Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Djoko Tjandra Djoko Tjandra (tengah) di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

MerahPutih.com - Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) untuk menolak nota keberatan atau eksepsi terdakwa kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. Jaksa menyebut dakwaan terhadap Djoko Tjandra sudah teliti dan cermat.

"Menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Joko Soegiarto alias Joko Chan bin Tjandra Kusuma," kata jaksa Yeni Trimulyani di PN Jaktim, Jumat (23/10).

Jaksa menekankan, tidak ada yang salah dalam penulisan nama Djoko Tjandra. Sebab, identitas terpidana kasus hak tagih Bank Bali itu telah dituliskan secara rinci.

Baca Juga:

Kronologi Kajari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra Versi Kejagung

"Bahwa kami tidak sependapat dengan penasehat hukum terdakwa, justru identitas yang kami tuliskan dalam surat dakwaan kami merupakan ketelitian dan kecermatan kami dalam melihat identitas dari terdakwa," tegas jaksa Yeni.

Djoko Soegiarto Tjandra (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Seni. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Djoko Soegiarto Tjandra (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Seni. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Hal ini, kata jaksa, dikarenakan penulisan bin pada nama terdakwa menambah keyakinan dan kejelasan bahwa yang dihadirkan di persidangan adalah benar Joko Soegiarto Tjandra alias Joko Soegiarto alias Joe Chan yang merupakan anak dari Tjandra Kusuma (sebagaimana BAP Terdakwa).

"Bukan Joko Soegiarto Tjandra alias Joko Soegiarto alias Joe Chan yang lain," jelasnya.

Baca Juga:

Kejagung Klarifikasi Lokasi Kejari Jaksel Jamu Dua Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

Karenanya, jaksa meminta majelis hakim untuk melanjutkan sidang perkara surat jalan palsu dengan terdakwa Djoko Tjandra pada sidang pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi. Namun, jika majelis hakim mempunyai pendapat lain, pihaknya memohon ada putusan yang benar-benar adil.

"Melanjutkan pemeriksaan perkara pidana atas nama terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Joko Soegiarto alias Joko Chan bin Tjandra Kusuma. Apabila majelis hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya," kata Yeni. (Pon)

Baca Juga:

Komjak Bakal Panggil Kajari Jaksel Imbas Jamu 2 Jenderal Tersangka Kasus Djoko Tjandra

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kriteria UMKM di UU Cipta Kerja Diprotes Pengusaha
Indonesia
Kriteria UMKM di UU Cipta Kerja Diprotes Pengusaha

Esensi UU Cipta Kerja pada pokoknya untuk membuat playing field yang gampang, sederhana, dan kondusif bagi seseorang agar bisa menciptakan lapangan kerja bagi angkatan kerja yang terus tumbuh besar.

Temui Donald Trump, Luhut Singgung Hasil Pilpres AS
Indonesia
Temui Donald Trump, Luhut Singgung Hasil Pilpres AS

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menemui Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pimpinan Komisi III Tegaskan Tak Ada Alasan Lagi untuk Sidang Online Kasus Rizieq
Indonesia
Status Bebas Bersyarat John Kei Penuhi Syarat untuk Dicabut
Indonesia
Status Bebas Bersyarat John Kei Penuhi Syarat untuk Dicabut

Dari posel anak buah John Kei, ditemukan bukti komunikasi berupa perintah untuk melakukan penganiayaan.

Demo Tolak Penetapan RUU Cipta Kerja, Polisi Sekat Buruh di Tangerang
Foto
Demo Tolak Penetapan RUU Cipta Kerja, Polisi Sekat Buruh di Tangerang

Aparat Kepolisian dan personil Brimob POLRI melakukan penyekatan kepada massa buruh yang ingin melakukan unjuk rasa menolak penetapan RUU Cipta Kerja oleh DPR di perbatasan Kota Tangerang dengan Kabupaten Tangerang, Banten

Corona Disebut Rekayasa Manusia, Doni Monardo: Ini Malaikat Pencabut Nyawa
Indonesia
Corona Disebut Rekayasa Manusia, Doni Monardo: Ini Malaikat Pencabut Nyawa

COVID-19 murni virus yang menyebar dan berbahaya bagi manusia.

Temui KSAD Andika Perkasa, Kapolri Listyo Tekankan Soliditas dengan TNI
Indonesia
Temui KSAD Andika Perkasa, Kapolri Listyo Tekankan Soliditas dengan TNI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

53 Ribu Orang Telah Dapat Vaksin COVID-19 di Jakarta
Indonesia
53 Ribu Orang Telah Dapat Vaksin COVID-19 di Jakarta

"Dalam prosesnya sudah mencapai 53 ribu," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria

Abu Bakar Baasyir Sudah Keluar Penjara Gunung Sindur
Indonesia
Abu Bakar Baasyir Sudah Keluar Penjara Gunung Sindur

Pembebasan Baasyir itu dipastikan telah sesuai prosedur. Baasyir telah menjalani vonis 15 tahun dikurangi remisi sebanyak 55 bulan.