Jangan Malas Cuci Mobil Setelah Hujan, Berisiko untuk Bodi Kendaraan Musim hujan memang membuat malas untuk mencuci mobil. (Foto: Salemcarwash)

MUSIM hujan memang membuat para pemilik mobil malas untuk mencuci kendaraannya. Alasannya pun sama, yakni mobil akan kembali kotor saat hujan kembali turun. Kebiasaan seperti ini tentu jangan ditanamkan jika ingin membuat mobil tetap sehat. Sebab, ada banyak risiko yang terjadi jika membiarkan mobil tidak dicuci setelah terguyur hujan.

Salah satu alasan mengapa kamu harus mencuci mobil setelah hujan adalah agar mencegah terjadinya karat pada mobil. Tidak hanya itu, simak lima alasan lainnnya yang telah merah putih rangkum dari berbagai sumber di bawah ini.

Baca juga:

Merawat Mobil Mudah Kok! Enggak Perlu ke Bengkel

1. Kandungan air hujan

Jangan Malas Cuci Mobil Setelah Hujan, Berisiko untuk Bodi Kendaraan
Air hujan dapat menyebabkan mobil cepat berkarat. (Foto: Unsplash/Francis Farago)

Alasan pertama yang harus kamu pertimbangkan adalah adanya beberapa kandungan dalam air hujan. Seperti garam, kotoran halus, dan asam. Jika tidak dibersihkan dan dibiarkan terlalu lama, maka kandungan tersebut akan menimbulkan potensi munculnya karat dan membuat cat mobil cepat rusak.

Tidak hanya pada bodi mobil, kaca spion yang terkena air hujan pun juga menimbulkan tumbuhnya jamur jika dibiarkan terlalu lama. Hal ini bisa mengganggu pandanganmu saat berkendara. Untuk itu, segera cuci mobil agar kandungan garam cepat hilang.

2. Polusi yang sudah tercampur

Jangan Malas Cuci Mobil Setelah Hujan, Berisiko untuk Bodi Kendaraan
Air hujan yang sudah tercampur polusi tidak bagi untuk kesehatan mobil. (Foto: Unsplash/Ian Keefe)

Saat hujan turun, polusi akan terbawa bersama air hujan dan menempel pada bodi mobilmu. Bahayanya, air hujan yang tercampur dengan polusi memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi.

Ditambah, kamu tinggal di daerah perkotaan yang tingkat polusinya cukup tinggi dan pada akan kendaraan. Jika dibiarkan, maka akan menimbulkan karat dan kecacatan fisik pada ombil.

Baca juga:

5 Hal Penting Dalam Merawat Kendaraan

3. Adanya kandungan oksigen terlarut

Jangan Malas Cuci Mobil Setelah Hujan, Berisiko untuk Bodi Kendaraan
Besi yang terkena kandungan oksigen pada air hujan akan menjadi cepat berkarat. (Foto: Unsplash/Kevin Clark)

Air hujan yang mengandung oksigen tentu membuat besi mobil menjadi lebih cepat berkarat. Walaupun tidak terihat secara kasat mata, akan ada retakan kecil yang menjadi celah untuk masuknya oksigen yang ada pada air hujan. Ini menjadi penyebab utama mengapa mobilmu cepat berkarat.

Untuk itu, kamu harus segera mencuci mobil menggunakan sabun dan dibilas dengan air bersih. Jika tidak sempat, kamu cukup mengelap seluruh bagian eksterior sampai benar-benar bersih.

Perlu dicatat, jangan menggosok mobil menggunkaan lap. Sebab, kandungan garam dan kotoran halus berpotensi menyebabkan goresan pada cat mobil.

4. Kotoran yang menumpuk di bawah mobil

Jangan Malas Cuci Mobil Setelah Hujan, Berisiko untuk Bodi Kendaraan
Debu yang menempel akan membuat performa mobil menurun. (Foto: Unsplash/Joseph Greve)

Saat berkendara di musim hujan, tentu akan membuat bagian bawah mobil terkena cipratan air hujan, ataupun air kotor di jalanan. Setelah kering, air yang menempel di bagian bawah mobil akan menjadi tumpukan debu.

Tumpukan debu inilah yang membuat mesin mobil menjadi cepat rusak. Bisa jadi, kecepatan mobilmu berkurang dan akan merasakan adanya perbedaan dari sebelumnya. (And)

Baca juga:

Mobil Warna Putih Jangan Keseringan Dicuci


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH