Jaksa Tuntut Irjen Napoleon Bonaparte Hukuman 1 Tahun Bui Mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte (tengah) mengenakan baju tahanan. ANTARA FOTO/Rommy S/wpa/wsj.

MerahPutih.com - Kasus dugaan penganiyaan yang menjerat terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kace memasuki babak baru. Mantan Kadiv Hubinter Polri itu dituntut satu tahun penjara terkait kasus penganiayaan.

Jaksa penuntut umum (JPU) meyakini Napoleon bersalah baik bertindak sendiri-sendiri atau bersama-sama melukai M Kace.

Baca Juga:

Kapolri Nyatakan Segera Gelar Sidang Etik terhadap Irjen Napoleon

"Menuntut, agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara, menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan" kata jaksa Andi Jaya Aryandi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/8).

Napoleon yang juga terjerat kasus suap Djoko Tjandra ini diyakini jaksa melanggar Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

JPU, dalam amar putusannya, turut membacakan hal yang memberatkan dan meringankan.

Salah satu hal yang memberatkan alumni AKPOL 1988 itu yakni perbuatannya mengakibatkan M Kace mengalami luka.

Kemudian, hal yang memberatkan lainnya lantaran Napoleon sedang menjalani persidangan dalam kasus lain.

Baca Juga:

Polri Ungkap Alasan Belum Dilakukan Pemecatan terhadap Irjen Napoleon

Sementara itu, hal yang meringankan adalah sudah ada kesepakatan maaf antara Napoleon dan M Kace.

"Hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap kooperatif dalam persidangan, antara terdakwa dan korban sudah saling memaafkan," sambungnya.

JPU memandang, eks Kadiv Hubinter Bareskrim Polri itu terbukti melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Dalam surat dakwaannya, jaksa menyebut Irjen Napoleon Bonaparte melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, kemudian dakwaan subsider-nya, Pasal 170 ayat (1), atau Pasal 351 ayat (1) juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 351 ayat (1) KUHP.

Irjen Napoleon bersama tahanan lainnya, yaitu Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT disebut melakukan penganiayaan terhadap M Kace di dalam sel Rumah Tahanan Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021 silam. (Knu)

Baca Juga:

Irjen Napoleon Bonaparte Tinggalkan Rutan Bareskrim Polri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkominfo Prediksi MotoGP Mandalika Dorong Kunjungan Wisatawan 19 Persen
Indonesia
Menkominfo Prediksi MotoGP Mandalika Dorong Kunjungan Wisatawan 19 Persen

Kemenparekraf juga telah memberikan alternatif untuk menginap di Bali

PPKM Level 3 Nataru Batal, Warga Jangan Paksakan Berlibur
Indonesia
PPKM Level 3 Nataru Batal, Warga Jangan Paksakan Berlibur

Jangan menjustifikasi bahwa kekebalan sudah kuat dan tahan terhadap COVID-19 karena sudah divaksin.

DPR Kritik Kedatangan Ketua Komnas HAM ke Kediaman Lukas Enembe
Indonesia
DPR Kritik Kedatangan Ketua Komnas HAM ke Kediaman Lukas Enembe

Komisi III DPR RI melontarkan kritikan kepada Ketua dan Komisioner Komnas HAM saat ini yang terkesan menjalankan hal-hal yang di luar tugas pokok dan fungsinya.

Pengakuan MAH Atas Kasus Pembobolan Data oleh Bjorka
Indonesia
Pengakuan MAH Atas Kasus Pembobolan Data oleh Bjorka

MAH diamankan oleh Timsus pada Rabu (14/9) di Madiun, Jawa Timur. Dari hasil pendalaman yang dilakukan, ia diduga terlibat dengan peretas Bjorka.

Johan Budi Minta Ruang Diskusi Tetap Dibuka untuk Pasal Krusial di RKUHP
Indonesia
Johan Budi Minta Ruang Diskusi Tetap Dibuka untuk Pasal Krusial di RKUHP

Pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih perlu membuka ruang bagi publik untuk memberikan masukan dalam pembahasan beleid yang akan menjadi panduan hukum pidana di Indonesia itu.

BMKG Minta Warga di Jaksel-Jakbar Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang
Indonesia
BMKG Minta Warga di Jaksel-Jakbar Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang

BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan petir yang disertai angin kencang di dua wilayah tersebut pada Jumat (21/1).

PeduliLindungi Bakal Jadi Aplikasi Kesehatan Individu yang Terhubung Smart Watch
Indonesia
PeduliLindungi Bakal Jadi Aplikasi Kesehatan Individu yang Terhubung Smart Watch

PeduliLindungi menjadi aplikasi kesehatan individu bagi masyarakat.

Survei PSI: Masyarakat Pilih Airlangga Hartarto jika Pilpres Digelar Hari Ini
Indonesia
Survei PSI: Masyarakat Pilih Airlangga Hartarto jika Pilpres Digelar Hari Ini

Panel Survei Indonesia (PSI) merilis survei tentang kriteria kepemimpinan nasional 2024-2029 yang diinginkan masyarakat.

PKS Sarankan Pemerintah Tambah 'Jurus' Atasi Kelangkaan Minyak Goreng
Indonesia
PKS Sarankan Pemerintah Tambah 'Jurus' Atasi Kelangkaan Minyak Goreng

Pemerintah didesak meningkatkan pengawasan kepada ekspotir CPO

Suksesi KGPAA X, Ditegaskan Takhta Hak Putra Kakung Prameswari Dalem 
Indonesia
Suksesi KGPAA X, Ditegaskan Takhta Hak Putra Kakung Prameswari Dalem 

Ada tiga calon penerus Takhta Mangkunegoro Solo, yakni KRMH Roy Rahajasa Yamin, GPH Paundrakarna Jiwa, dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.