Jaksa Agung Minta Pelanggar PSBB Ditindak Tegas Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin (Ant)

MerahPutih.Com - Jaksa Agung ST Burhanuddin menminta pemerintah menindak tegas para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, sejauh ini penerapan PSBB dilakukan dengan tiga hari sosialisasi dan dilanjutkan dengan upaya preventif atau langkah pencegahan.

"Masukan dari saya adalah, tiga hari sosilisasi, tiga hari kemudian adalah preventif dan ke depannya di hari ketujuh adalah represif," kata Burhanuddin dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (8/5).

Baca Juga:

Badai PHK dan Polemik Kartu Prakerja di Tengah Pandemi COVID-19

Burhanudin menilai, tindakan tegas diperlukan setelah melihat kondisi saat ini di mana objek yang diperika lebih "galak" dibandingkan petugas yang melakukan pemeriksaan. Menurutnya kondisi ini mengkhawatirkan sehingga diperlukan adanya langkah penindakan.

Jaksa Agung ST Burhanuddin ancam tindak tegas para pelanggar PSBB
Jaksa Agung ST Burhanuddin ancam tindak tegas para pelanggar PSBB (Foto: antaranews)

"Untuk itu tadi saya memberikan masukan, lakukan tibdakan represif. Bayangin aja, seperti yang kami lihat di Bogor, lebih galak objek yang diperiksa dari pada pemeriksanya dan ini tidak sehat," ujarnya.

Burhanuddin menyarankan agar para pelanggar dalat dilakukan penilangan atau dengan tindakan tegas yang bisa membuat efek jera. Sehingga batas waktunya tidak lama untuk dibawa ke persidangan.

"Tapi ini memang butuh evaluasi," imbuhnya.

Baca Juga:

Eks Bos Garuda Indonesia Emirsyah Satar Divonis 8 Tahun Penjara

Selain itu, lanjut Burhanuddin, Kejaksaan Agung pun turut melakukan kajian terkait harga alat kesehatan khususnya yang menyangkut dengan penanganan COVID-19. Kejaksaan Agung menargetkan adanya upaya revolusi dalam pengadaan alat kesehatan ini.

"Semoga bisa cepat dan bisa disampaikan kepada departemen kesehatan, supaya ada revolusi dalam pengadaan alkes ini," tutupnya.(Pon)

Baca Juga:

196 Masjid Masih Adakan Salat Tarawih, Kemenag Solo: Sebaiknya Beribadah di Rumah Saja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jakarta Nyatakan Siap Siaga Hadapi Banjir
Indonesia
Jakarta Nyatakan Siap Siaga Hadapi Banjir

"Jakarta sendiri kita tau lokasinya ada di dataran rendah dialiri 13 sungai dari pegunungan dan pada saat musim hujan kita akan berhadapan dengan 3 front pada saat bersamaan," kata Anies.

Alasan Keamanan, Massa Tidak Bisa Demo Depan Kedubes Prancis
Indonesia
Alasan Keamanan, Massa Tidak Bisa Demo Depan Kedubes Prancis

Presiden Joko Widodo dengan didampingi para pemuka agama tanah air, telah mengecam pernyataan Presiden Prancis. Selain itu, Presiden Prancis telah meluruskan penyataanya.

Update Kasus Corona DKI Jumat (18/9): 60.875 Positif, 1.535 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Jumat (18/9): 60.875 Positif, 1.535 Orang Meninggal Dunia

Penambahan kasus positif perhari sebanyak 1.403 jiwa dalam sehari.

Inovasi Universitas Dibutuhkan Untuk Penanggulangan COVID-19
Indonesia
Inovasi Universitas Dibutuhkan Untuk Penanggulangan COVID-19

Mahasiswa dapat membantu menggerakkan masyarakat untuk perubahan perilaku sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru, menerapkan protokol kesehatan.

Akademisi: FPI dan Rizieq Bukan Ancaman terhadap Keutuhan Bangsa
Indonesia
Akademisi: FPI dan Rizieq Bukan Ancaman terhadap Keutuhan Bangsa

Ahmad Atang mengatakan bahwa Front Pembela Isilan (FPI) dan Habib Rizieq Shihab bukan merupakan ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Bawaslu Akui Paslon Jarang Kampanye Daring, Kebanyakan Masih Tatap Muka
Indonesia
Bawaslu Akui Paslon Jarang Kampanye Daring, Kebanyakan Masih Tatap Muka

Kampanye yang biasanya identik dengan pengumpulan massa menjadi sulit dilakukan

Bikin Rusuh, 14 Mahasiswa Ditangkap Polisi Saat Peringatan Hari HAM
Indonesia
Bikin Rusuh, 14 Mahasiswa Ditangkap Polisi Saat Peringatan Hari HAM

Setelah diamankan, 14 orang tersebut di data oleh pihak kepolisian

Komnas HAM Sebut Penerapan PSBB Perlu Dibenahi
Indonesia
Komnas HAM Sebut Penerapan PSBB Perlu Dibenahi

Dorongan tersebut berawal dari catatan Komnas HAM terhadap tata kelola moda angkutan darat yang masif di tengah penerapan PSBB.

Update Corona DKI Rabu (10/6): 8.423 Positif, 3.517 Orang Sembuh
Indonesia
Update Corona DKI Rabu (10/6): 8.423 Positif, 3.517 Orang Sembuh

"Dari 8.423 orang positif, 3.517 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 551 orang meninggal dunia," kata Widyastuti

TNI Waspadai Orang yang Mengaku Jadi Korban Penyerangan Polsek Ciracas
Indonesia
TNI Waspadai Orang yang Mengaku Jadi Korban Penyerangan Polsek Ciracas

Dudung tak menutup kemungkinan adanya korban lain yang meninggalkan lokasi kejadian