Jaksa Pinangki Gunakan Duit Suap Buat Pelesir dan Operasi Kecantikan di AS Jaksa Pinangki (Tengah). (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga membuat proposal "Action Plan" untuk membantu Djoko Tjandra mengurus fatwa di Mahkamah Agung ( MA). Proposal tersebut sudah diserahkan kepada Djoko Tjandra melalui teman dekat Pinangki sekaligus mantan politikus Partai Nasdem, Andi Irfan Jaya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menuturkan, Djoko Tjandra bersedia menyediakan imbalan berupa sejumlah uang sebesar USD 1 juta untuk PSM untuk pengurusan kepentingan perkara tersebut.

"Akan diserahkan melalui pihak swasta yaitu Andi Irfan Jaya selaku rekan dari terdakwa PSM. Hal itu sesuai dengan proposal 'Action Plan' yang dibuat oleh terdakwa PSM dan diserahkan oleh Andi Irfan Jaya kepada Joko Soegiarto Tjandra," sambungnya.

Baca Juga:

Diminta Komjak Tangani Kasus Jaksa Pinangki, Begini Respons Pimpinan KPK

Menurut Kejagung, kasus ini berawal dari pertemuan antara Pinangki, Andi Irfan, dan Anita Kolopaking, dengan Djoko Tjandra, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada November 2019.

Selanjutnya, Djoko Tjandra memerintahkan adik iparnya yaitu Herriyadi Angga Kusuma (Alm) untuk memberikan uang kepada Terdakwa PSM melalui Andi Irfan Jaya di Jakarta sebesar UD 500 Ribu sebagai pembayaran DP 50 persen dari USD 1 Juta yang dijanjikan.

Kemudian, uang tersebut pun diberikan kepada Pinangki melalui Andi Irfan Jaya di Jakarta. Anita Kolopaking pun turut kecipratan uang sebesar USD50 Ribu.

Atas perbuatan itu, maka Kejagung mempersangkakan Pinangki telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi, yakni penerimaan hadiah atau janji oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara untuk mengurus fatwa MA.

Namun, dalam perjalanannya rencana yang tertuang dalam proposal berjudul 'Action Plan' tersebut batal di tengah jalan lantaran tidak ada satupun rencana yang terlaksana.

Pembatalan itu dilakukan pada Desember 2019, dimana Djoko Tjandra memberikan catatan pada kolom notes dari Action Plan tersebut dengan tulisan tangan 'NO'. Padahal Djoko Tjandra telah memberikan DP.

Sisa uang sebesar USD450 Ribu yang ada di tangan Pinangki ditukarkan dalam valuta asing (valas) melalui supirnya, Sugiarto dan Beni Sastrawan. Uang itu pun digunakan terdakwa untuk membeli mobil BMW X5, membayar dokter kecantikan di Amerika, membayar sewa apartemen atau hotel di New York, Amerika, serta transaksi lain untuk kepentingan pribadinya. Serta pembayaran sewa Apartemen Essence Darmawangsa dan Apartemen Pakubowono Signature yang menggunakan uang tunai.

"Sehingga atas perbuatan terdakwa Pinangki tersebut patut diduga sebagai perbuatan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari Tindak Pidana Korupsi," kata Hari.

Jaksa Pinangki
Jaksa Pinangki. (Foto: Istimewa)

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melimpahkan berkas perkara dugaan penerimaan suap Pinangki Sirna Malasari ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada Kamis (17/9). Terdakwa bakal didakwa dengan dua dakwaan berbeda.

Atas perbuatannya, Jaksa Pinangki dijerat Pasal 5 ayat 2 Juncto Pasal 5 ayat (1) huruf a subsidair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Lalu, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Kemudian, Pasal 15 Juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 88 KUHP.

Subsidair Pasal 15 Juncto Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 88 KUHP. (Knu)

Baca Juga:

Adik Jaksa Pinangki Terseret Kasus Sang Kakak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satu Anggota Brimob Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB
Indonesia
Satu Anggota Brimob Gugur saat Kontak Tembak dengan KKB

Kontak tembak terjadi sekitar pukul 14.30 WIT hingga pukul 17.00 WIT

11 Jenis Kopi Indonesia Dipamerkan di KBRI Singapura
Indonesia
11 Jenis Kopi Indonesia Dipamerkan di KBRI Singapura

Acara dihadiri sekitar 30 undangan dari berbagai kalangan pencinta kopi Singapura, termasuk barista, pemilik kafe, pedagang kopi dan kalangan diplomatik.

Fraksi PDIP Nilai Jalur Sepeda di Jakarta Program Gagal
Indonesia
Fraksi PDIP Nilai Jalur Sepeda di Jakarta Program Gagal

Gilbert mengatakan hampir tidak ada orang yang menggunakan jalur sepeda sehingga anggaran sebesar Rp 62 miliar menjadi sia-sia

 Wali Kota Solo Ragukan WNI Kombatan ISIS Bisa Terima Ideologi Pancasila
Indonesia
Wali Kota Solo Ragukan WNI Kombatan ISIS Bisa Terima Ideologi Pancasila

"Saya juga dampingi eks napiter di Solo, tetapi tidak begitu parah. Masih mau diajak kembali ke NKRI. Saya juga tidak tahu berapa orang Solo yang pergi ke sana (Suriah)," kata Rudy.

12 Ribu Pekerja Pabrik di Bekasi Bakal Tes Usap COVID-19
Indonesia
12 Ribu Pekerja Pabrik di Bekasi Bakal Tes Usap COVID-19

Tes usap massal ini dilakukan mengingat 60 persen kasus positif COVID-19 di Kabupaten Bekasi berasal dari klaster sektor industri.

Bungkam Kritik Lewat Peretasan
Indonesia
Bungkam Kritik Lewat Peretasan

Pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut kasus peretasan secara transparan, akuntabel, dan jelas. Semua pelaku peretasan wajib ditangkap, diproses dengan adil.

KPK Sita Duit Rp1 Miliar dan Aneka Mata Uang Asing dari Rumah Bupati Sidoarjo
Indonesia
KPK Sita Duit Rp1 Miliar dan Aneka Mata Uang Asing dari Rumah Bupati Sidoarjo

KPK menyita uang Rp1 miliar dari penggeledahan di rumah dinas Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Saiful Ilah.

Atasi Masalah Sampah, Pemkot Jaksel Minta Warga Gabung Komunitas Peduli Lingkungan JakOne
Indonesia
Atasi Masalah Sampah, Pemkot Jaksel Minta Warga Gabung Komunitas Peduli Lingkungan JakOne

Isnawa mengaku, bila sampah menjadi salah satu permasalahan Jakarta. Volume sampah ibu kota yang mencapai 8.700 ton setiap harinya mau tidak mau dibutuhkan inovasi dan terobosan untuk menanganinya.

Yang Ingin Dilakukan Wakil Ketua KPK di Puncak Hari Antikorupsi Sedunia
Indonesia
Yang Ingin Dilakukan Wakil Ketua KPK di Puncak Hari Antikorupsi Sedunia

Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku pihaknya telah mengundang Jokowi untuk menghadiri puncak acara tersebut

 Gugus Tugas COVID-19 Apresiasi Kades dan Lurah Isolasi Mandiri Warga
Indonesia
Gugus Tugas COVID-19 Apresiasi Kades dan Lurah Isolasi Mandiri Warga

Ia meminta agar langkah pencegahan yang dilakukan sejumlah Kades dan Lurah itu bisa diikuti oleh seluruh Kades dan Lurah di seluruh Indonesia.