Jangan Diskriminasi Murid yang Belajar dari Rumah Selama PTM Jangan diskriminasi anak yang belajar dirumah (Foto: pixabay/sasint)

SAAT ini sejumlah sekolah di Indonesia sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM. Tapi ada beberapa sekolah yang masih belum menggelar hal itu lantaran belum siapnya sekolah mengadakan PTM di masa pandemi COVID-19, atau orang tua murid yang tidak mengizinkan anaknya melakukan PTM karena alasan tertentu.

Mengenai hal tersebut, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengatakan bahwa tidak boleh ada diskriminasi untuk murid yang tetap belajar dari rumah, selama pembelajaran tatap muka terbatas.

Baca Juga:

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Dokter Tekankan Pentingnya Prokes

"Tidak boleh ada diskriminasi kepada anak yang belajar dari rumah atau pertemuan tatap muka di sekolah," tutur Sri, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Jangan mendiskriminasi murid yang belum bisa melakukan pembelajaran tatap muka (Foto: pixabay/1499541)

Untuk murid yang memilih untuk tetap belajar di rumah ketika sekolah sudah mengadakan pembelajaran tatap muka terbatas diperbolehkan. Hal itu lantaran partisipasi anak tergantung dari izin orangtua.

Jadi, tidak masalah apabila orangtua tidak mengizinkan anak belajar di sekolah arena alasan tertentu. Seperti halnya sang anak mempunyai penyakit komorbid atau belum divaksinasi COVID-19.

"Kunci terakhir anak-anak bisa PTM adalah izin dari orangtua," ujar Sri.

Meski begitu, ada konsekuensi yang harus dihadapi oleh orangtua, saat anaknya tetap belajar di rumah. Yakni harus mendampingi agar anak mendapatkan ilmu yang sama seperti di sekolah.

Apabila pembelajaran di sekolah berlangsung secara hibrida, anak dapat tetap mendapat ilmu meski belajar dari rumah. Namun masalahnya, bagi sekolah-sekolah yang tidak punya fasilitas untuk menjalankan pembelajaran secara hibrida, baik guru maupun orang tua perlu berkomunikasi, agar anak pun mendapat materi meski tidak hadir ke sekolah.

Baca Juga:

Kenali Manfaat Self-esteem Bagi Perkembangan Anak

Guru harus proaktif berkomunikasi dengan orang tua (Foto: pixabay/amrthele)

Menurut Sri, Guru harus proaktif berkomunikasi dengan orang tua. Seperti menyampaikan materi yang disampaikan, agar orangtua bisa memantau aktivitas dan penugasan dari guru.

Selain itu, Sri juga menegaskan, bahwa guru dan sekolah mesti memberikan hak belajar untuk anak. Dalam hal ini, diskriminasi soal penilaian pun tidak boleh dilakukan untuk anak yang belajar dari rumah di tengah PTM terbatas.

"Penilaian harus diberikan secara adil dan bijaksana, tidak boleh karena belajar di rumah nilainya dikurangi, itu tidak boleh boleh dan tidak ada peraturan seperti itu," jelas Sri.

Sedikit informasi, sekolah di daerah dengan Pemberlakukan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 sampai 3 boleh menggelar PTM. Namun, seluruh tenaga pendidik harus sudah vaksinasi, minimal dosis pertama. Selain itu, siswa pun harus mendapat izin dari orangtua dan sekolah, serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Ryn)

Baca Juga:

Pentingnya Orangtua Menghargai Potensi Anak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Santuy Abis, Deretan Artis Korea Ini Hobi Naik Kendaraan Umum
ShowBiz
Santuy Abis, Deretan Artis Korea Ini Hobi Naik Kendaraan Umum

Artis-artis Korea yang senang naik kendaraan umum

Unik, Jepang Buat Masker yang Terbuat dari Roti Melon
Fun
Unik, Jepang Buat Masker yang Terbuat dari Roti Melon

Mereka membuat masker yang terbuat dari roti dan bisa dimakan.

Warna Darah Menstruasi Jelaskan Kondisi Kesehatan
Fun
Warna Darah Menstruasi Jelaskan Kondisi Kesehatan

Perhatikan warna darah menstruasi.

Dewa United Buka Sentra Vaksinasi Gratis, Begini Cara Daftarnya
ShowBiz
Dewa United Buka Sentra Vaksinasi Gratis, Begini Cara Daftarnya

Dalam keterangan resmi yang diterima MerahPutih.com, dosis pertama akan diberikan pada 4-5 Agustus dan dosis kedua akan diberikan pada 8-9 September.

Bisakah Kamu Menyebarkan COVID-19 Setelah Mendapatkan Vaksin?
Fun
Bisakah Kamu Menyebarkan COVID-19 Setelah Mendapatkan Vaksin?

Seberapa efektif daya tahan tubuh melawan COVID-19 setelah divaksin?

Lidia Sobieska, Karateka Asal Polandia yang Hadir di Tekken 7
ShowBiz
Lidia Sobieska, Karateka Asal Polandia yang Hadir di Tekken 7

Sobieska adalah seorang perdana mentri Polandia yang hadir untuk bertarung untuk bangsanya

Mewah, Koleksi Busana 'Beatrix' Karya Ayu Dyah Andari
Fashion
Mewah, Koleksi Busana 'Beatrix' Karya Ayu Dyah Andari

Pada koleksinya kali ini yang bertajuk 'Beatrix', Ayu menyisipkan element of suprise pada setiap designnya.

Rilis Buku Tentang Self-Love, John Cena Berterima Kasih pada BTS dan ARMY
ShowBiz
Rilis Buku Tentang Self-Love, John Cena Berterima Kasih pada BTS dan ARMY

Dengan bangga, John Cena mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu penggemar berat BTS.

Jatuh Bangun Paul van Doren demi Vans
ShowBiz
Jatuh Bangun Paul van Doren demi Vans

Berawal dari pabrik kecil yang hanya mampu menjual 12 pasang sepatu.

Dracula Simia, Anggrek  dengan Wajah Monyet
Hiburan & Gaya Hidup
Dracula Simia, Anggrek dengan Wajah Monyet

Mimikri tanaman angrek ini menarik lalat agas jamur.