Jalan Tol Layang Akan Dibangun Di Yogyakarta, Ini Lokasinya

Eddy FloEddy Flo - Senin, 18 September 2017
Jalan Tol Layang Akan Dibangun Di Yogyakarta, Ini Lokasinya

Ilustrasi jalan layang tol (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Jalan tol layang akan dibangun melintasi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalan tol ini adalah lanjutan dari jalan Tol Bawen-Solo.

Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi menjelaskan rute jalan tol yang melintasi wilayah Yogyakarta belum ditentukan. Namun pastinya jalan Tol ini akan dibangun melayang di atas aliran selokan Mataram.

"Mulainya dari wilayah selokan Mataram di Kabupaten Sleman bagian barat ke Utara. Lalu bertemu dengan tol Bawen- Solo di jalan Ringroad, lalu menuju ke Sleman Timur- nyambung ke Solo," jelas Gatot di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (18/10).

Panjang tol yang melintasi DIY diperkirakan hanya 8-9 km. Gatot menambahkan Gubernur DIY mengajukan syarat pembangunan jalan Tol yakni tidak akan melewati daerah padat penduduk, daerah rawan bencana dekat Gunung Merapi dan Kawasan cagar budaya komplek Candi. "Jalan tolnya melayang mengikuti aliran selokan Mataram. Pak Gubernur minta dicari yang tidak melewati perumahan, Dekat Merapi dan sekitar Candi Prambanan," tegas Gatot.

Sementara itu anggota tim percepatan Pembangunan dan Infrastruktur DIY, Rani Sjamsinarsih menjelaskan pembangunan jalan tol ini merupakan program pemerintah pusat yang dibiayai swasta melalui skema tender. Rute jalan tol tengah disusun.

Pemerintah pusat telah mengirimkan tim survey untuk melakukan studi kelayakan dan melihat kondisi lapangan di Yogyakarta pekan lalu. Tim ini bertugas untuk mengukur Trase untuk mementukan calon lokasi dan rute jalan Tol.

Sebagai informasi trase jalan atau sumbu jalan adalah garis-garis lurus saling berhubungan yang terdapat pada peta topografi suatu muka jalan dalam perencanaan jalan baru.

"Sudah kelapangan kemarin (tim Survei). Mereka lagi membuat trase alternatif untuk kemudian dicocokkan dengan bisnis case untuk melihat kelayakan usaha," katanya Rani.

Menurut informasi yang didapatkan jalan tol layang ini akan dimulai dari selokan Mataram di daerah Karang Talun, perbatasan Yogyakarta dan Magelang Jawa Tengah. Kemudian akan menuju Timur ke arah Solo, Jawa Tengah mengikuti aliran selokan Mataram.

Sebelumnya Gubernur sekaligus Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat menolak rencana pembangunan jalan tol di wilayah Yogyakarta. Namun ia melunak dan mengizinkan pembangunan jalan tol dengan beberapa persyaratan.

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Simak berita-berita menarik lainya dari Yogyakarta dalam artikel: Pemkab Gunungkidul Bentuk Satgas Cegah Bunuh Diri

#Info Tol #Yogyakarta #Tol Bawen - Salatiga
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

ShowBiz
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Lagu ini dibalut nuansa ringan dan ceria, terinspirasi dari pengalaman berlibur di Yogyakarta
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Januari 2026
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Indonesia
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Libur panjang akhir pekan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Indonesia
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Hingga Senin (29/12) penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 3.517.528 tiket.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Indonesia
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Posisi berikutnya ditempati oleh Semarang dengan 32.962 penumpang, Surabaya sebanyak 22.846 penumpang, Purwokerto sebanyak 22.139 penumpang, dan Bandung dengan 21.186 penumpang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 27 Desember 2025
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Prabowo memerintahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyurati para bupati dan wali kota terkait dengan arahan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Indonesia
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Teramati 4 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Tradisi
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Makam Raja Imogiri atau Pajimatan Imogiri dibangun oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1554 Saka atau 1632 Masehi.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Tradisi
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Hingga kini, tradisi memakamkan raja keturunan Mataram di kompleks permakaman ini masih dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Indonesia
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Siap memberangkatkan jemaah calon haji mulai 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta
Bagikan