Jangan Asal Diet, Kekurangan Karbohidrat Bisa Sebabkan Kanker Usus! Pasta, Salah Satu Pilihan Jenis Karbohidrat (Foto: Pixabay/Stevepb)

KARBOHIDRAT menjadi kebutuhan utama manusia dalam memenuhi nutrisi di dalam tubuhnya. Apalagi orang Indonesia sangat akrab dengan makanan berkarbohidrat tinggi, seperti nasi. Tingginya karbohidrat membuat orang mengonsumsi kalori yang cukup besar, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Alhasil banyak yang beranggapan bahwa mengurangi karbohidrat adalah solusi paling efektif untuk mengurangi berat badan.

Teorinya adalah bahwa menghilangkan karbohidrat memaksa kamu ke keadaan ketosis, dimana tubuh kamu membakar lemak yang tersimpan. Ini akurat hingga titik tertentu, tetapi jika asupan kalori kamu terlalu rendah, tubuh kamu juga dapat mulai membakar otot dan bahkan jaringan organ. Ini akan melemahkan kamu dan bahkan dapat mengancam kesehatan. Salah satunya adalah menurunnya kesehatan pada bagian usus.

Baca juga:

Menghindari Asupan Karbohidrat Ternyata Berbahaya bagi Tubuh

Melansir laman HelloSehat, dalam penelitian yang dilakukan Tim peneliti dari University Dayton, mereka membuat replika usus menusia menggunakan berbagai alat dengan teknologi mutakhir untuk menjalankan penelitiannya, serta menggunakan feses dari pendonor untuk menjalankan penelitian ini.

Jangan Asal Diet, Kekurangan Karbohidrat Bisa Sebabkan Kanker Usus!
Waspada Kanker Usus Jika Kekurangan Karbohidrat (Foto: Pixabay/Stevepb)

Penelitian yang dilakukan tersebut menemukan bahwa ketika seseorang dengan pila makan seimbang beralih ke diet tinggi lemak tanpa karbohidrat, maka jumlah bakteri di dalam ususnya jadi menurun. Berkurangnya bakteri yang diperlukan usus ini lama kelamaan akan mengurangi produksu asam lemak rantai pendek dan antioksidan di dalam usus.

Padahal, kedua senyawa ini sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan usus. Asam lemak rantai pendek dan antioksidan di dalam usus merupakan senyawa kimia yang sangat penting untuk melawan kerusakan DNA dan penuaan akibat radikal bebas dalam sel usus. Ketika kedua senyawa ini berkurang, maka kemungkinan terjadinya peradangan dan risiko kanker usus akan semakin besar.

Maka dari itu, menurut peneliti dampak diet rendah karbohidrat yang ekstrem justru berbahaya, bukannya menyehatkan. Terlalu sedikit karbohidrat akan membuat penurunan produksi asam lemak rantai pendek dan antioksidan di dalam usus yang cukup membahayakan ke depannya.

Baca juga:

Bukan untuk Dihindari, Kenali Jenis Karbohidrat yang Tepat Untukmu

Melansir laman HealthyEating, karbohidrat memiliki peranan yang penting bagi tubuh. Karbohidrat terdiri dari gula, pati, dan serat yang merupakan bagian dari triad nutrisi yang memberi tubuh kamu energi. Makanan terdiri dari tiga bentuk: Karbohidrat, protein, dan lemak.

Jangan Asal Diet, Kekurangan Karbohidrat Bisa Sebabkan Kanker Usus!
Karbohidrat Penting Bagi Tubuh (Foto: Pixabay/Free Photos)

Masing-masing memainkan peran spesifik dalam menjaga tubuh kamu berfungsi. Karbohidrat di konversi menjadi energi lebih cepat daripada protein atau lemak. Mereka membantu menjaga tubuh kamu daari pembakaran protein di otot dan memetabolisme lemak.

Karbohidrat juga penting untuk fungsi otak. Pada dasarnya otak bekerja dengan gula. Konversi glukosa di otot kamu membutuhkan waktu lebih lama dan tidak seefisien konversi gula menjadi karbohidrat. Menghindari semua karbohidrat juga dapat membuat mental kamu merasa lamban, mudah tersinggung, dan bingung.

Kondisi itu dapat memengaruhi kemampuan kamu untuk memilikih kata-kata dan mengekspresikan pikiranmu. Kamu juga mungkin mengalami sakit kepala dan pusing. Oleh karena itu, karbohidrat sangat penting bagi tubuh, walaupun sedang dalam program diet. Hanya saja, jumlah takaran yang dikonsumsi boleh di perkecil bukan di hilangkan. (Nic)

Baca juga:

Jangan Konsumsi Gula dan Karbohidrat Berlebihan, Ini Bahayanya untuk Otak


Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH