Kesehatan

Jangan Hujan-Hujanan, Nanti Sakit!

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 01 Juli 2018
Jangan Hujan-Hujanan, Nanti Sakit!

Hindari hujan pertama di akhir musim kemarau. (Foto: Pixabay/Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAK sedikit orangtua yang melarang anaknya hujan-hujanan. Kamu dulu pasti juga sering dilarang untuk hujan-hujanan. Apakah hujan dapat menyebabkan sakit?

Orangtua tentunya tidak mau kerepotan bila kamu menjadi sakit sehabis hujan-hujanan. Masa iya, hanya karena hujan-hujanan terus menjadi sakit? Laman Go Dok mengungkapkan mengapa orangtua kerap melarang anaknya hujan-hujanan.

Pusing

Ternyata, ketakutan orangtua jika kamu nantinya pusing karena hujan-hujanan ada benarnya. Faktanya, seperti yang ditulis oleh Go Dok dari Menshealth, guyuran air hujan akan membuat suhu tubuh lebih dingin, terutama area kepala. Hal inilah yang kemudian dicurigai sebagai pemicu timbulnya pusing. Sebab tubuh mengeluarkan energi lebih besar demi mengurangi rasa dingin.

hujan
Gerimis lebih banyak mengandung konsentrasi asam. (Foto: Pixabay/MasashiWakui)

Flu

Hujan-hujanan sebaiknya dihindari, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Ini karena dinginnya guyuran air hujan terbukti dapat memicu timbulnya beragam penyakit, seperti batuk dan flu. Ini sejalan dengan pernyataan dr. Jason Chia, Konsultan Dokter Olahraga dari Changi Sports Medicine Centre dan Singapore Sports Medicine Centre, yang menyimpulkan bahwa dinginnya air hujan tidak hanya dapat memicu penyempitan pembuluh darah di lapisan hidung dan tenggorokan. Tapi juga dapat melemahkan sistem imun sebab suhu tubuh berubah secara drastis.


Gerimis dan Deras

Konon hujan gerimis lebih berbahaya daripada hujan deras, benarkah? Pernyataan tersebut ada benarnya lho! Beberapa ahli percaya bahwa hujan gerimis lebih berpotensi menyebabkan pusing serta infeksi penyakit akibat bakteri dan virus. Alasannya? Ketika hujan deras, senyawa asam yang turut terbawa dalam awan akan disebar seiring dengan turunnya guyuran air. Lain halnya dengan hujan gerimis. Karena rendahnya volume air yang turun, senyawa asam akan lebih terkonsentrasi dalam setiap tetes hujan sehingga lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan memicu timbulnya infeksi penyakit.

hujan
Hujan dapat menyebabkan flu dan pusing. (Foto: Pixabay/Free-Photos)


Bahaya Hujan Pertama

Jangan merasa senang dahulu jika hujan pertama kali turun diakhir musim kemarau. Ini karena hujan yang pertama kali tercurah dipercaya mengandung banyak polutan dan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Senyawa, seperti timbal dan karbon monoksida, yang berasal dari polusi kendaraan dan asap buangan pabrik akan terkonsentrasi di awan. Kemudian akan turun bersama hujan. Singkatnya, semakin tinggi tingkat polusi suatu kota, semakin berbahaya hujan pertamanya.

Bagaimana masih mau hujan-hujanan? (psr)

#Hujan #Hujan Deras #Musim Hujan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Hujan Intensitas Tinggi di Jakarta, BMKG Keluarkan Peringatan Waspada
Aktivitas pekerja memakai payung saat hujan mengguyur kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 04 Februari 2026
Hujan Intensitas Tinggi di Jakarta, BMKG Keluarkan Peringatan Waspada
Indonesia
Jakarta Cerah pada Selasa (3/2) Pagi, BMKG Peringatkan Hujan Ringan Guyur Tiga Wilayah Saat Sore
Memasuki sore hari, dinamika cuaca mulai berubah signifikan.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Februari 2026
Jakarta Cerah pada Selasa (3/2) Pagi, BMKG Peringatkan Hujan Ringan Guyur Tiga Wilayah Saat Sore
Indonesia
Operasi SAR Tinggal Sehari Lagi, Pemuda Tenggelam di Cengkareng Belum Ditemukan
Tingginya debit air Kali Cengkareng Drain akibat musim hujan menjadi kendala utama tim SAR dalam melakukan pencarian korban.
Wisnu Cipto - Senin, 02 Februari 2026
Operasi SAR Tinggal Sehari Lagi, Pemuda Tenggelam di Cengkareng Belum Ditemukan
Indonesia
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Jabodetabek, Warga Diminta Tetap Waspada
BMKG umumkan Jabodetabek memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026. Masyarakat diminta waspada potensi cuaca ekstrem dan angin kencang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Jabodetabek, Warga Diminta Tetap Waspada
Indonesia
Jalan Rusak Picu Keluhan Warga Jakarta, Pemprov DKI Tambah Pasukan Kuning
Dinas Bina Marga DKI mencatat 6.000 titik jalan rusak telah ditangani dan berencana menambah personel PJLP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
Jalan Rusak Picu Keluhan Warga Jakarta, Pemprov DKI Tambah Pasukan Kuning
Indonesia
Banjir Jakarta 30 Januari 2026: 39 RT Terendam, Ratusan Warga Harus Mengungsi
Banjir Jakarta 30 Januari 2026 menyebabkan 39 RT terendam dan ratusan warga mengungsi. Hal itu dilaporkan oleh BPBD DKI Jakarta.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Banjir Jakarta 30 Januari 2026: 39 RT Terendam, Ratusan Warga Harus Mengungsi
Indonesia
Banjir Jakarta Hari ini, Rute Transjakarta dan Miktorans Ikut Terdampak
Hujan lebat yang menyebabkan banjir Jakarta, membuat sejumlah layanan Transjakarta dan Mikrotrans terganggu.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Banjir Jakarta Hari ini, Rute Transjakarta dan Miktorans Ikut Terdampak
Indonesia
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 17 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam
Hujan deras telah memicu banjir di Jakarta hingga Kamis (29/1) pagi. BPBD DKI melaporkan, 17 RT dan 2 ruas jalan terendam banjir.
Soffi Amira - Kamis, 29 Januari 2026
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 17 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam
Indonesia
Prakiraan Cuaca Jakarta 27 Januari 2026: Sebagian Wilayah Diguyur Hujan hingga Malam Hari
Cuaca Jakarta pada 27 Januari 2026 akan diguyur hujan hingga malam hari. Hal itu diungkapkan BMKG melalui laman resminya.
Soffi Amira - Selasa, 27 Januari 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta 27 Januari 2026: Sebagian Wilayah Diguyur Hujan hingga Malam Hari
Indonesia
Hujan Lebat yang Dapat Disertai Angin Kencang Akan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 29 Januari, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan berpeluang diguyur hujan lebat yang dapat disertai angin kencang.
Frengky Aruan - Senin, 26 Januari 2026
Hujan Lebat yang Dapat Disertai Angin Kencang Akan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Indonesia hingga 29 Januari, BNPB Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
Bagikan