Jangan Bicara dan Makan Minum di Transportasi Umum, Ini Bahayanya Sejumlah penumpang menggunakan masker dan duduk berjarak di dalam gerbong KRL Commuter Line, Stasiun Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

MerahPutih.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengingatkan masalah etika yang patut dipatuhi masyarakat saat menggunakan transportasi umum di tengah pandemi virus corona.

Selain menjaga jarak dan mengenakan masker, etika itu adalah menghindari berbicara sesama penumpang dan jangan makan serta minum.

Baca Juga

Corona Disebut Rekayasa Manusia, Doni Monardo: Ini Malaikat Pencabut Nyawa

"Patuhi etika ,upayakan kalau ada di kendaraan umum di transportasi massal, upayakan semaksimal mungkin, di samping menggunakan masker dan jaga jarak, jangan berbicara, jangan makan, jangan minum, di dalam kendaraan umum, dan hal yang akan membuat kita lengah," ujar Yurianto di BNPB, Senin (13/7).

Yurianto menyebut apabila etika itu diabaikan, maka berpotensi memicu meluasnya penyebaran virus corona di dalam transportasi umum.

"Kita tidak tahu siapa yang terkena dan kemudian yang membawa virus ini dan ada di sekitar kita," ucap Yurianto.

Penumpang MRT

Yuri juga mengingatkan masyarakat untuk tak membuka masker, sekalipun saat berbicara dengan orang terdekat. Ia juga meminta saat berbicara tetap saling menjaga jarak.

"Kita harus meyakini bahwa menggunakan masker harus dilakukan sekalipun kita merasa di tengah orang-orang yang sudah kita kenal, merasa di tengah kolega kita, rekan kerja kita yang setiap hari sudah kita kenal, tetap gunakan masker. Karena kesalahan justru terjadi di tempat yang seperti itu," kata Yurianto.

"Upayakan tetap menjaga jarak dan tidak berusaha untuk mendekat ke arah orang yang kita ajak bicara, gunakan masker dan patuhi," tuturnya.

Yuri mengatakan berbicara dalam kendaraan umum yang minim sirkulasi udara rentan menularkan virus.

"Upayakan kalau berada di kendaraan umum, transportasi umum di samping menggunakan masker dan menjaga jarak, jangan berbicara, jangan makan, jangan minum di dalam kendaraan umum, karena ini membuat kita lengah," ujar Yurianto.

Baca Juga

Update Kasus Corona di Jakarta Senin (13/7)

Namun jika terpaksa harus berbicara dengan orang lain, Yurianto mengingatkan untuk tetap saling menjaga jarak setidaknya satu hingga dua meter.

"Dan berupaya tidak mendekat ke orang yang kita ajak bicara," katanya.

Yurianto juga mengingatkan bahwa penularan COVID-19 hari ini bisa melalui droplet yang ukurannya kecil (mikro droplet). Mikro droplet ini bisa bertahan lama di udara yang tidak tersirkulasi dengan baik.

"Penularan ini bisa dilakukan oleh droplet yang ukuranya kecil, bisa melayang di udara relatif lebih lama," katanya.

Yurianto kembali mengajak masyarakat agar selalu menggunakan masker ketika beraktivitas. Penggunaan masker dinilai ampuh mencegah penularan.

"Kita harus meyakini bahwa menggunakan masker harus dilakukan sekalipun kita berada di tengah-tengah orang yang kita kenal," kata Yurianto.

Dia mengatakan, kendati mereka orang-orang yang sudah kita kenal, tapi potensi penularan Covid-19 akan tetap ada jika berada di suatu ruangan dengan banyak orang.

"Karena kesalahan justru terjadi di tempat yang seperti ini. Kita tidak tahu siapa yang terkena dan membawa virus ini," ucapnya.

Oleh karenanya, kata Yurianto penggunaan masker mutlak dilakukan meskipun sedang berada di tengah orang yang telah dikenal. Di samping juga menjaga jarak serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin harus dilakukan untuk menghindari penyebaran COVID-19

Baca Juga

Update COVID-19 Senin (13/7): 76.981 Positif, 36.689 Sembuh

Per Senin (13/7) mencapai 1.681 kasus. Sehingga totalnya secara nasional menjadi 75.699 kasus.

"Hari ini kita melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 22.379 spesimen. Sehingga total spesimen yang telah kita periksa adalah 1.601.367 spesimen," jelas Yurianto. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satpol PP Solo Langsung Tutup Tempat Usaha Jika Melanggar Aturan PPKM Level 4
Indonesia
Satpol PP Solo Langsung Tutup Tempat Usaha Jika Melanggar Aturan PPKM Level 4

Tindakan tegas tersebut berupa penutupan langsung tempat usaha tanpa harus diberikan peringatan terlebih dulu.

Mobilitas Warga PPKM Darurat Masih Tinggi, Gibran Dukung Penutupan 6 Ruas Jalan
Indonesia
Mobilitas Warga PPKM Darurat Masih Tinggi, Gibran Dukung Penutupan 6 Ruas Jalan

Penutupan jalan tersebut dilakukan seiring dengan masih tingginya mobilitas warga di tengah pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Puncak Kasus COVID-19 Akibat Mudik Bakal Terasa di Pertengahan Juni
Indonesia
Puncak Kasus COVID-19 Akibat Mudik Bakal Terasa di Pertengahan Juni

Kementerian Kesehatan memperkirakan laporan puncak kasus COVID-19 usai Lebaran tidak akan setinggi pada agenda liburan sebelumnya.

Anggota DPR Fraksi PKS Diminta Sisihkan Gajinya Bantu Korban Banjir Bandang
Indonesia
Tujuh Tahanan Kabur dari Polres Sergai Masih Berkeliaran
Indonesia
Tujuh Tahanan Kabur dari Polres Sergai Masih Berkeliaran

Jajaran Polda Sumatera Utara masih memburu tujuh orang lagi tahanan narkoba yang kabur dari Polres Serdang Bedagai (Sergai).

Periksa Jaksa Pinangki, Bareskrim Minta Izin Kejagung
Indonesia
Periksa Jaksa Pinangki, Bareskrim Minta Izin Kejagung

Penyidik ingin mengklarifikasi dugaan aliran dana dari Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki

Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Pelaku Pemalsuan Surat Tes PCR
Indonesia
Polda Metro Jaya Tangkap Tiga Pelaku Pemalsuan Surat Tes PCR

Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku pemalsuan surat hasil tes PCR palsu lewat media sosial Instagram. Mereka adalah MHA (21), EAD (22), dan MAIS (21).

DKI Benahi Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir
Indonesia
DKI Benahi Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Ingub Nomor 52 Tahun 2020 tentang Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir di Era Perubahan Iklim.

3 Orang Tewas Ditembak Diduga Oleh Anggota Polisi
Indonesia
3 Orang Tewas Ditembak Diduga Oleh Anggota Polisi

Korban yang juga anggota TNI menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan di tembakkan kepada ketiga korban secara bergantian.

COVID-19 tak Kunjung Selesai, Gibran Ajukan Biaya Tidak Terduga Rp 110 Miliar ke DPRD
Indonesia
COVID-19 tak Kunjung Selesai, Gibran Ajukan Biaya Tidak Terduga Rp 110 Miliar ke DPRD

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengajukan belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp 110 miliar ke DPRD Solo, Jawa Tengah. Dana tersebut diperuntukan bagi penanganan COVID-19 serta belanja lainnya terkait kebencanaan.