Jangan Biarkan Anak di Bawah 2 Tahun Main Gadget! dr Mesty Ariotedjo. (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

KIDS Jaman Now tak bisa lepas dari gadget. Begitu pula balita. Tidak masalah memberi mereka gadget bila efektif untuk belajar atau menjaga komunikasi orangtua dengan anak.

Persoalannya, anak-anak, khususnya yang usianya masih di bawah dua tahun belum stabil emosinya. Hal itu dipaparkan dokter sekaligus model dan pemusik, Mesty Ariotedjo.

Berlatas alasan tersebut, ia menyarankan anak-anak yang usianya di bawah dua tahun tidak dimanjakan dengan gadget.

“Yang jelas sampai usia dua tahun itu anak masih dalam fase perkembangan, dalam arti perkembangan dari emosional dan mentalnya dia” ucap dr Mesty Ariotedjo saat ditemui di kawasan Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta, baru-baru ini.

Ia menganjurkan penggunaan gadget oleh anak di bawah dua tahun dibatasi seminimal mungkin.

“Jadi sampai dua tahun itu kita ajarkan person to person. Jadi orangtua terhadap anak dan anak lebih difokuskan pada lingkungan sekitar. Biasanya sih saya menyarankan sampai usia dua tahun itu kalo bisa sangat minimal dengan gadget,” tambahnya.

Pemanfaatan gadget untuk anak boleh saja, tetapi harus difungsikan untuk hal-hal yang edukatif dan durasi maksimal melihat gadget dalam satu hari adalah satu jam.

“Tergantung pinter-pinternya orang tua bisa memanfaatkan gadget, tapi dari dokter-dokter menyarankan screen time itu satu jam perhari Karena sebelum usia dua tahun pas belum lama lahir anak-anak itu merasakan emotional attachment terhadap orangtua mereka,” tutur dr Mesty.

Satu jam main gadget tidak masalah bila memang bersifat edukatif. Asal jangan terus menerus hingga anak terlepas dari lingkungan sosial dan interaksi dengan masyarakat sekitar.

Jika para orangtua tetap memanjakan anaknya yang masih di bawah usia dua tahun dengan gadget, risikonya ialah anak bisa terkena dampak negatif lantaran terbentuk keamanan terhadap lingkungan sekitar, orang tua, bahkan dirinya sendiri.

“Kalau orangtua dari kecil memanjakan anak dengan gadget, yang terjadi adalah anak merasa tidak punya siapa-siapa dan akan menjadi individu yang tidak percaya diri dan tidak merasa aman,” ucap Mesty.

Efek negatif lain ialah anak dapat terkena autisme.

“Biasanya yang terjadi adalah interaksi sosial yang kurang, autisme , dan attention-deficit disorder (kurang perhatian). Kalau untuk mata, melihat gadget terlalu lama dapat menyebabkan gangguan yah , gangguan refraksi dan juga menyebabkan sakit kepala atau pusing,” pungkas dr Mesty. (Ryn)

Baca juga aturan main gadget pada anak dalam artikel Mau Biarkan Anak Main Gadget? Ini Aturannya Kata Kak Seto.

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH