Jangan Lakukan Stigma dan Diskrimasi Pada Pengidap HIV/AIDS Jangan buat stigma dan diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS. (Foto: Raden Yusuf Nayamenggala)

SALAH satu masalah terbesar dalam pencegahan HIV/AIDS adalah stigma dan diskriminasi terhadap pengidapnya.

Adanya pandangan negatif, ketakutan, termasuk kurangnya kepekaan dan kepedulian terhadap ODHA. Ini terjadi lantaran kurangnya informasi tentang HIV/AIDS di masyarakat.

Melihat hal itu, Yayasan Aids Indonesia (YAIDS) pun tak tinggal diam. Mereka menggelar acara Fun Aids Day guna memberikan contoh kepada masyarakat. Tujuannya adalah agar tak mendiskriminasi para pengidap HIV/AIDS.

"Kita ingin memberikan contoh kepada masyarakat, bahwa kita tidak perlu melakukan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terkena HIV/AIDS. Kita menunjukan itu dengan kegiatan langsung dengan orang-orang yang terdampak," tegas Bernhard Adilaksono selaku Edutaiment Coordinator dari Yayasan Aids Indonesia saat ditemui di Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Kamis (30/11)

Selain itu Bernhard Adilaksono menambakan jika digelarnya acara Fun Aids Day untuk lebih menyadarkan para masyarakat tentang bahayanya penyebaran virus tersebut.

"Selain menghimbau masyarakat untuk tak melakukan stigma dan diskriminasi. Kita juga ingin nunjukin pada masyarakat bahwa ketika kita melakukan perilaku beresiko, bukan hanya kita sendiri yang terdampak tapi juga keluarga kita atau orang lain," kata Bernhard.

Sekedar info saja, data yang dikutip dari P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ibu rumah tangga duduk pada peringkat kedua dengan 12.302 kasus. Hal itu pun akan berdampak pada anak yang tengah dikandungnya.

Peningkatan itu sendiri dapat dihentikan jika kita mau menghindari perilaku beresiko. Memberanikan diri untuk tes HIV untuk melindungi keluarga. Kemudian mengedukasi masyarakan mengenai dampak dari HIV&AIDS. (ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH