Jangan Makan Berlebihan Saat Bekerja Di Rumah! Makan berlebihan tidak baik bagi tubuh (Foto: Twitter/@Unikai_Foods).

BEKERJA dari rumah alias work from home (WFH) adalah salah satu cara terpenting untuk mengendalikan penyebaran COVID-19. Namun, berada di rumah tanpa rutinitas seperti biasa bawaannya ingin makan melulu. Hampir setiap hari kamu harus menatap layar ponsel, laptop, atau komputer demi memantau pekerjaan. Tentu ini bikin perut keroncongan.

Jangan sampai kamu kebanyakan makan gara-gara WFH. Berat badan bisa naik, paling parahnya kamu mengalami obesitas. Melansir health.com, Supaya tidak makan berlebihan, ahli gizi menyarankan tiga strategi pola makan sehat di rumah berikut ini:

Baca juga:

Yuk Masak Sendiri Selama 'Self Isolation' dari Virus Corona

1. Atur jadwal makan yang ditetapkan

Atur jadwal makan (Foto: Pixabay/geralt)

Menyesuaikan diri dengan rutinitas yang konsisten membantu mengatur kadar gula darah dan insulin, hormon kelaparan, energi mental dan fisik, kesehatan pencernaan, bahkan siklus tidur. Cobalah untuk sarapan dalam waktu sekitar satu jam setelah bangun. Usahakan untuk makan tiga kali sehari, atau tiga kali makan dan satu makanan ringan berjarak sekitar 4-5 jam terpisah.

Misalnya, sarapan jam 8 pagi, makan siang jam 12, camilan jam 4 sore, dan makan malam jam 8 malam. Pola lainnya sarapan jam 9 pagi, makan siang jam 1 siang, dan makan malam jam 6 malam. Cobalah untuk tidak membiarkan lebih dari lima jam berlalu tanpa makan, dan atur alarm ponsel kamu sebagai pengingat sampai kamu terbiasa. Tanpa jadwal, kamu cenderung makan tanpa berpikir sepanjang hari.

2. Pastikan makanan dan minuman diimbangi dengan gizi

Imbangi dengan makanan sehar dan bergizi (Foto: Unsplash/kate5oh3)

Daripada mengambil makanan secara acak, pikirkan secara strategis tentang komponen makanan kamu. Dalam setiap sarapan, makan siang, dan makan malam, sertakan beberapa jenis produk, bersama dengan protein tanpa lemak dan lemak baik sebagai dasarnya. Makanan ini memasok nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung metabolisme yang sehat dan sistem kekebalan tubuh.

Menurut alodokter.com, makanan sehat dan bergizi di antaranya:

- Sayuran hijau, misalnya sawi hijau, brokoli, dan bayam dengan kandungan serat yang tinggi.

- Buah-buahan, misalnya apel, jeruk, alpukat, dan pisang karena di antaranya kaya akan viramin, lemak sehat, dan kalium.

Baca Juga:

Daftar Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh yang Lebih Baik

Selain sayur dan buah, konsumsi makanan dan minuman sehat lainnya seperti daging, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian, ikan dan makanan laut lainnya, serta susu.

3. Ketahui perbedaan antara kelaparan fisik dan emosional

Ketahui lapar karena fisik dan emosi (Foto: Unsplash/andiwhiskey)

Selama waktu yang penuh tekanan, mungkin sulit untuk mengatur kondisi lapar. Salah satu taktik yang membantu adalah menyesuaikan diri dengan tubuh. Kelaparan fisik memiliki gejala fisik, seperti perut yang sedikit menggeram.

Jika kamu sudah makan dengan gizi seimbang tetapi masih merasa lapar, kamu mungkin mengalami kecemasan atau kesepian. Jika kamu dapat berhenti dan membuat perbedaan, atasi emosi kamu dengan cara yang tidak melibatkan makan.

Nah, meskipun kamu aman dari COVID-19 di rumah, jangan sampai kamu sakit karena tidak bisa mengatur pola makan ya. (arb)

Baca juga:

Mesin Pengering Tangan Bisa Membunuh Virus Corona? Ini Penjelasannya



Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH