Jalan Padat, Pelaksanaan Shift Kerja Tidak Efektif Ilusrasi aktivitas warga. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pembagian jam kerja pada pekerja di Jakarta, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dinilai tidak berjalan efektif. Padahal, sesuai Pergub Nomor 51 Tahun 2020, ada pengaturan waktu untuk bekerja, yakni 50 persen bekerja dari rumah dan 50 persen di kantor. Yang 50 persen melakukan perjalanan ke kantor tersebut juga diatur 2 shift.

"Namun dari hasil analisa kami, ternyata bahwa volume lalu lintas itu sekarang mendekati, bahkan di beberapa titik pemantauan itu volumenya sudah di atas normal sebelum pandemi. Artinya bahwa pengaturan waktu, termasuk WFH selama PSBB transisi ini tidak berjalan efektif," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Bahkan, Pemprov DKI menyebut, warga sudah tidak mematuhi lagi imbauan membatasi pergerakan selama pandemi COVID-19. Kondisi ini terlihat dari meningkatat atau padatnya kendaraan di jalan-jalan Jakarta.

Baca Juga:

Polisi Usut Aliran Dana Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra

Ia menegaskan, banyak yang memanfaatkan momen ini untuk tidak mempedulikan imbauan di rumah saja. Bahkan, makin diperparah dengan mudahnya pergerakan warga keluar atau masuk ke ibu kota.

"Di sisi lain surat izin keluar masuk (SIKM) dihapus, ini menyebabkan Pemprov DKI enggak memiliki lagi instrumen pembatasan pergerakan orang," ujarnya.

pengaturan lalu lintas
Pengaturan lalu lintas. (Foto: TMC Polda Metro Jaya).

Ia berharap dengan pemberlakuan ganjil genap, volume lalu lintas dapat ditekan. Paling tidak ada lagi penumpukan di lokasi keramaian.

"Harapannya dengan pola ini volume lalu lintas turun dan paling utama adalah tidak ada penumpukan di pusat kegiatan atau tempat keramaian karena adanya pergerakan orang yang tidak penting," ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

Anak Buah Anies Jelaskan Alasan Pemberlakuan Kembali Ganjil Genap


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH