Jangan Sampai Kehilangan Orang Tersayang, Kenali Potensi Bunuh Diri Sebanyak 800.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun.

BETAPA banyak keluarga di dunia ini yang sudah kehilangan orang tercinta karena bunuh diri. WHO mencatat satu orang meninggal dunia setiap 40 detik karena bunuh diri atau mencapai angka 800.000 orang setiap tahun. Angka yang sangat mengejutkan tentu saja.

"Setiap kematian adalah tragedi bagi keluarga, teman, dan kolega. Namun, bunuh diri dapat dicegah," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam laporan tentang kematian akibat bunuh diri pada Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, 10 September. Dia menyerukan agar negara-negara melakukan strategi pencegahan bunuh diri dalam pendidikan nasional berkelanjutan.

Baca Juga:

7 Mitos dan Fakta Tentang Bunuh Diri, Pernah Dengar?

Kasus bunuh diri di Indonesia memang masuk jajaran negara terendah. Berada di bawah negara tetangga Malaysia, Papua Nugini, dan Australia. WHO mencatat Indonesia jumlah kurang dari 5 orang (per 100.000 jiwa). Sementara lima kasus bunuh diri tertinggi yaitu Sri Lanka dengan angka rata-rata 34.6, Guyana 30.6, Mongolia 28.1, Kazakhstan 27.5, dan Pantai Gading 27.2. Negara lain yang terkenal besar kasusnya seperti Korea Selatan 24.1 dan Rusia 17.9.

Data kasus bunuh diri di dunia. (Foto: who.int)
Data kasus bunuh diri di dunia. (Foto: who.int)

Mencegah dengan melihat tanda-tanda

Dokter spesialis kedokteran jiwa dari RSUP Fatmawati dr Dian Pitawati Sp.KJ menganjurkan masyarakat untuk mencegah sesegera mungkin orang yang ingin bunuh diri dengan mengenali tanda-tandanya.

Dalam bincang-bincang di Kementerian Kesehatan Jakarta, ia mengatakan orang yang memiliki keinginan bunuh diri diawali dengan perubahan sikap secara drastis yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Sebenarnya mudah. Lihat teman kita yang sudah ada perubahan 'mood', cenderung sedih, sering menangis, menarik diri, mudah marah, agresivitas yang belum pernah kita lihat sebelumnya," katanya, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

4 Kalimat yang Biasa Diucapkan Sebelum Bunuh Diri, Anda Mesti Waspada

Dampingi hingga depresi berkurang

Kamu bisa mencegah bunuh diri dengan mengenali tanda-tandanya. (Foto: Pixabay/rebcenter-moscow)
Kamu bisa mencegah bunuh diri dengan mengenali tanda-tandanya. (Foto: Pixabay/rebcenter-moscow)


Perhatikan pula ide-ide lain yang berkaitan dengan bunuh diri atau keputusasaan seperti lebih senang memegang pisau, atau menulis surat dan pesan-pesan yang sifatnya putus asa dan lain-lain.

Sebagai seorang teman atau keluarga yang paling dekat dengan seseorang seperti demikian, kata dia, hendaknya jangan menuduh orang tersebut kurang keimanan dan menyuruhnya untuk beribadah lebih giat dan rajin lagi.

Hal yang harus dilakukan, kata dr Dian, adalah mendampinginya dan mendengarkan keluhannya untuk mengurangi beban orang tersebut hingga depresinya berkurang.

"Jika masalah yang dihadapi cukup berat, sebaiknya ditemani untuk datang ke tenaga medis agar mendapat penanganan segera," katanya

Peran media sosial dalam pencegahan

Media sosial bisa berperan untuk pencegahan bunuh diri. (Foto: Pixabay/GoranH)
Media sosial bisa berperan untuk pencegahan bunuh diri. (Foto: Pixabay/GoranH)

Dr Dian tidak menampik bahwa di era teknologi di mana seseorang bebas mengekspresikan dirinya di internet, seseorang yang tengah depresi juga memungkinkan untuk menyuarakan isi hatinya di media sosial.

Jika melihat kondisi seperti demikian, ia menyarankan agar warganet yang mengetahui hal tersebut memberikan informasi mengenai lembaga atau organisasi yang memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan jiwa.

"Hotline maupun LSM yang peduli terhadap kesehatan jiwa sudah ada banyak seperti Peduli Remaja Indonesia, Into The Light, dan lain-lain," demikian dr Dian Pitawati. (Iel)

Baca Juga:

4 Selebriti yang Meninggal Bunuh Diri Seperti Chris Cornell

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH