Jangan Hanya DIpecat, Mantan Dirut Garuda Juga Harus Diproses Hukum Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara (ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu)

MerahPutih.com - Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai mantan Dirut PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra tak cukup hanya dipecat dari jabatannya. Neta menyebut, perlu ada proses hukum yang lebih serius mengingat adanya kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar.

"Direskrimsus Polda Metro Jaya juga harus segera menangkap dan menahannya dalam kasus penyelundupan komponen Harley-Davidson, yang merugikan negara miliaran rupiah," kata Neta kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (6/12).

Baca Juga

Bosnya Tersangkut Dugaan Penyelundupan Harley, Operasional Garuda Tak Terganggu

Neta melanjutkan, dalam kasus penyelundupan yang diduga melibatkan Dirut Garuda ini, polisi juga perlu mengusut dengan serius, apakah penyelundupan itu baru pertama kali dilakukan atau sudah berulang kali terjadi tapi tidak terbongkar.

Neta
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane

"Dengan demikian jajaran kepolisian bisa membongkar jaringan penyelundupan lewat pesawat udara, terutama yang melibatkan oknum pejabat tinggi," imbuh Neta.

Selama ini, lanjut Neta, aksi penyelundupan lewat udara hanya sekadar isu dan sangat sulit tersentuh karena diduga melibatkan orang orang penting. Jika polisi berhasil menuntaskan kasus penyelundupan yang diduga melibatkan Dirut Garuda ini, publik tentunya akan memberi apresiasi pada Polri.

"Publik akan melihat bahwa jajaran Polri tidak cuma berani menangkap dan menahan para penyelundup pakaian bekas dari luar negeri, yang jumlah kerugian negaranya tidak terlalu besar, tapi berani juga menangkap dan menahan penyelundup kelas kakap via udara," sebut Neta

Baca Juga

Dugaan Penyelundupan Harley Davidson Libatkan Bos Garuda, Erick Thohir: Ini Sangat Menyedihkan

Ia menyebut, Direskrimsus Polda Metro Jaya jangan tutup mata atau tebang pilih dalam menangani kejahatan, terutama yang melibatkan pejabat negara.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membeberkan kerugian negara akibat penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepeda Brompton oleh Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Ashkara).

"Potensi total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai dengan Rp1,5 miliar," ujar Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani didampingi Menteri BUMN, Erick Thohir merilis barang bukti komponen motor Harley Davidson buatan tahun 1972 dan dua sepeda Brompton yang merupakan dugaan penyelundupan yang dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra dengan pesawat baru Airbus A330-900 milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di Gedung Juanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, (5/12/2019). Petugas DJBC Bandara Soekarno-Hatta menemukan sejumlah koper berisi komponen motor Harley Davidson buatan 1972 dan dua sepeda Brompton yang tidak declare cargo bea cukai di lambung pesawat baru Airbus A330-900 milik PT Garuda Indonesia. Barang bukti penyelundupan tersebut diakui milik Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra. Total potensi kerugian negara kalau tidak declare Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar. Merahputih.com / Rizki Fitriant
Menteri Keuangan, Sri Mulyani didampingi Menteri BUMN, Erick Thohir merilis barang bukti komponen motor Harley Davidson buatan tahun 1972 dan dua sepeda Brompton yang merupakan dugaan penyelundupan yang dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra dengan pesawat baru Airbus A330-900 milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di Gedung Juanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, (5/12/2019). Petugas DJBC Bandara Soekarno-Hatta menemukan sejumlah koper berisi komponen motor Harley Davidson buatan 1972 dan dua sepeda Brompton yang tidak declare cargo bea cukai di lambung pesawat baru Airbus A330-900 milik PT Garuda Indonesia. Barang bukti penyelundupan tersebut diakui milik Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra. Total potensi kerugian negara kalau tidak declare Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar. Merahputih.com / Rizki Fitriant

Sri Mulyani memaparkan, berdasarkan hasil penelusuran di pasaran, perkiraan nilai motor Harley-Davidson tersebut berkisar antara Rp200 juta hingga Rp800 juta per unit. Sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unit.

Baca Juga

Ini Penampakan Harley Davidson yang Diselundupkan di Pesawat Garuda

"Kami juga melihat beberapa transaksi keuangan yang ditengarai memiliki hubungan dengan inisiatif untuk membeli dan membawa motor tersebut ke Indonesia," tambah Sri Mulyani. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH