Headline
 Jaksa Periksa Berkas Perkara Percobaan Pembunuhan dengan Tersangka Kivlan Zen Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mukri (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menerima nerkas perkara tujuh tersangka kasus makar dan kepemilikan senjata api ilegal untuk rencana pembunuhan tokoh nasional dari penyidik Polda Metro Jaya.

Salah satunya adalah berkas Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.

Sementara berkas kedua atas nama Atnil, dan berkas ketiga atas nama tersangka H. Kurniawan alias Iwan, Azwarmi alias Armi, Irfansyah alias Ifan, dan Tajudin alias Udin.

Berkas selamjutnya atas nama tersangka Asmaizulfi alias Vivi.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan meneliti kelengkapan formil dan materiil berkas yang telah diterima dalam waktu 14 hari.

Tersangka kasus makar Kivlan Zen
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. (MP/Gomes Roberto)

Bila dinyatakan lengkap, penyidik dapat melimpahkan tersangka dan barang bukti. Namun, jika diyatakan tidak lengkap, berkas akan dikembalikan.

"Sedangkan apabila terdapat kekurangan dalam hal formil dan materiilnya, maka JPU akan mengembalikan lagi berkas-berkas tersebut dengan petunjuk untuk dilengkapi oleh penyidik," kata Mukri kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/7).

Pelaku menargetkan pembunuhan atas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan.

BACA JUGA: Amnesty Internasional: Polri Alami Kendala Dalam Mengusut Pelaku Kerusuhan 22 Mei

Pemuda Muhammadiyah Keberatan Disebut Terlibat dalam Kerusuhan 22 Mei

Adapula, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Para tersangka dikenakan Pasal 1 Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ayat (1) KUHP.(Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Menang Kasasi Cabut Izin Reklamasi Pulau H, Harapan Pengembang tinggal PK
Indonesia
Anies Menang Kasasi Cabut Izin Reklamasi Pulau H, Harapan Pengembang tinggal PK

Pengembang masih bisa melakukan upaya hukum mengajukan peninjauan kembali (PK)

Tito Setujui Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020
Indonesia
Tito Setujui Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

KPU mengusulkan tiga opsi jadwal penundaan Pilkada Serentak 2020

Mutasi COVID-19 Mulai Masuk Asia Tenggara, Diduga 10 Kali Lebih Menular
Dunia
Mutasi COVID-19 Mulai Masuk Asia Tenggara, Diduga 10 Kali Lebih Menular

Malaysia dan Filipina sudah melaporkan temuan kasus mutasi COVID-19.

Jumlah Pasien COVID-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang
Indonesia
Jumlah Pasien COVID-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang

Ratusan pasien terdiri dari 488 pasien pria dan 328 pasien wanita.

Jokowi Disindir Lebih Memperhatikan Mal Ketimbang Pasar Tradisional
Indonesia
Jokowi Disindir Lebih Memperhatikan Mal Ketimbang Pasar Tradisional

Wakil ketua umum Partai Gerindra ini membeberkan ada sekitar 140 pasar di wilayah DKI Jakarta

Pemprov DKI Tegaskan Tempat Hiburan Malam Belum Dibuka
Indonesia
Pemprov DKI Tegaskan Tempat Hiburan Malam Belum Dibuka

"Kami minta agar seluruh pengusaha memahami dan mematuhi keputusan ini," lanjutnya.

Tak Patuh Protokol Kesehatan, Hak Pilih di Pilkada Bisa Hilang?
Indonesia
Tak Patuh Protokol Kesehatan, Hak Pilih di Pilkada Bisa Hilang?

Pemilih yang telah tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan memiliki KTP elektronik merupakan syarat untuk menggunakan hak pilih.

Berikan Subsidi Karyawan, Jokowi: Reward bagi yang Rutin Bayar Jamsostek
Indonesia
Berikan Subsidi Karyawan, Jokowi: Reward bagi yang Rutin Bayar Jamsostek

Jokowi menyebut transfer akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh pekerja yang memenuhi syarat menerima bantuan ini.

MAKI Curiga Ada Kompromi di Balik Penundaan Sidang Etik Firli Bahuri
Indonesia
MAKI Curiga Ada Kompromi di Balik Penundaan Sidang Etik Firli Bahuri

Sidang ditunda hingga Rabu (23/9) karena Dewan Pengawas (Dewas) KPK harus mengikuti swab test.

Ini Kriteria Orang Mendapat Suntikan Vaksin COVID-19
Indonesia
Ini Kriteria Orang Mendapat Suntikan Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 Sinovac yang lagi diuji coba di Bandung tidak bisa sembarangan disuntik pada semua orang.