Jaksa Sebut Juliari Batubara Perintahkan Pejabat Kemensos Potong Fee Bansos Menteri Sosial Juliari P Batubara (baju hitam) saat menyerahkan bansos sembako kepada warga terdampak COVID-19. (ANTARA/HO.Humas Kemensos)

MerahPutih.com - Bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara disebut memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan fee sebesar Rp10 ribu per paket sembako bansos COVID-19. Uang itu dikumpulkan dari para perusahaan penyedia barang.

Perintah dari Juliari ini bermula ketika menunjuk Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos, Adi Wahyono sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek pengadaan bansos COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga:

Juliari Batubara Akui Kerap Sewa Pesawat Khusus untuk Kunjungan Kerja

Selanjutnya, Juliari memerintahkan Adi Wahyono untuk mengumpulkan fee ke semua perusahaan penyedia barang setelah resmi menjadi KPA.

"Setelah terdakwa menunjuk Adi Wahyono sebagai KPA, maka terdakwa memerintahkan agar Adi Wahyono mengumpulkan uang fee sebesar Rp10.000 per paket dari penyedia guna kepentingan terdakwa," kata Jaksa KPK Ikhsan Fernandi membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (21/4).

Suasana sidang saat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan kesaksian melalui "video conference" di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). (Desca Lidya Natalia)
Suasana sidang saat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan kesaksian melalui "video conference" di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). (Desca Lidya Natalia)

Selain itu, Juliari juga memerintahkan Adi Wahyono berkoordinasi dengan tim teknis menteri sosial, Kukuh Ary Wibowo, terkait pelaksanaan bansos COVID-19. Sehingga, perintah soal pengunpulan fee itu disampaikan kepada Sekjen Kemensos Hartono Laras, Dirjen Linjamsos Pepen Nazaruddin, serta PPK Kemensos Matheus Joko Santoso.

"Selain itu, Matheus Joko Santoso juga mengumpulkan uang fee operasional dari para penyedia bansos guna biaya kegiatan operasional terdakwa dan kegiatan lainnya di Kementerian Sosial," kata Jaksa.

Tak lama kemudian tepatnya Juli 2020, Juliari memerintahkan Matheus Joko Santoso melalui Kukuh Ary Wibowo untuk melaporkan realisasi pengumpulan fee.

"Atas laporan tersebut, terdakwa meminta Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso agar memaksimalkan pengumpulan uang fee dari penyedia bansos sembako untuk tahap selanjutnya," ungkap jaksa.

Baca Juga:

Stafsus Ngaku Juliari Pernah Titipkan Amplop untuk Ketua DPC PDIP Kendal

Sebelumnya Juliari didakwa menerima suap sebesar Rp32 miliar dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan bansos untuk penanganan COVID-19. Uang tersebut diterima Juliari lewat dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos COVID-19. Di antaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Demi Akses Internet Cepat, Siswa di Sidoarjo Belajar di Warkop
Indonesia
Demi Akses Internet Cepat, Siswa di Sidoarjo Belajar di Warkop

"Selain itu, kita juga bisa belajar sambil nikmati minuman dingin di sini. Apalagi kalau wifi an di sini juga gratis tanpa biaya tambahan lagi," ucap Ardian

Mahfud Perintahkan Aparat Hukum Tidak Gantung Kasus
Indonesia
Mahfud Perintahkan Aparat Hukum Tidak Gantung Kasus

"Kalau diproses ya diproses, kalau tidak ya tidak, jangan bolak-balik. Di KPK juga gitu, jangan terlalu banyak menggantung kasus dan diombang-ambingkan oleh opini," kata Mahfud.

KPK Minta Mensos Juliari Tersangka Suap Bansos COVID-19 Menyerahkan Diri
Indonesia
KPK Minta Mensos Juliari Tersangka Suap Bansos COVID-19 Menyerahkan Diri

Mensos Juliari P. Batubara sempat berjanji kooperatif dengan penyidikan KPK Sabtu (5/12) siang.

[Hoaks atau Fakta]: Anies Siap Berjihad ke Palestina
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Anies Siap Berjihad ke Palestina

Salah satu sumber foto, biem.co pada 13 Mei 2018: “Aksi Bela Al-Quds yang diselenggarakan serentak seluruh dunia pada Jumat (11/05) lalu

[Hoaks atau Fakta]: Anggota Brimob Jadi Korban Vaksin AstraZeneca
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Anggota Brimob Jadi Korban Vaksin AstraZeneca

Banyaknya anggota brimob yang hilang kesadaran dan histeris di UGD tidak benar, faktanya puluhan anggota brimob hanya mengalami meriang setelah penyuntikan vaksinasi

Merapi Siaga, BPBD Sleman Evakuasi Warga Paling Rentan ke Barak Pengungsi
Indonesia
Merapi Siaga, BPBD Sleman Evakuasi Warga Paling Rentan ke Barak Pengungsi

Berdasarkan data Pemkab Sleman ada sekitar 160 warga kelompok rentan di tiga dusun yang akan diungsikan.

Bertemu PP Persis, Kapolri Listyo Bicara Soal Keberagaman
Indonesia
Bertemu PP Persis, Kapolri Listyo Bicara Soal Keberagaman

Kapolri Sigit mengatakan, dirinya menyampaikan beragam hal terkait program kepolisian dan juga membahas soal moderasi keberagaman.

Bareskrim Polri Janji Bakal Proses Tuntas Kasus Abu Janda
Indonesia
Bareskrim Polri Janji Bakal Proses Tuntas Kasus Abu Janda

Bareskrim Polri akan kembali memeriksa Permadi Arya atau Abu Janda Kamis (2/2) lusa.

Kementerian Agama Enggan Beberkan Lokasi Rumah Sakit Tempat Fachrul Razi Dirawat
Indonesia
Kementerian Agama Enggan Beberkan Lokasi Rumah Sakit Tempat Fachrul Razi Dirawat

"Untuk lokasi rumah sakit, kami mohon pengertian saudara-saudara sekalian belum bisa kami informasikan," tegasnya

Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Pertamburan Dicopot
Indonesia
Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Pertamburan Dicopot

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mencopot Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu dan Lurah Petamburan Setiyanto