Jangan Percaya Mitos Penyakit Vitiligo Ini Terlalu banyak mitos tentang vitiligo di masyarakat. (Foto: Pexels/Mohammed Hassan)

BERCAK putih pada vitiligo membuat penderita penyakit ini jadi tidak percaya diri. Terlebih banyak mitos-mitos tentang vitiligo yang tersebar di masyarakat. Ini semakin membuat penderita vitiligo semakin down, dan tidak percaya diri saat berinteraksi dengan banyak orang. Vitiligo sendiri terjadi karena pigmen melanin yang menghasilkan warna kulit dan rambut mati.

Apa saja sih mitos-mitos tersebut? dr. Dian Pratiwi, SpKK, mencoba memaparkan mitos-mitos itu pada sebuah seminar media yang dihelat di Restoran Aroma Sedap, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/11). Helen, sapaan akrab Dian mengatakan paling sering masyarakat mengira penderita vitiligo mengalami cacat fisik maupun mental.

Baca Juga:

Pertolongan Pertama Pada Iritasi Kulit

cewek
Mitos yang tidak benar membuat penyandang vitiligo down. (Foto: thecut)

Padahal, kesehatan penderita vitiligo sama sekali tidak terganggu. Tidak ada rasa gatal atau sakit pada area kulit yang timbul bercak putih. Satu-satunya keluhan pasien vitiligo hanyalah merasa tidak percaya diri karena penampilan fisik mereka yang berubah. "Rata- rata pasien vitiligo hidup normal," tutur Helen.

Selain itu, lanjut Helen, banyak pasien vitiligo yang takut terkena berbagai macam penyakit kulit seperti kanker kulit dan kusta. Lagi-lagi ini hanya sebuah mitos. Karena tidak ada hubungan penyebab vitiligo dengan penyakit kulit lainnya. "Vitiligo itu terjadi karena gangguan sistem imun (autoimun)," jelasnya.

Penyakit vitiligo juga sering dikira banyak orang sebagai penyakit menular. Hal ini juga menjadi mitos. Vitiligo sama sekali tidak menular, bahkan melalui kontak fisik sekalipun. Jadi tetaplah berinteraksi dengan pengidap vitiligo dan memberikan mereka semangat. "Tidak ada alasan untuk kita menghindari teman atau keluarga yang mengalami vitiligo," tegasnya.

Baca Juga:

Kulit Sensitif? Perhatikan Aturan Make-Up Berikut Agar Tidak Iritasi

cewek
Vitiligo tidak memandang kulit penyandangnya. (Foto: Pexels/Mohammed Hassan)

Vitiligo juga tidak melulu dialami oleh orang berkulit hitam. Orang berkulit putih juga bisa terkena vitiligo walaupun bercak putih terlihat samar karena mirip dengan warna kulit asli.

Satu mitos lagi yang tidak perlu kamu percayai tentang penyakit vitiligo. Tidak ada jenis makanan tertentu yang dapat memperparah vitiligo. Penderita vitiligo bebas mengonsumsi makanan apapun.

Kesembuhan penyakit vitiligo memang tidak bisa diprediksi. Namun, vitiligo bisa diobati dengan berbagai cara, mulai dari minum obat, mengoleskan krim dari dokter, hingga menjalani terapi yang dianjurkan dokter. Penderita vitiligo juga bisa merawat kulit dengan mengoleskan tabir surya pada area bercak putih saat menjalani aktivitas. "Penderita vitiligo harus menghindari paparan sinar matahari," tukasnya. (ikh)

Baca Juga:

Tips Agar Kulit Tetap Sehat Meski Terpapar Polusi

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo