Jangan Lewatkan Sarapan Jangan melewatkan sarapan bila tidak ingin sakit. (Foto: julianedk/Pixabay)

MELEWATKAN sarapan ternyata cenderung berpotensi mendapatkan gangguan pada arteri.

Penelitian di Amerika oleh American College of Cardiology yang dituliskan pada laman TIME, mengungkapkan bahwa, melewatkan sarapan dapat membuat seseorang memasuki tahap satu aterosklerosis atau penyempitan dan pengerasan arteri.

Penelitian terhadap 4 ribu orang pria dan perempuan, dari umur 40-54 tahun di Spanyol, tentang sarapan berdasarkan asupan kalorinya, dengan ukuran 5% kurang, 5-20% dan 20% lebih.

Dari penelitian itu terungkap 3% responden mengonsumsi 5% kurang, yang hanya mengonsumsi kopi, juice atau jenis minuman lainnya. Sedangkan 69% responden sarapan dengan kalori rendah seperti roti panggang atau kue-kue. Kemudian 28% responden sarapan penuh, yakni biji-bijian, lemak baik, buah, sedikit gula dan padi-padian.

Kategori pertama menurut para peneliti cenderung berisiko pada penyakit jantung. Sedangkan responden yang mengonsumsi kurang dari 5% kalori cenderung berisiko mendapatkan aterosklerosis.

Umumnya responden yang melewatkan sarapan, memiliki lingkar pinggang yang besar dan body mass index paling tinggi, tekanan darah, kolesterol dan gula.

Meskipun belum jelas hubungannya antara penyebab dan dampaknya dengan ukuran melewatkan sarapan. Pada kenyataannya, menurut para peneliti, responden yang melewatkan sarapan memiliki gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan makan yang buruk, mengonsumsi alkohol dan merokok. Mereka pun memiliki kelebihan berat badan. Bisa jadi mereka berpikiran melewatkan sarapan karena ingin menguruskan badan. (psr)

Kredit : paksi


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH