Jaksa Agung Larang Terdakwa Mendadak Pakai Atribut Keagamaan saat Sidang Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan keterangan saat penetapan tersangka mafia minyak goreng di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (19/4/2022). ANTARA FOTO/HO-Puspen Kejagung/wpa/nym

MerahPutih.com - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengeluarkan larangan terdakwa memakai atribut keagamaan yang sebelumnya tak pernah dipakai digunakan saat persidangan.

Kebijakan tersebut bertujuan agar tidak ada pemikiran di tengah masyarakat bahwa atribut keagamaan digunakan oleh pelaku kejahatan pada saat tertentu saja.

Baca Juga

Kejagung Cari Aset Tersangka Dugaan Korupsi Ekspor Minyak Goreng

"Imbauan itu sudah disampaikan dalam acara halal bihalal kemarin. Untuk mempertegas nanti akan dibuatkan surat edaran ke kejaksaan seluruh Indonesia," ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana kepada wartawan, Selasa (17/5).

Pelarangan penggunaan atribut keagamaan ini diputuskan setelah Jaksa Agung mencermati sejumlah terdakwa yang terlihat memakai peci atau hijab ketika mengikuti persidangan.

Menurut Ketut, tindakan para terdakwa memakai atribut keagamaan ketika mengikuti proses hukum tak bisa dibenarkan. Ia mengaku akan menetapkan ketentuan berpakaian para terdakwa.

"Seolah-olah alim pada saat disidangkan, kami nanti samakan semua. Yang penting berpakaian sopan di depan persidangan," jelas dia.

Baca Juga

Kejagung Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO

Ketut mengatakan imbauan itu sebelumnya juga sudah sering disampaikan Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin ke jajarannya.

Ia berharap, imbauan itu dapat dilaksanakan oleh seluruh jaksa di jajaran Kejaksaan.

Sehingga, lanjutnya, tidak lagi ada jaksa yang membawa terdakwa menghadiri persidangan dengan memakai atribut keagamaan tertentu yang biasanya tidak dipakai oleh terdakwa itu.

"Kalau imbauan ya harus dilaksanakan," ujarnya. (Knu)

Baca Juga

Kejagung Sita Tiga Tanah Terkait Kasus Korupsi PT Taspen di Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Timsus Ungkap Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J Banyak yang Hilang dan Rusak
Indonesia
Timsus Ungkap Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J Banyak yang Hilang dan Rusak

Salah satu anggota tim khusus (timsus) Polri yakni Agus Sariful Hidayat jadi saksi sidang perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir J.

Politisi PPP Beberkan 3 Sosok Capres Terkuat Koalisi Indonesia Bersatu
Indonesia
Politisi PPP Beberkan 3 Sosok Capres Terkuat Koalisi Indonesia Bersatu

Arsul Sani membeberkan tiga tiga nama terkuat yang saat ini digadang-gadang akan menjadi capres dari Koalisi Indonesia Bersatu

Survei LSI: Ganjar Duduki Peringkat Teratas Elektabilitas Capres 2024
Indonesia
Survei LSI: Ganjar Duduki Peringkat Teratas Elektabilitas Capres 2024

Elektabilitas Ganjar Pranowo masih tertinggi dalam temuan sejumlah lembaga survei, termasuk Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dalam rilis survei terbaru LSI, elektabilitas Ganjar masih di atas Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Komisi I DPR Dorong Kasus Peretasan Awak Redaksi Narasi Diusut Tuntas
Indonesia
Komisi I DPR Dorong Kasus Peretasan Awak Redaksi Narasi Diusut Tuntas

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus peretasan terhadap awak redaksi Narasi tersebut.

Saksi Ungkap Perputaran Uang PT Duta Palma Group Hanya Digunakan untuk Usaha
Indonesia
Saksi Ungkap Perputaran Uang PT Duta Palma Group Hanya Digunakan untuk Usaha

Pada kesaksiannya, Karenina mengungkapkan perputaran uang antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya di PT Duta Palma Group.

WNI Jadi Korban Berondong Peluru di Texas AS, Jenazah Akan Dibawa ke Jateng
Indonesia
WNI Jadi Korban Berondong Peluru di Texas AS, Jenazah Akan Dibawa ke Jateng

Dilansir NBC News, penembakan itu dilakukan saat pelaku berkendara mobil, sekitar pukul 13.30 waktu setempat, di rumah di San Antonio, oleh 2 orang remaja.

BNPB akan Kembalikan Wisma Atlet ke Kementerian PUPR Jika 6 Bulan tidak Ada Kasus COVID-19
Indonesia
BNPB akan Kembalikan Wisma Atlet ke Kementerian PUPR Jika 6 Bulan tidak Ada Kasus COVID-19

"Nanti kalau enam bulan sudah kurang akan dikembalikan lagi ke Kementerian PUPR, yang lainnya sudah kembali tinggal satu ini," ujar Suharyanto

Menkes Siapkan Aplikasi PeduliLindungi dalam 13 Bahasa
Indonesia
Menkes Siapkan Aplikasi PeduliLindungi dalam 13 Bahasa

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan aplikasi PeduliLindungi yang tersedia dalam 13 bahasa.

Sahroni Dukung Tilang Manual Diberlakukan Kembali Imbas Disiplin Pengendara Menurun
Indonesia
Sahroni Dukung Tilang Manual Diberlakukan Kembali Imbas Disiplin Pengendara Menurun

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni merespons rencana Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Santyabudi yang mempertimbangkan penerapan kembali tilang manual.

Pemprov DKI Gelar Perayaan Tahun Baru di TMII dan Bundaran HI
Indonesia
Pemprov DKI Gelar Perayaan Tahun Baru di TMII dan Bundaran HI

Biasanya setiap kota menyelenggarakan perayaan tahun baru, dengan sejumlah pesta hiburan untuk membahagiakan warganya. Salah satunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.