Jangan Pernah Katakan Ini Pada Pasanganmu Ada kata-kata yang sebaiknya tidak pernah diucapkan pada pasangan kamu. (Foto: Pexels/freestocks.org)

BERUMAHTANGGA berarti menyatukan dua kepala dalam satu pandangan. Sulit? Tidak juga! Mudah? Boleh jadi! Banyak nasihat orangtua yang patut kamu turuti mengingat mereka sudah jauh lebih berpengalaman. Diskusi dengan kepala dingin merupakan jalan terbaik daripada memilih mengabaikan konflik.

Melansir dari popsugar.com.au, seburuk apapun situasi yang sedang terjadi di dalam rumah tangga. Sebaiknya ada kata-kata yang tidak kamu keluarkan kepada pasangan. Kata-kata ini berpotensi menyakiti perasaannya. Bahkan bisa memicu keretakan rumah tangga.


Baca Juga:

Fenomena Bapak (Rela Mengurus) Rumah Tangga, Bukti Perempuan makin Setara?

1. “Seharian di rumah enggak bisa bersih-bersih?”

pasangan
Urusan rumah biasanya bisa jadi pemicu pertengkaran. (Foto: Pinterest/hitched.co.uk)

Walaupun di zaman modern seperti sekarang banyak pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, tetapi masih ada yang membagi peran antara siapa yang mencari nafkah di luar dan siapa yang mengurus rumah. Jika kebetulan kamu yang mencari nafkah, jangan sesekali mengomentari pasanganmu yang diam saja di rumah. Hari itu mungkin dia sedang lelah sehingga tidak bisa beberes dengan maksimal. Daripada sibuk ngomel, kenapa tidak kamu bantu saja? Bekerja sama dalam hal bersih-bersih rumah dipercaya bisa mempererat hubungan.


2. “Istrinya temenku tuh, sudah melahirkan tetap cantik.”

pasangan
Jangan bandingkan dengan perempuan lain. (Foto: Pexels/Vera Arsic)


Kalau yang ini sih sudah sangat keterlaluan. Menjaga bayi dalam kandungan selama 9 bulan saja sudah sangat melelahkan. Setelah melahirkan, istri pun mendapatkan tantangan baru sebagai seorang ibu. Selama 24 jam penuh harus siap siaga memenuhi kebutuhan sang bayi. Cobalah untuk mengerti kondisinya yang seperti ini. Tidak semua ibu sama dalam menjalani fase tersebut.


3. “Kerja yang giat dong pa, suaminya temenku gajinya sudah dua digit sekarang.”

pasangan
Jangan melihat kondisi orang lain yang kelihatannya lebih makmur. (Foto: Pexels/Pixabay)

Tidak hanya suami saja, istri juga seringkali menyakiti perasaan suami dengan kata-katanya. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau. Setidaknya begitulah petuah orangtua. Untuk itu sebaiknya kamu tidak merasa iri ketika suaminya temanmu lebih kaya dari suamimu. Cobalah untuk sabar dan mendukung suami dalam meniti karier. Yang namanya rezeki tidak akan kemana-mana sist!

Baca Juga:

Sering Disepelekan, 5 Aktivitas Rumah Tangga Ini Justru Bikin Dompet Kering

4. “Kalau kata mamaku sih…”

pasangan
Jangan bandingkan pasangan dengan orangtuamu. (Foto: Pixabay/beejees)

Nah ini dia yang biasanya menjadi titik awal keributan di dalam rumah tangga. Jangan pernah membandingkan orangtuamu dengan pasangan. Baik kamu dan pasangan lahir di zaman yang berbeda dengan orangtua. Pola pikirnya pun sudah pasti berbeda. Yang harus kalian lakukan adalah beradaptasi dengan perkembangan zaman.

5. “Kalau aku sih enggak akan biarkan mereka melakukan itu”

pasangan
jadilah orangtua yang ada buat anak-anak. (Foto: Pexels/emma Bauso)

Ketika Tuhan sudah menghadirkan buah hati di tengah kebahagiaanmu dan pasangan, seringkali salah satu di antara kalian merasa lebih baik dan sempurna. Tak jarang yang satu menjadi lebih dominan di dalam rumah perkara cara mendidik anak. Apalagi jika si anak kebetulan berbuat kesalahan atau jatuh sakit. Jangan sampai kamu menyalahkan satu sama lain. Sering berdiskusi dengan pasangan bisa menurunkan risiko keributan dalam rumah tangga. (mar)

Baca Juga:

Dari Konsep Hak Milik hingga Setara, Transformasi Rumah Tangga dari Masa ke Masa



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH