Jamaah Bahar Smith Geruduk Lapas Gunung Sindur, Kalapas Tegaskan Belum Boleh Dijenguk Para jemaah Bahar Smith di depan Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). (ANTARA/HO-istimewa)

Merahputih.com - Puluhan jamaah Habib Bahar Smith menggeruduk Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5). Penggerudukan dilakukan pascapencabutan program asimilasi terpidana kasus penganiayaan remaja itu.

"Mereka ingin Habib Bahar dibebaskan," kata pengacara Bahar Smith, Aziz Yanuar saat dihubungi.

Baca Juga:

Langgar PSBB, Bahar Smith Dibui Lagi Baru Boleh Bebas 18 November 2021

Menurutnya, hingga kini belum ada perwakilan dari keluarga dan kuasa hukum yang dibolehkan menjenguk Bahar Smith. Tapi, menurut Aziz para jamaah akan tetap menanti di depan gerbang lapas.

"Massa hanya ingin Habib Bahar bisa ditemui pengacara dan keluarga. (Mereka tetap) di pos aja," kata Aziz.

Bahar Smith disambut oleh jemaahnya usai bebas melalui program asimilasi. (ANTARA/HO)
Bahar Smith disambut oleh jemaahnya usai bebas melalui program asimilasi. (ANTARA/HO)

Seperti diketahui, Bahar Smith hingga kini tidak bisa dijenguk siapa pun, karena menempati sel isolasi yang biasa dihuni narapidana teroris di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Ya belum boleh dijenguk, karena masih di isolasi. Sel isolasi ada teroris, narkoba dan lain-lain sebagainya," ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Khusus Kelas llA Gunung Sindur, Mulyadi saat dihubungi, Selasa (19/5).

Baca Juga:

Pengacara Ngeles Dakwah Bahar bin Smith Bahas Pemerintah Somalia

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, Bahar Smith dijemput oleh petugas pemasyarakatan dan kembali ditahan karena program asimilasinya dicabut. Bahar sempat diperingatkan oleh petugas pemasyarakatan karena langsung kembali berdakwah di pondok pesantrennya. Dakwah itu dinilai mengundang massa, sehingga melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bahar Smith sempat dinyatakan bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong lewat program asimilasi pada Sabtu (16/5). (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Larangan Bansos Tunai untuk Beli Rokok Dinilai Tepat
Indonesia
Larangan Bansos Tunai untuk Beli Rokok Dinilai Tepat

"Jadi sungguh tepat langkah yang dilakukan Menteri Sosial melarang BLT untuk membeli rokok serta memantau dengan ketat penggunaannya," kata Tigor

Kemenkumham Resmi Teken SK Kepengurusan Baru PPP
Indonesia
Kemenkumham Resmi Teken SK Kepengurusan Baru PPP

Kemenkumham secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) terkait kepengurusan baru PPP, Selasa (9/3) kemarin.

KPK Turun Tangan Pantau Korupsi Lahan di Labuan Bajo
Indonesia
KPK Turun Tangan Pantau Korupsi Lahan di Labuan Bajo

KPK bakal menerjunkan tim koordinasi dan supervisi (korsup) kasus dugaan korupsi pengelolaan aset tanah di Labuan Bajo.

Tangani Korban Gempa, RS Terapung TNI AL Bersandar di Mamuju Sulbar
Indonesia
Tangani Korban Gempa, RS Terapung TNI AL Bersandar di Mamuju Sulbar

Pada misi kemanusian di Mamuju, KRI SHS-990 didukung dua helikopter yang berguna untuk mengangkut korban gempa yang tidak terjangkau.

Pemprov DKI Tutup 34 Perkantoran karena Karyawan Terinfeksi COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Tutup 34 Perkantoran karena Karyawan Terinfeksi COVID-19

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta telah melakukan penutupan sebanyak 34 perkantoran terkait kasus virus corona.

Aksi Terorisme Menguat Jelang Akhir Tahun
Indonesia
Aksi Terorisme Menguat Jelang Akhir Tahun

"Aksi teror oleh kelompok Mujahid Indonesia Timur (MIT) di Sigi Sulteng (27/11) menunjukkan aksi teror di tanah air menggeliat kembali," katanya

Pemprov DKI Tak Pungkiri Bakal Kembali Tarik Rem Darurat
Indonesia
Pemprov DKI Tak Pungkiri Bakal Kembali Tarik Rem Darurat

Wagub pun meminta kepada semua pihak untuk tidak meremehkan protokol kesehatan

KPK Lakukan Operasi di Gresik Jawa Timur
Indonesia
KPK Lakukan Operasi di Gresik Jawa Timur

KPK memastikan setiap perkembangan hasil kegiatan penyelidikan oleh tim KPK di Jawa Timur tersebut akan disampaikan lebih lanjut pada publik.

Kasus Positif Corona Melonjak Jadi 6.248 Orang
Indonesia
Kasus Positif Corona Melonjak Jadi 6.248 Orang

Pasien meninggal dunia bertambah 15 menjadi 535 orang.

Komentari Status Red Notice Djoko Tjandra Hilang, Jaksa Agung: Itu Selamanya Sampai Tertangkap
Indonesia
Komentari Status Red Notice Djoko Tjandra Hilang, Jaksa Agung: Itu Selamanya Sampai Tertangkap

Red notice terhadap Djoko sudah diajukan ke Interpol sejak 2009.