Jalan Layang MBZ Ditutup, Kemacetan Parah Terjadi di Tol Cikampek Jalan Tol Layang Mohamed bin Zayed membentang di atas Jalan Tol Ruas Jakarta-Cikampek. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

Merahputih.com - Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan antrean kendaraan yakni bus dan mobil pribadi yang terjadi di Tol Cikampek.

Kepadatan kendaraan dalam video berdurasi 14 detik itu disebut akibat ditutupnya Jalan Layang Tol Syeikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) akibat dari kebijakan penyekatan mudik Lebaran 2021.

Baca Juga:

381 Titik Penyekatan Mudik Disebar dari Sumatera sampai Bali

“Nanti saya cek kebenarannya,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Jumat (7/5).

Kepadatan itu disebabkan oleh kebijakan penutupan Tol Layang MBZ selama kebijakan mudik berlangsung. Pertimbangan penutupan akan dilakukan hingga 18 Mei mendatang.

Penutupan akan memperketat proses penyekatan larangan mudik. “Ini untuk mengefektifkan pemeriksaan di bawah. Kalau kita periksa di atas tidak ada tempat untuk diputarbalikan,” ujar Sambodo.

Penutupan Sementara Jalan Layang MBZ (Tim infografis Merahputih.com)

Dihubungi terpisah, Kasat Patroli Jalan Raya Polda Metro Jaya Kompol Akmal menambahkan, kepadatan lalu lintas akibat penyekatan mudik menjadi hal yang lumrah terjadi.

Meski begitu, pihaknya mempunyai prosedur terkait pembukaan kembali penyekatan mudik.“Itu hal wajar kendaraan melambat karena penyekatan. Kami juga punya SOP antrian panjang diloskan,” ujar Akmal.

Untuk diketahui, larangan mudik resmi berlaku mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Polisi menggelar razia dimana-mana, bagi kendaraan yang diduga membawa pemudik maka akan diminta putar balik.

Baca Juga:

H-1 Larangan Mudik, Penumpang Bandara YIA Naik 58 Persen

Polisi telah melakukan penyekatan di beberapa ruas jalan untuk mencegah pemudik melintas.

Di hari pertama larangan mudik hingga Kamis (6/5) pukul 12.00 WIB, tercatat Polda Metro Jaya sudah melakukan tindakan terhadap seribuan kendaraan pemudik yang diminta putar balik. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BPK Temukan Pemborosan Beli Masker, Ini Jawaban Wagub DKI
Indonesia
BPK Temukan Pemborosan Beli Masker, Ini Jawaban Wagub DKI

Dinas Kesehatan DKI melakukan kontrak pembelian masker tiga kali berdasarkan berita acara penyelesaian kontrak dengan total 89 ribu masker.

Soal Putusan Praperadilan Rizieq, Mabes Polri Pasrah
Indonesia
Soal Putusan Praperadilan Rizieq, Mabes Polri Pasrah

Mekanisme praperadilan merupakan hak tersangka

Pemprov DKI Pertimbangkan Tarik Rem Darurat
Indonesia
Pemprov DKI Pertimbangkan Tarik Rem Darurat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih memikirkan menarik rem darurat dan kembali ke PSBB ketat dalam meredam kasus COVID-19 yang semakin mengkhwatirkan.

Geledah Rumah Ihsan Yunus PDIP, Penyidik KPK Bawa 2 Koper
Indonesia
Geledah Rumah Ihsan Yunus PDIP, Penyidik KPK Bawa 2 Koper

Penyidik KPK membawa dua koper usai menggeledah rumah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ihsan Yunus.

Jokowi Bakal Hadiri Penutupan Peparnas XVI Papua
Indonesia
Jokowi Bakal Hadiri Penutupan Peparnas XVI Papua

Presiden Joko Widodo akan menutup secara resmi penyelenggaraan Pekan Paralimpik Nasional XVI Papua di Stadion Mandala Jayapura, 13 November mendatang.

Sebelum Tanggal 7 Mei, Polisi Tidak Halangi Warga Berangkat Mudik
Indonesia
Sebelum Tanggal 7 Mei, Polisi Tidak Halangi Warga Berangkat Mudik

Untuk mengantisipasi warga yang mudik pada 6-17 Mei, Polri telah mendirikan 333 titik penyekatan dari Lampung hingga Bali.

PON Papua Larang Pemain Liga 1 dan 2 Berebut Mendali
Olahraga
PON Papua Larang Pemain Liga 1 dan 2 Berebut Mendali

Asprov PSSI Papua sudah menerima surat dari PSSI terkait dengan regulasi untuk pemain sepak bola peserta PON XX Papua tahun 2021.

Datangi Gedung DPRD Jawa Timur, Massa Injak-Injak Bendera Israel
Indonesia
Kompolnas Minta Surat Telegram Kapolri Direvisi
Indonesia
Kompolnas Minta Surat Telegram Kapolri Direvisi

Poin yang diatur juga akan berdampak pada pihak-pihak eksternal, khususnya jurnalis

Bambang Widjojanto Sebut Polemik Demokrat Bisa Merusak Demokrasi
Indonesia
Bambang Widjojanto Sebut Polemik Demokrat Bisa Merusak Demokrasi

"Kalau dibiarkan terus-menerus, akan mengganggu proses demokrasi yang sedang berjalan," ucapnya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (21/10).