Jaksa Agung Sebut Ada 2.000 Kasus Diselesaikan dengan Restorative Justice Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan keterangan saat penetapan tersangka mafia minyak goreng di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (19/4/2022). ANTARA FOTO/HO-Puspen Kejagung/wpa/nym

MerahPutih.com - Penyelesaian perkara melalui restorative justice kini diutamakan lembaga penegak hukum.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengungkapkan ribuan kasus tindak pidana telah diselesaikan penanganannya dengan mekanisme restorative justice.

Baca Juga:

Jaksa Agung Ajak Media Awasi Kinerja Anggotanya

Hal ini sejak diterbitkannya Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Sudah 2 ribuan (kasus pidana diselesaikan dengan restorative justice),” ujar Burhanuddin yang dikutip, Minggu (20/11).

Burhanuddin menegaskan penanganan secara restorative justice bukan dengan tujuan utama meningkatkan pemasukan dari penanganan perkara atau mengurangi para terpidana masuk penjara.

Menurutnya, restorative justice bertujuan agar asas-asas penegakan hukum benar-benar diterapkan, yakni asas keadilan, kepastian dan kemanfaatan.

“Tujuan kami tidak semata-mata untuk mengurangi isi lembaga pemasyarakatan, tetapi kita jawab kepada masyarakat bahwa hukum itu tidak tumpul ke atas, tajam ke bawah,” katanya.

Baca Juga:

Jaksa Agung Indikasikan Dua Perkara Ferdy Sambo Digabung Satu Dakwaan

Dia mengatakan dalam penanganan kasus secara restorative justice, pihaknya tidak mendikotomikan antara kasus receh dengan kasus besar.

Ia menilai restorative justice untuk mencegah orang yang tidak layak masuk penjara agar tak dibui.

“Kita tidak menyebutnya receh, tetapi ada ketimpangan khusus untuk orang-orang yang harusnya tidak masuk penjara, (tetapi justru) ini masuk,” tuturnya.

Burhanuddin mengatakan pihaknya telah membentuk 53 satuan tugas (satgas) untuk mengawasi pelaksanaan mekanisme restorative justice di seluruh daerah di Indonesia.

Keberadaan mereka untuk mencegah jaksa-jaksa nakal memanfaatkan penanganan kasus dengan restorative justice untuk mendapatkan uang atau mencari keuntungan.

“Itu yang kami bentuk dalam rangka jangan sampai terjadi dan jangan sampai disalahgunakan,” pungkas Burhanuddin. (Knu)

Baca Juga:

Negara Rugi Rp 1,4 Triliun, Jaksa Agung Peringatkan Anak Buahnya Sikat Mafia Tanah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mudik Diperbolehkan, Antusiasme Warga di Jakarta Dapat Vaksin Booster Meningkat
Indonesia
Mudik Diperbolehkan, Antusiasme Warga di Jakarta Dapat Vaksin Booster Meningkat

Polda Metro Jaya menargetkan mampu memberikan vaksin dosis ketiga atau penguat (booster) sebanyak 143.000 dosis per hari.

[HOAKS Atau FAKTA]: Kurma Muda Ampuh Bantu Proses Kehamilan
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Kurma Muda Ampuh Bantu Proses Kehamilan

Hingga kini belum ada penelitian yang memvalidasi manfaat kurma yang bisa mempercepat kehamilan pada manusia.

Unicorn Singapura Besar Karena Pasar Indonesia
Indonesia
Unicorn Singapura Besar Karena Pasar Indonesia

Indonesia berpotensi menambah hingga lima perusahaan rintisan capai unicorn baru di tahun 2023.

[HOAKS atau FAKTA]: Tanaman Genjer Bisa Turunkan Kadar Gula Darah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tanaman Genjer Bisa Turunkan Kadar Gula Darah

Saran kesehatan ini menganjurkan untuk meminum air rebusan genjer tiap pagi dan menjelang tidur selama 3 hari berturut-turut.

Ketua DPRD DKI Ralat Pernyataannya Soal Anies Tak Boleh Lantik Eselon II
Indonesia
Ketua DPRD DKI Ralat Pernyataannya Soal Anies Tak Boleh Lantik Eselon II

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi meralat pernyataannya kemarin, bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak boleh melantik Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II di sisa masa jabatan karena menyalahi aturan.

Perang Rusia-Ukraina Jadi Alasan Tunda Pemilu 2024 Dinilai Mengada-ada
Indonesia
Perang Rusia-Ukraina Jadi Alasan Tunda Pemilu 2024 Dinilai Mengada-ada

Menurut Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas Feri Amsari, alasan penundaan pemilu terlalu dipaksakan.

Respons Anies Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia
Indonesia
Respons Anies Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Situs IQ Air Index merilis kualitas udara DKI Jakarta tercatat sebagai urutan pertama terburuk di dunia, Senin (20/6).

Anies Perbolehkan Warga Jakarta Bangun Rumah 4 Lantai
Indonesia
Anies Perbolehkan Warga Jakarta Bangun Rumah 4 Lantai

Masyarakat DKI Jakarta sudah diperbolehkan untuk membangun rumah hingga empat lantai.

Anies Sebut JIS Siap Gelar Salat Idul Fitri
Indonesia
Anies Sebut JIS Siap Gelar Salat Idul Fitri

“Jakarta International Stadium siap menyambut jemaah salat Idul Fitri pada 1 Syawal nanti,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam video yang diunggah akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, Kamis (28/4).

MA Tolak Kasasi Jaksa, 2 Polisi Terdakwa Kasus KM 50 Tetap Bebas
Indonesia
MA Tolak Kasasi Jaksa, 2 Polisi Terdakwa Kasus KM 50 Tetap Bebas

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara dugaan tindak pidana pembunuhan di KM 50 tersebut.