Jalan Surabaya, Surga bagi Para Pencinta Barang Antik di Ibu Kota Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/agung.saputrair)

JALAN Surabaya, Jakarta Pusat, pasti sangat familiar bagi para penggemar barang antik. Sepatu kulit Italia, arloji unik Swiss, hiasan lampu racikan seniman Tiongkok, hingga kacamata ala bintang rock John Lennon, lazim ditemukan di pasar tersebut. Pokoknya barang-barang lawas bisa kamu temukan di sana.

Seiring pergerakan zaman, pasar barang antik Jalan Surabaya mengalami dinamika pasang-surut. Meski kunjungan pelanggan tak seramai dua dekade lalu, para penjaja barang antik tetap setia bertahan hingga detik ini. Dikutip Antara berikut tentang pasar barang antik Jalan Surabaya.

Baca Juga: Mau Berburu Barang Antik? Ini Triknya


1. Dimulai dari penjualan alat rumah tangga

 Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/priyadhars)
Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/priyadhars)

Aktivitas pasar antik di Jalan Surabaya bermula dari konsep berjualan secara sederhana berupa deretan pedagang yang menjajakan barang-barang bekas keperluan rumah tangga.

Pada era 1970-an, para pedagang mulai memanfaatkan tenda terpal untuk memajang barang dagangan mereka. Barulah pada pertengahan era 1980-an, berdiri deretan kios semi permanen dengan konsep yang tidak jauh berbeda dengan apa yang bisa dilihat kini.

“Dulu mungkin jumlah pedagang hanya puluhan. Sekarang ada sekitar 150-an pedagang di sini dan terorganisir dengan baik,” kata pedagang lampu hias Omo.


2. Tergeser penjualan online

 Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/indigodeville)
Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/indigodeville)

Zaman kejayaan pasar tersebut terjadi pada era Presiden Soeharto hingga akhir tahun 2010. Para pejabat dan wisatawan mancanegara adalah dua jenis konsumen yang paling mendominasi pasar kala itu.

Ketika kemajuan teknologi makin memudahkan proses jual-beli secara daring. Popularitas Jalan Surabaya perlahan pun meredup dan dirasakan berkurang pengunjungnya.

Padahal sejak dulu, kualitas barang-barang di pasar tersebut tergolong jempolan. Di era jayanya, pasar di kawasan Menteng ini amat populer, baik di masyarakat umum, terlebih wisatawan asing.

Baca Juga: Tips Pengelolaan Keuangan bagi Pasangan Baru Menikah


3. Para pedagang merawat barang lawas yang mereka jual

Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/this._mustbemydream)
Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/this._mustbemydream)

Omo mengatakan, hampir semua pedagang akan memoles atau memodifikasi terlebih dahulu setiap barang dagangan yang akan diperjualbelikan. Maka, tidak heran bila sebuah lampu hias berusia lima puluhan tahun tetapi masih tetap cerlang-cemerlang.

"Barang yang dijual enggak asal lepas begitu saja. Semua dicek dulu, seberapa besar kerusakan yang ada, masih bisa diperbaiki atau tidak. Kami pasti menjelaskan kepada konsumen kalau memang ada bagian-bagian dari suatu barang yang tidak berfungsi dengan baik," katanya.


4. Sedikit tips untuk para pembeli

 Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/komarmarco)
Pasar barang antik Jalan Surabaya. (Foto: instagram.com/komarmarco)

Nah, mengacu pada tips yang diberikan para pedagang, segera buru barang incaran kamu di Jalan Surabaya pada hari Sabtu atau Minggu sore. Biasanya pada dua hari tersebut, para pedagang memberi penawaran harga sangat miring.

Selain itu, kamu bisa hemat tenaga ketika belanja di sana. Setibanya di sana, tidak perlu turun dari kendaraan, jelaskan saja barang apa yang kamu cari, lakukan tawar-menawar, sambil berharap suasana hati para pedagang sedang baik tentunya. Pastikan kamu sudah tahu apa yang kamu inginkan dan kisaran harganya. (*)

Baca Juga: Apa yang Para Pelancong Lakukan di Amsterdam?



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH