Jaksa Yakin Ronny Bugis Memiliki Peran Dalam Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Penyidik KPK Novel Baswedan selaku korban menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di PN Jakarta Utara. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

MerahPutih.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menegaskan dalil yang disebut Rahmat Kadir Mahulette hanya pelaku tunggal tidak beralasan.

Hal tersebut disampaikan Jaksa Satria Irawan menanggapi nota pembelaan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

"Dalil hanya alat Rahmat Kadir sebagai pelaku tunggal tidak beralasan dan tidak bisa diterima," kata Jaksa Satria Irawan membacakan nota replik di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (22/6).

Baca Juga

Novel Yakin Teror ke Dirinya Bukan Serangan Pribadi

Dalam dakwaan jaksa, Ronny bugis turut berperan dalam penyerangan terhadap Novel Baswedan pada 11 April 2017. Jaksa menyebut, pada 8 April 2017 Rahmat Kadir menggunakan sepeda motor Yamaha Mio GT milik Ronny Bugis untuk melakukan pengamatan di sekitar tempat tinggal Novel.

Rahmat Kadir mempelajari rute masuk dan keluar kompleks termasuk rute untuk melarikan diri setelah melakukan penyerangan terhadap Novel Baswedan. Bahkan, Rahmat juga turut mengamati semua portal termasuk pada pukul 23.00 WIB hanya ada satu portal yang dibuka sebagai akses keluar masuk komplek perumahan Novel.

Kemudian, pada 11 April 2017, terdakwa Rahmat Kadir pergi menemui Ronny Bugis di asrama Gegana Brimob Kelapa Dua Depok sambil membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dalam gelas kaleng motif loreng hijau yang terbungkus plastik warna hitam.

Rahmat Kadir meminta kepada Ronny Bugis mengantarkannya ke daerah Kelapa Gading Jakarta Utara. Kemudian, Ronny Bugis mengendarai Motor Yamaha Mio GT warna hitam merah miliknya mengantarkan Rahmat Kadir ke kediaman Novel Baswedan yang berlokasi di Jalan Deposito, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Untuk itu, jaksa meyakini kedua terdakwa Rahmat Kadir dan Ronny Bugis memiliki peran dalam melakukan penyerangan terhadap Novel. Bahkan, Ronny Bugis merupakan pelaku yang mengendarai motor saat Rahmat Kadir melihat Novel Baswedan yang baru selesai menjalani salat subuh berjamaah di masjid Al-Ikhsan.

"Terdakwa melakukan perbuatan tersebut menimbulkan ada akibat sengaja, dikategorikan bersama-sama. Ada kesatuan niat antara pelaku walau berbeda tapi ada hubungan satu dan yang lain," tegas jaksa.

Novel
Penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANTARA

Dalam nota pembelaan yang dibacakan tim kuasa hukum, Rahmat Kadir Mahulette dinilai merupakan pelaku tunggal penyerangan terhadap Novel Baswedan. Sementara, Ronny Bugis hanya sebagai alat yang dimanfaatkan Rahmat Kadir dalam melakukan tindak pidana.

"Terdakwa (Rahmat Kadir) mengakui pelaku tunggal dan perbuatan mandiri. Tanpa ada perintah atau rujukan siapapun. Ronny Bugis dipergunakan sebagai alat," kata pengacara kedua terdakwa, Widodo membacakan nota pembelaan, Senin (15/6).

Tim kuasa hukum menegaskan, niat perbuatan Rahmat tidak diketahui Ronny Bugis. Karena tidak pernah disampaikan saat hendak melakukan penyiraman.

"Telah terbukti niat terdakwa (Rahmat Kadir) tidak diketahui Ronny karena tidak pernah disampaikan bahkan pada saat kejadian penyiraman," ujar tim kuasa hukum.

Baca Juga

Novel Baswedan Sebut Pasal yang Jerat Dua Penyerangnya Janggal

Atas dasar itu, tim kuasa hukum berdalih Ronny tidak dapat dikatakan melakukan perbuatan turut serta bersama-sama dengan Rahmat, seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum pada Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Meski demikian, JPU berpegangan pada tuntutan satu tahun penjara terhadap Rahmat Kadir dan Ronny Bugis. Kedua terdakwa dituntut Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Garuda Seimbangkan Pendapatan Dari Penumpang dan Kargo
Indonesia
Garuda Seimbangkan Pendapatan Dari Penumpang dan Kargo

Penerbangan kargo atau logistik semakin membaik dibandingkan sebelum pandemi. Saat ini perusahaan semakin memfokuskan untuk ekspansi di penerbangan tersebut.

DPR Bakal Selidiki Tuntutan Ringan Dua Penyerang Novel
Indonesia
DPR Bakal Selidiki Tuntutan Ringan Dua Penyerang Novel

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyoroti tuntutan bagi para pelaku penyerang Novel Baswedan yang hanya setahun penjara.

Ucapan Puan soal Sumbar Rugikan PDIP
Indonesia
Ucapan Puan soal Sumbar Rugikan PDIP

"Jejak digital bisa digoreng di kemudian hari oleh lawan politiknya," katanya

Ini Catatan Komisi X DPR Usai Rapat dengan Anies Soal Revitalisasi TIM
Indonesia
Ini Catatan Komisi X DPR Usai Rapat dengan Anies Soal Revitalisasi TIM

Gubernur Anies Baswedan memenuhi panggilan Komisi X DPR RI terkait pembahasan pembangunan hotel dalam revitalisasi Taman Ismail Marzuki.

Antrean Ambulans di RS Darurat Wisma Atlet karena Mengantar Pasien OTG
Indonesia
Antrean Ambulans di RS Darurat Wisma Atlet karena Mengantar Pasien OTG

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (15/9) malam.

PSI Minta Pemprov DKI Buka Kanal Aduan Bantuan Sembako
Indonesia
PSI Minta Pemprov DKI Buka Kanal Aduan Bantuan Sembako

Di sisi lain bila ada masyarakat yang menemukan kesalahan dalam pemberian bantuan sosial, mereka bisa langsung melapor untuk kemudian ditindaklanjuti.

Cerita Megawati Selamatkan Prabowo ketika Tanpa Kewarganegaraan
Indonesia
Cerita Megawati Selamatkan Prabowo ketika Tanpa Kewarganegaraan

Megawati Soekarnoputri menceritakan kedekatatannya dengan Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kecewa Jokowi Naikkan Iuran BPJS, Demokrat Sindir Slogan PDIP 'Partai Wong Cilik'
Indonesia
Kecewa Jokowi Naikkan Iuran BPJS, Demokrat Sindir Slogan PDIP 'Partai Wong Cilik'

"Sekarang malah membuat rakyat merasa diteror di tengah sulitnya ekonomi!," kata Jansen

[HOAKS atau FAKTA]: Kim Jong Un Hukum Koruptor dengan Dimasukkan ke Kandang Buaya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kim Jong Un Hukum Koruptor dengan Dimasukkan ke Kandang Buaya

Pada September 2019, klaim ini sudah pernah dibuatkan artikel periksa fakta di turnbackhoax.id pada artikel berjudul “[SALAH] Narasi “Presiden Korea Utara menghukum pejabatnya yang korupsi”

Ogah Seperti Vaksin MR, Sertifikasi Halal Vaksin COVID-19 Diminta Cepat
Indonesia
Ogah Seperti Vaksin MR, Sertifikasi Halal Vaksin COVID-19 Diminta Cepat

"Produk farmasi wajib bersertifikasi halal, di samping juga untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat karena mayoritas masyarakat di Indonesia adalah umat Islam," kata Wapres.