Jaksa Minta Hakim Tolak Pleidoi Djoko Tjandra Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra selaku terdakwa perkara suap kepada jaksa dan perwira tinggi Polri serta pemufakatan jahat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

MerahPutih.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menolak nota pembelaan atau pleidoi terdakwa perkara dugaan suap pengurusan Fatwa di Mahkamah Agung (MA), Djoko Tjandra.

Hal itu disampaikan JPU dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/3), dengan agenda pembacaan replik atas tanggapan pleidoi dari terdakwa atas tuntutan empat tahun penjara.

Baca Juga

Djoko Tjandra Ungkap Keterlibatan eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak

Dalam sidang, Jaksa membantah terkait perkara pertama atas pengurusan Fatwa MA yang disebut Djoko Tjandra, sebagai korban penipuan yang dilakukan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan rekannya Andi Irfan Jaya.

Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra menjadi saksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). (Antara/Desca Lidya Natalia)
Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra menjadi saksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). (Antara/Desca Lidya Natalia)

Menurut jaksa, berdasarkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi dalam persidangan terungkap kalau pertemuan antara Djoko dengan Pinangki dan Andi dilakukan dalam rangka meminta pengurusan Fatwa MA agar yang bersangkutan bebas dari jerat pidana dalam kasus hak tagih atau cassie Bank Bali.

"Terlihat jelas kesamaan kehendak yang kemudian menjadi kesepakatan antara terdakwa dengan Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan jaya. Bahkan terdakwa juga meminta untuk dibuatkan proposal agar terdakwa Djoko Tjandra mengetahui langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan dalam rangka meminta fatwa MA," kata jaksa.

Terlebih, Jaksa menyakini adanya biaya yang disetorkan oleh Djoko untuk pengurusan Fatwa MA, dengan langkah awal sebuah action plan sebagaimana permintaan Djoko bukanlah korban penipuan.

"Diwujudkan dalam action plan dengan biaya awal USD1 Juta dan terdakwa bersedia berikan DP USD500 ribu yang dibayarkan melalui Herriyadi Angga Kusuma (almarhum, selaku adik ipar Djoko Tjandra)," ujar jaksa.

"Sehingga kami berpendapat bahwa pembelaan yang menyatakan terdakwa sebagai korban penipuan sangat tidak mendasar, sehingga harus di kesampingkan," sambung dia. (Pon)

Baca Juga

Sidang Pledoi, Djoko Tjandra Merasa Ditipu Pinangki

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berkunjung ke Ragunan, Pengunjung Diminta Patuhi Syarat-syarat Ini
Indonesia
Berkunjung ke Ragunan, Pengunjung Diminta Patuhi Syarat-syarat Ini

Kepala Satuan Pelaksana Promosi Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widarsana, menjelaskan persyaratan yang harus diketahui oleh pengunjung.

Polisi Ungkap Penyerang Wakapolres Karanganyar, Eks Napi Kasus Bom Thamrin
Indonesia
Polisi Ungkap Penyerang Wakapolres Karanganyar, Eks Napi Kasus Bom Thamrin

Pelaku diketahui bernama Karyono Widodo warga Madiun, Jawa Timur.

Sejumlah Objek Wisata di Jayapura Mulai Dibuka
Indonesia
Sejumlah Objek Wisata di Jayapura Mulai Dibuka

Pembukaan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan pengunjung pun dibatasi, di tengah pandemi cirus corona.

Ini Duit Suap dan Penyuap Pejabat Pajak Angin Prayitno dan Anak Buahnya
Indonesia
Ini Duit Suap dan Penyuap Pejabat Pajak Angin Prayitno dan Anak Buahnya

Suap puluhan miliar diberikan lantaran Angin membantu mengurus pemeriksaan tahun pajak 2016.

PLN Kirim Bantuan Personil dan Alat ke Sulbar
Indonesia
PLN Kirim Bantuan Personil dan Alat ke Sulbar

Semua personil sudah disiapkan, termasuk perlengkapan dan berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan perbaikan jaringan listrik agar secepatnya bisa pulih kembali.

Ma'ruf Amin Berharap Investor Asing Kepincut Kawasan Industri Halal
Indonesia
Ma'ruf Amin Berharap Investor Asing Kepincut Kawasan Industri Halal

Kawasan industri halal harus menjadi bagian dalam ekosistem industri nasional dan global

Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo
Indonesia
Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo

Pada Jumat kemarin, penyidik juga memeriksa Mohamad Tabroni

Cuaca Buruk Pencarian Hari Kesepuluh, Tim Hanya Temukan 2 Kantong Tubuh Manusia
Indonesia
Cuaca Buruk Pencarian Hari Kesepuluh, Tim Hanya Temukan 2 Kantong Tubuh Manusia

Tim SAR gabungan pada evakuasi hari kesepuluh hanya mendapatkan sejumlah objek pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Wahyu Setiawan Siap "Bernyanyi" Soal Kasus PAW hingga Kecurangan Pemilu
Indonesia
Wahyu Setiawan Siap "Bernyanyi" Soal Kasus PAW hingga Kecurangan Pemilu

Wahyu Setiawan resmi mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

Tidak Tepat Sasaran, ASN dan Kades di Klaten Terima Bantuan Rp600 Ribu dari Kemensos
Indonesia
Tidak Tepat Sasaran, ASN dan Kades di Klaten Terima Bantuan Rp600 Ribu dari Kemensos

"Saya kaget saja tiba-tiba dapat notifikasi SMS di ponsel dapat BST Rp600.000. Sekarang dana itu sudah dikembalikan ke Dinsos Klaten," tutup Rudiyanta