Jangan cuma Suka Kopi, Yuk Belajar Jadi Barista di ABCD School of Coffee Hendri Kurniawan dirikan ABCD School of Coffee untuk mencetak barista. (foto: MP/Rizki Fitrianto)

KOPI kini menjadi gaya hidup yang tak lagi terpisahkan. Tempat ngopi atau coffee shop pun bertebaran di mana-mana. Namun sayang, pertumbuhan kafe tidak diikuti jumlah barista yang memadai.

Kurangnya jumlah barista itulah yang mendorong Hendri Kurniawan mendirikan A Bunch of Coffee Dealer (ABCD) School of Coffee.

Hendri mengatakan kebutuhan akan barista besar sekali. Banyak yang membuka kafe, tapi barista kurang.

"Jadi saya berpikir, saya kan punya pengalaman barista, juga sering menjuri. Jadi punya banyak pengetahuan. Saya buka kursus ini, mengajarkan apa yang saya tahu," ujar Hendri ketika mengisi sesi cupping kopi di kantor merahputih.com, beberapa waktu lalu.

Seperti namanya, ABCD School of Coffee adalah sekolah kopi yang mengajarkan kopi secara menyeluruh. Siswa yang datang akan belajar secara kopi, cara menyeduh, menyicip, hingga cara menuang. Selain itu, sesuai tagline 'From Zero to Cappucino', ABCD School of Coffee melatih siswa segala hal tentang kopi dari nol hingga bisa meracik cappucino.

Hendri menyebut siapa saja bisa datang dan belajar di ABCD School of Coffee. Tak ada batas usia untuk belajar mengenal kopi di sekolah itu. Bahkan ada peserta termuda yang berumur 11 tahun yang sudah mulai jago bikin kopi. Yang tertua, sebut Hendri, ialah siswa yang berusia 60 tahun ke atas.

"Yang datang ke ABCD School of Coffee enggak cuma yang suka kopi. Banyak juga yang bukan pecinta kopi yang datang. Setelah dikenalkan, malah jadi penyuka kopi malah jadi pemilik kafe sekarang," ujarnya.

Di ABCD School of Coffee, tidak ada batas waktu untuk belajar. Siswa bisa datang kapan saja. Demikian juga dengan lamanya belajar. Hendri menyebut drive dan passion setiap siswa sebagai faktor penentu rentang waktu untuk menguasai kopi.

"Sekarang ini, banyak yang ingin jadi barista. Ada yang autodidak, ada juga yang jadi barista setelah belajar," ujar Hendri.

Ia mengatakan tidaklah sulit menjadi barista. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Untuk mejadi barista, seseorang harus banyak membaca. Tak cukup hanya membaca, praktik juga penting.

"Kalau hanya baca tanpa praktik juga enggak bisa. Harus dikombinasi," saran Hendri.

Selain itu, Hendri juga menyebut passion sebagai syarat menjadi seorang barista. Dengan punya passion dalam dunia kopi, seseorang akan berusaha keras mewujudkan keinginannya menjadi barista.

"Semua orang bisa jadi barista. Ada passion. Jadi barista autodidak saja tidak cukup. Dengan mengikuti kelas, penguasaan kopi untuk menjadi barista pun akan jadi lebih cepat," ujar Hendri.

ABCD School of Coffee yang didirikan pada 2014 itu berlokasi di Pasar Santa, kini lokasi sekolah berpindah ke daerah Menteng.

Tertarik menjadi siswa ABCD School of Coffee? Silakan hubungi via e-mail emily@abcd_coffee.com atau cek laman mereka https://abcd.coffee/(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH