Jangan Malas Membacakan Dongeng Buat si Kecil Hubungan anak dan orangtua akan lebih dekat karena mendongeng. (Foto: healthyplace)

APAKAH kamu termasuk orang tua yang rajin membacakan dongeng pengantar tidur? Membiasakan kegiatan yang satu ini adalah tantangan tersendiri. Khususnya bagi orang tua yang memiliki kesibukan di luar rumah.

Badan yang lelah akibat padatnya aktivitas seharian menjadi alasan mengenyampingkan kegiatan yang satu ini. Padahal orangtua masih dapat melakukannya walaupun hanya satu atau dua halaman saja.

Kebiasaan yang kerap kali disepelekan ini ternyata berdampak besar bagi tumbuh kembang anak. Baik dari segi kecerdasan intelektual maupun emosional? Tidak percaya? Berikut penjelasan lengkapnya dari laman Go Dok:

baca buku
Mendongeng membantu perkembangan kemampuan verbal anak. (Foto: unitedwaycfc)

1. Imajinasi anak

Laman Go Dok mengutip dari kompas.com, Efnie -psikolog anak- menyatakan bahwa anak berusia 3 – 7 tahun cenderung memiliki dunia mereka sendiri. Nah, dengan terbiasa membacakan dongeng pengantar tidur setiap malam, secara tidak langsung telah menstimulus perkembangan daya imajinasi yang positif dan efektif pada buah hati. Lalu, apa manfaatnya jika si kecil memiliki imajinasi yang kuat? Ia akan lebih aktif dan efektif dalam mengkritisi hal-hal disekitarnya karena daya visualisasi otaknya telah dilatih sejak dini melalui penggambaran tokoh dan kejadian di dunia dongeng. Mengejutkan, bukan?

baca buku
Dapat membangkitkan imajinasi kreatif. (Foto: chaoticcompendiums)

2. Kemampuan verbal

Jarang yang mengetahui bahwa salah satu manfaat membacakan dongeng bagi anak adalah meningkatnya perbendaharaan kata si kecil. Sehingga ia bisa berkomunikasi dengan lebih efektif. Sangat bermanfaat bila memiliki buah hati yang belum lancar bertutur kata. Mendongeng setiap malam terbukti dapat menstimulus otak anak untuk merespon setiap unit wicara yang digunakan. Mulai dari intonasi, struktur kalimat, hingga makna pragmatis tuturan.

baca buku
Menstimulus otak anak untuk merespon setiap unit wicara. (Foto: Pexels/Kha Ruxury)

3. Karakter anak

Pada buku dongeng, biasanya terselip budi pekerti dan nilai moral yang dapat diambil. Oleh karena itu, daripada ngomel-ngomel dengan tujuan agar anak berkelakuan baik, lebih baik mulai membiasakan diri untuk membacakan dongeng setiap malam hari. Mengapa? Menurut Efnie, nilai positif yang diterapkan secara sukarela bersifat lebih efektif dibandingkan dengan nilai yang dipaksakan. Dengan menyimak dongeng yang dibacakan, anak dapat berfikir secara mandiri dalam memutuskan mana perilaku yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Hebat, bukan?

baca buku
Mendongeng dapat menjalan keintiman emosi. (Foto: mirror)

4. Ikatan emosional

Tahukah bunda, bahwa momen membacakan dongeng untuk anak dapat menjadi kenangan yang buah hati kenang hingga ia dewasa nanti? Fragmen-fragmen kenangan inilah yang membuat hubungan bunda dengan si kecil semakin dekat, tanpa peduli seberapa dewasa ia kelak. Selain itu, emosi dan afeksi yang bunda berikan setiap kali mengajak si kecil menyelami dunia khayalan akan turut membentuk kepribadian anak sehingga ia akan tumbuh menjadi sosok penyayang. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH