Jangan Sampai Salah! Ketahui Etika Makan di Berbagai Negara Ketahuilah etika dan cara makan di satu negara sebelum melancong. (Foto Pexels/rawpixel.com)

KALAU kamu melancong ke suatu negara, tentunya kuliner adalah salah satu yang menjadi tujuannya. Pengalaman dan petualangan kuliner akan membuat pelancongan semakin seru. Nah, yang harus kamu ketahui adanya perbedaan kebudayaan pada masing-masing daerah yang kamu kunjungi.

Jangan sampai salah loh! Apa yang kita anggap benar, bisa jadi salah di negara lain. Sebaiknya bertanya terlebih dahulu, tidak ada salahnya. Meskipun sebenarnya orang-orang disana mungkin memaklumi ketidaktahuan kamu.


Baca Juga:

5 Kuliner Indonesia yang Bikin Turis Asing Ketagihan

1. Tiongkok, jangan membalik ikan

ikan
Di Tiongkok, membalik hidangan ikan bisa berakibat buruk. (Foto: justputzing)


Jika kamu makan ikan di Tiongkok sebaiknya jangan membalikan ikan yang tengah dimakan. Ini berhubungan dengan kepercayaan bila membalik ikan dapat mendatangkan masalah. Melansir dari laman culinarylore, konon membalikkan ikan sama saja dengan membalikkan kapal penangkap ikan. Anggapan kapal yang dibalik merupakan kejadian buruk, kecelakaan atau bencana bagi nelayan.

Untuk itu, disarankan untuk memakan ikan dari salah satu sisi terlebih dahulu. Lalu melepaskan tulang ikan untuk menyantap sisi lainnya. Biasanya, restoran atau keluarga asli China membuang tulang ikan lebih dulu sebelum dimasak. Guna memudahkan proses menyantap ikannya. Kemudian hindari meninggalkan sumpit dalam keadaan membentuk silang (X), ini dianggap mewakili kematian.


2. Thailand, garpu tak boleh ke mulut

garpu
Masyarakat Thailand menggunakan garpu hanya untuk pengatur makanan di piring (Foto: Pexels/burce mars)


Penduduk asli Thailand memiliki aturan menyantap makanan. Seperti penggunaan sumpit hanya untuk hidangan mie. Tak jauh berbeda dengan Indonesia, sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri juga jadi aturan makan penduduk Thailand. Namun garpu hanya digunakan sebagai pengatur makanan di piring. Di Thailand, sendok jadi alat utama. Tidak diperkenankan memasukkan makanan ke dalam mulut dengan alat bantu garpu.


Baca Juga:

Panjang Umur dengan Makanan Pedas


3. Prancis, aturan makan roti

roti
Orang Prancis memanfaatkan roti sebagai pembersih piring (Foto: Pexels/Buenosia Carol)


Di Prancis roti harus dipotong kecil-kecil terlebih dahulu. Karena menggigit sepotong besar roti dinilai tak sopan. Selain itu, penduduk asli Prancis tak menyukai roti tawar. Biasanya, menambahkan olesan mentega, selai atau keju.

Tak hanya sebagai makanan, roti juga bisa digunakan untuk membersihkan piring usai makan. Sisa-sisa makanan dibersihkan dengan sepotong roti tawar. Hal ini dinilai lebih sopan meninggalkan piring bersih seperti yang dilansir dari laman spoonuniversity.


4. Jepang, jangan menancapkan sumpit

sumpit
Ketahuilah tata aturan memakai sumpit di Jepang. (Foto: Pexels/isabella mendes)


Singkirkan kebiasaan memainkan sumpit dengan menusuk atau menancapkan ke nasi saat berada di Jepang. Memainkan sumpit memberikan kesan kekanak-kanakan dan mengundang pandangan negatif dari orang sekitar.

Menurut laman livejapan, menancapkan sumpit ke nasi secara vertikal, dinilai tidak sopan karena mengingatkan pada prosesi pemakaman. Semangkuk nasi ditancapkan sepasang sumpit sebagai pertanda buruk. Maka dari itu, menancapkan sumpit ke nasi dinilai membawa malapetaka seperti yang dikabarkan laman.

Kemudian hindari meninggalkan sumpit dalam keadaan membentuk silang (X). Ini sama saja mengungkapkan perilaku buruk. Taruhlah sumpit dalam posisi paralel jika sudah selesai makan. (dys)


Baca Juga:

Berkunjung ke Calon Ibu Kota? 6 Kuliner Ini Pasti Bikin Kamu Ngiler



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH