Jangan Panik! Ini Yang Harus Dilakukan Saat Teman Terindikasi Ingin Bunuh Diri Sebaiknya menyarankan untuk menemui profesional. (Foto: Pixabay/Foundry)

DEPRESI adalah salah satu gangguan psikis yang paling mematikan. Meskipun gejalanya kerap terabaikan, depresi dapat menghancurkan citra diri seseorang. Depresi yang dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan seseorang semakin terpuruk. Tak tahan dengan derita yang dialami, mereka pun memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Salah satu publik figur yang pernah mengakhiri hidupnya karena depresi adalah member SHINee, Jonghyun. Semasa hidup, ia merasa depresi layaknya monster yang terus melahapnya hingga habis. Puncaknya, ia memilih untuk membinasakan rasa depresi dengan mengakhiri hidupnya.


Baca Juga:

Cerita Ardhito Pramono, Pernah Hampir Overdosis Hingga Depresi

rena masri
Rena Masri, Cari tahu apakah ada sikap menyakiti diri sendiri. (Foto: dok.pribadi)


Tak hanya dialami oleh mereka yang bekerja di industri hiburan, depresi juga bisa dialami oleh orang di sekitar kita. Tak terkecuali dengan teman kita. Lalu apa yang harus dilakukan saat teman dekat kita mengalami depresi dan terindikasi ingin bunuh diri?

Sebelum mencapai fase percobaan bunuh diri, orang-orang yang mengalami depresi cenderung memiliki sikap destruktif. Ada begitu banyak cara yang mereka lakukan dalam menyakiti diri sendiri mulai dari menggoreskan benda tajam ke kulit hingga meminum racun serangga. "Cari tahu apakah ada sikap menyakiti diri sendiri atau tidak, seberapa jauh ia menyakiti diri sendiri," ujar Psikolog Rena Masri. Dengan demikian, kita bisa memprediksi apa yang teman kita lakukan dalam upaya bunuh diri. Kita pun bisa mengantisipasi dengan tepat.

Sebenarnya yang mereka butuhkan adalah teman yang mau mendengarkan cerita dengan baik. Pastikan kita bisa melakukannya secara aktif sehingga teman kita bisa meluapkan perasaannya hingga merasa lega.

Saat ia mulai menceritakan permasalahannya, hindari sikap yang menghakimi. Jangan salahkan dirinya. Sikap yang menghakimi dan menilai akan mempengaruhi orang semakin tertekan dan depresi. "Sebisa mungkin jangan melakukan penilaian atau judgmental terhadap permasalahan yang dia hadapi," saran Rena.

Baca Juga:

Hindari Nasihat, Ini Yang Harus Dilakukan Saat Menghadapi Orang Depresi

mental
Jadilah teman tapi bukan menghakimi. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Kemudian pastikan dia merasa nyaman dengan keberadaan kita. Ketika mereka mendapatkan rasa aman dan nyaman di sisi kita, mereka akan tahu kepada siapa mereka harus datang saat stres mulai menghinggapi mereka. "Katakan padanya bahwa mereka bisa bercerita pada kita. Saya ada di sini untuk kamu. Itu yang akhirnya bisa membuat teman merasa percaya dengan kita dan mendapatkan rasa aman dan nyaman," urai Rena. Mereka pun bisa meluapkan isi hatinya secara utuh sehingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri perlahan-lahan berkurang.

Sehabis dia meluapkan uneg-uneg, lontarkan kalimat afirmasi yang mampu meningkatkan kepercayaan dirinya. Misalnya, menanyakan keadaannya, menerima emosi yang mereka rasakan, atau meyakinkan bahwa mereka akan tetap baik-baik saja seburuk apapun kondisi yang mereka hadapi. "Sampaikan juga bahwa mereka berharga dan ada banyak orang yang mengharapkan keberadaannya," jelas Rena. Perasaan diharapkan membuat emosi mereka mulai stabil dan lambat laun mulai membaik.

Tak ada salahnya untuk menganjurkan dia menuliskan apa yang dialami dan dirasakan. Dengan demikian, perasaannya bisa terekspresikan denga positif.

Sebaik dan sesabar apapun kita, tenaga profesional lebih mampu dalam menghadapi dan mengatasi ketidakstabilan emosi teman kita. Jika dibutuhkan, tenaga profesional juga akan menambahkan obat pendukung yang dapat mengendalikan kognitif mereka. Jika kamu benar-benar peduli pada mereka, arahkan mereka untuk menemukan tenaga profesional. (avia)

Baca Juga:

Kelainan Mental yang Berpotensi Melakukan Bunuh Diri

Kredit : iftinavia


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH