Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Pinangki Pinangki Sirna Malasari saat sidang perdana di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (23/9) (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta agar menolak nota keberatan atau eksepsi Pinangki Sirna Malasari. Jaksa meyakini seluruh dakwaan terhadap Pinangki memenuhi unsur pasal suap, pencucian uang, dan pemufakatan jahat.

"Menolak eksepsi terdakwa Pinangki. Menyatakan surat dakwaan yang telah kami bacakan telah memenuhi syarat sebagaimana pasal 103," kata JPU saat membacakan tanggapan atas eksepsi Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/10).

Jaksa menyatakan, surat dakwaan telah mengurai secara lengkap rangkaian perbuatan mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung itu, termasuk mengenai keterangan waktu dan lokasi terjadinya pidana.

Baca Juga:

40 Pegawai PN Jakpus Reaktif COVID-19, Sidang Jaksa Pinangki Ditunda

Misalnya, mengenai dakwaan penerimaan suap, surat dakwaan telah menguraikan perbuatan Pinangki menerima uang sebesar USD500 ribu dari terpidana perkara pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Tjandra melalui pengusaha Andi Irfan Jaya.

Uang itu merupakan uang muka fee dari yang dijanjikan Djoko Tjandra sebesar USD1 juta terkait pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) Kejagung agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman pidana.

Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari (tengah). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari (tengah). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Selain itu, jaksa mengklaim, surat dakawaan juga telah menguraikan perbuatan Pinangki bermufakat jahat dengan Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra untuk memberi hadiah atau janji sebesar USD10 juta kepada pejabat di Kejagung dan Mahkamah Agung.

Terkait pencucian uang, Jaksa mengklaim surat dakwaan juga telah membeberkan perbuatan Pinangki menggunakan untuk menyembunyikan atau menyamarkan uang USD500 ribu yang diterimanya dari Djoko Tjandra.

Untuk itu, jaksa membantah pernyataan penasihat hukum Pinangki yang dalam eksepsinya menyebut surat dakwaan tidak cermat, jelas dan lengkap dalam menguraikan perbuatan Pinangki.

Baca Juga:

Pinangki Kembali Duduk di Kursi Pesakitan Dua Pekan Lagi

Apalagi setelah dakwaan dibacakan, Pinangki dan kuasa hukumnya mengaku telah mengerti dakwaan yang disampaikan jaksa. Bahkan, dalam eksepsinya Pinangki dan kuasa hukum tidak menyangkal pertemuan-pertemuan yang dilakukan Pinangki.

Atas dasar itu, jaksa meminta Majelis Hakim melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan pokok perkara. Jaksa berjanji akan membuktikan perbuatan Pinangki dalam proses persidangan berikutnya.

"Melanjutkan pemeriksaan terhadap Pinangki," kata Jaksa. (Pon)

Baca Juga:

Jaksa yang Tangani Perkara Pinangki Dilaporkan ke Komjak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kerugian Sementara Banjir di Kalsel Capai Rp1,3 Triliun
Indonesia
Kerugian Sementara Banjir di Kalsel Capai Rp1,3 Triliun

Citra satelit radar menunjukkan luas wilayah yang tergenang akibat banjir di Kalimantan Selatan sekitar 164.090 hektare.

15 Ribu Pendemo Penuhi Kantor Gubernur Jatim
Indonesia
15 Ribu Pendemo Penuhi Kantor Gubernur Jatim

Kembali kantor Gubernur Jawa Timur menjadi pusat berkumpul ribuan pendemo atas penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Selasa (27/10).

Kapolri Tegaskan Anggota Polisi Terlibat Narkoba Dihukum Mati
Indonesia
Kapolri Tegaskan Anggota Polisi Terlibat Narkoba Dihukum Mati

"Kalau polisinya sendiri yang kena narkoba hukumannya harus hukuman mati sebenarnya, karena dia sudah tahu," jelasnya.

Pekan Ini Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Pekan Ini Bareskrim Limpahkan Berkas Kasus Djoko Tjandra

Awi meminta publik memberi kesempatan kepada penyidik

Tak Hanya Tumpas KKB, Aparat Juga Diminta Jadi Agen Perubahan di Papua
Indonesia
Tak Hanya Tumpas KKB, Aparat Juga Diminta Jadi Agen Perubahan di Papua

Kejahatan yang dilakukan teroris di Papua dapat digolongkan kepada Kejahatan Transnasional Terorganisasi (TOC)

Ketua MPR Sudah Bertemu Tokoh Lintas Agama Soal Jozeph Paul Zhang
Indonesia
Ketua MPR Sudah Bertemu Tokoh Lintas Agama Soal Jozeph Paul Zhang

Bambang Soesatyo meminta aparat Kepolisian segera menindak tegas terduga penistaan agama dan Nabi Muhammad SAW, Jozeph Paul Zhang.

Sidik Jari Pelaku Pembunuhan Editor Metro TV 'Hilang' di TKP
Indonesia
Sidik Jari Pelaku Pembunuhan Editor Metro TV 'Hilang' di TKP

Polisi belum menemukan adanya sidik jari pada pisau yang diduga digunakan untuk membunuh Yodi itu.

Pesan Natal Jokowi: Pandemi Memberi Banyak Pelajaran
Indonesia
Pesan Natal Jokowi: Pandemi Memberi Banyak Pelajaran

"Pandemi telah mengubah banyak hal dan memberi banyak pelajaran," tegasnya.

Pemprov DKI Raih Opini WTP 3 Kali Berturut-turut
Indonesia
Pemprov DKI Raih Opini WTP 3 Kali Berturut-turut

Pemprov DKI mendapatkan opini WTP selama dua tahun yakni 2017 dan 2018

Pertanyakan Kasus Rizieq Shihab, Pelapor Datangi Polda Metro Jaya
Indonesia
Pertanyakan Kasus Rizieq Shihab, Pelapor Datangi Polda Metro Jaya

Pengacara dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestius menuturkan, pihaknya bakal mendatangi Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan kasus yang dilaporkan.