianggap sebagai pembawa malware berbahaya pada tahun 2017 bersama aplikasi lainnya yang terdeteksi. Di India, saat itu militernya diminta untuk menghapus aplikasi tersebut karena mengandung spyware yang berpotensi untuk serangan siber terhadap negara.

Baca juga:

Sepi Iklan, Google Batalkan Perekrutan 2.000 Pekerja Kontrak

Aplikasi ini dianggap berbahaya (Foto: Screenshot Play Store)
Aplikasi ini dianggap berbahaya (Foto: Screenshot Play Store)

Selain itu aplikasi VivaVideo juga meminta izin untuk sejumlah akses berbahaya di ponsel Android, menurut riset yang dikeluarkan VPNPro, beberapa waktu lalu. VivaVideo memiliki kemampuan membaca dan menulis file ke drive eksternal, ditambah lokasi GPS spesifik pengguna yang sebenarnya tak diperlukan untuk aplikasi pengeditan video.

VivaVideo merupakan aplikasi yang dikembangkan QuVideo Inc, perusahaan asal Tiongkok yang berbasis di Hangzhou. Pengembang ini juga membuat SidePlus yang telah memiliki 1 juta instal, dengan izin berbahaya mirip dengan VivaVideo. Menariknya, meski QuVideo hanya punya 3 aplikasi di Play Store, VPNPro menemukan 5 aplikasi total di jaringannya.

Baca juga:

Microsoft Gantikan Jurnalisnya dengan Robot

VPNPro merekomendasikan untuk tidak mengunduhnya (Foto: Screenshot Play Store)
VPNPro merekomendasikan untuk tidak mengunduhnya (Foto: Screenshot Play Store)

VPNPro juga menemukan aplikasi lain milik QuVideo yang populer di India yakni VidStatus. Aplikasi yang menjadi alat status video untuk WhatsApp ini telah diinstal sebanyak 50 juta di perangkat Android. Ia juga emminta 9 izin berbahaya seperti GPS, membaca kontak dan membaca log panggilan pengguna.

Bukan hanya VPNPro, aplikasi ini juga diidentifikasi sebagai malware oleh Microsoft yang berisi Trojan bernama AndroidOS/AndroRat. Trojan jenis ini bisa mencuri dana bank, cryptocurrency, atau PayPal pengguna.

VPNPro menyarakan untuk menghapus aplikasi milik QuVideo, terlebih jika tidak memiliki manfaat nyata. Apalagi karena riwayat malware dan trojan aktif, QuVideo juga menyembunyikan beberapa aplikasi mereka. (Yni)

Baca juga:

OnePlus dan McLaren Akhiri Kerjasama Pembuatan Ponsel, Ada Apa?


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH