Jaksa Ajukan Kasasi, Pengacara Jerinx Ingatkan Hukum Bukan Buat Pembalasan Jerinx dan pengacara. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara I Gede Aryastina alias Jerinx bakal mengajukan ksasi atas putusan Pengadilan Tinggi Denpasar No 72/Pid.Sus/2020/PT DPS tanggal 14 Januari 2021 yang menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan penjara terhadap I Gede Aryastina alias Jerinx. Dasar mengajukan kasasi akan disampaikan Kejaksaan ketika memori kasasi diajukan yaitu 14 hari sejak menyatakan kasasi.

Baca Juga:

Kejati Bali Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan Jerinx

Menanggapi pengajuan kasasi oleh JPU, Pengacara Jerinx, I Wayan Suardana alias Gendo, mengatakan, akan melakukan kasasi karena sejatinya Jerinx tidak pantas dipidana dan yang pantas adalah Jerinx bebas. Jaksa dinilainya, melakukan disparitas tuntutan yang lebar antara beberapa kasus. Untuk kasus yang merusak sistem hukum karena menyuap pejabat penegak hukum dituntut lebih ringan dari Jerinx.

"Jerinx yang sejatinya melakukan kritik agar nyawa ibu hamil dan bayinya tidak dipertaruhkan karena sebuah sistem 'rapid test' (tes cepat) malah dituntut tinggi," katanya. Ia menilai, jaksa seharusnya bisa lebih bijak melihat putusan majelis hakim banding. Hal itu karena pertimbangan hukum majelis hakim banding dalam menilai memori banding jaksa senyatanya berdasarkan satu prinsip hukum yaitu penjatuhan pidana bukanlah untuk pembalasan.

Kejaksaan Tinggi Bali meningkatkan kewaspadaan setelah didatangi massa yang diduga tidak terima karena jaksa penuntut umum yang menangani kasus terdakwa I Gede Aryastina alias Jerinx mengajukan kasasi.

Jerinx. (Foto: Antara)
Jerinx. (Foto: Jerinx)

"Kami anggap ini sebagai bentuk solidaritas dari sahabat terdakwa I Gede Aryastina alias Jerinx namun prihatin dengan bentuk solidaritas yang dilakukan ini," kata Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali A. Luga Harlianto saat dikonfirmasi melalui telepon di Denpasar, Kamis (4/2) dikutip Antara.

Sekitar pukul 12.00 Wita, sekitar 10 pemuda mendatangi Kejati Bali, kemudian ada lima orang mendekati gerbang Kantor Kejati Bali dan memasang spanduk bertuliskan "Jaksa Bebal! Ngotot ingin penjarakan Jerinx". Ia mengatakan, Jaksa yang menjalankan tugas sebagai JPU dalam perkara ini secara profesional.

"Tidak ada sama sekali ada makna pembalasan dari proses pidana yang dijalankan. Mari kita serahkan kepada pengadilan atau MA untuk mengadili secara objektif," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

PSI Nilai Jerinx Sudah Tepat Diganjar Pakai UU ITE

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI AL Tangkap Kapal Tanker MT Strovolos Pencuri Minyak Kamboja
Indonesia
TNI AL Tangkap Kapal Tanker MT Strovolos Pencuri Minyak Kamboja

Kapal itu memuat minyak mentah 297.686,518 Gross BBLS yang berlayar dari Thailand menuju Batam dengan tidak mengaktifkan AIS.

Adik Kandung Gus Dur, Lily Chodijah Wahid Tutup Usia
Indonesia
Adik Kandung Gus Dur, Lily Chodijah Wahid Tutup Usia

Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Lily Chodidjah Wahid alias Lily Wahid adik kandung dari Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur meninggal dunia.

KSAD Dudung Dituding Atur Pengadaan Alutsista, TNI AD Buka Suara
Indonesia
KSAD Dudung Dituding Atur Pengadaan Alutsista, TNI AD Buka Suara

TNI AD buka suara soal tudingan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan pengaturan pengadaan proyek alutsista atau alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia.

Kompolnas: Narasi Densus 88 Harus Dibubarkan dari Kelompok Terorisme dan Radikal
Indonesia
Kompolnas: Narasi Densus 88 Harus Dibubarkan dari Kelompok Terorisme dan Radikal

Dalam wawancara dengan para narapidana terorisme, mereka menganggap Polisi itu 'thogut'

Pemerintah Belum Temukan Virus Corona Varian Mu di Indonesia
Indonesia
Pemerintah Belum Temukan Virus Corona Varian Mu di Indonesia

Semakin lama pandemi berlangsung dan kasus berkembang, virus akan terus melakukan mutasi dan modifikasi.

Menakar Peluang Capres Berlatar Belakang TNI di 2024
Indonesia
Menakar Peluang Capres Berlatar Belakang TNI di 2024

Peluang sejumlah jenderal TNI dan purnawirawan di Pilpres 2024 dinilai tak sekuat sebelumnya.

Penyidik Nonaktif Sebut Harun Masiku di Indonesia, Ini Jawaban KPK
Indonesia
Penyidik Nonaktif Sebut Harun Masiku di Indonesia, Ini Jawaban KPK

"KPK masih terus bekerja serius mencari keberadaannya baik di dalam maupun di luar negeri," kata Ali dalam keterangan , Senin (6/9).

Operasi Patuh Jaya 2021 Mulai Digelar Hari Ini, Catat Lokasi-lokasinya
Indonesia
Operasi Patuh Jaya 2021 Mulai Digelar Hari Ini, Catat Lokasi-lokasinya

Apel Operasi Patuh Jaya sendiri dilakukan untuk mengetahui kekuatan personel serta sarana dan prasarana yang dimiliki

Puan dan Luhut Bertemu, Hasto: Big Data 110 Juta Sudah Enggak Perlu Dibahas
Indonesia
Puan dan Luhut Bertemu, Hasto: Big Data 110 Juta Sudah Enggak Perlu Dibahas

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin menekankan dirinya bersama Presiden RI Joko Widodo fokus menjalankan tugas hingga 2024 sesuai mandat.

Strategi Bank DKI Berikan Dukungan untuk UMKM
Indonesia
Strategi Bank DKI Berikan Dukungan untuk UMKM

Oleh karena itu, salah satu BUMD DKI Jakarta ini melakukan berbagai strategi, salah satunya dengan mengembangkan informasi teknologi (IT) sebagai upaya mendorong digitalisasi perbankan.