Jaksa Agung Indikasikan Dua Perkara Ferdy Sambo Digabung Satu Dakwaan Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan keterangan saat penetapan tersangka mafia minyak goreng di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (19/4/2022). ANTARA FOTO/HO-Puspen Kejagung/wpa/nym

MerahPutih.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyiapkan upaya hukum usai menerima berkas perkara pembunuhan berencana Brigadir J.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan kasus pembunuhan dengan tersangka Ferdy Sambo ini merupakan perkara biasa dan tidak ada yang spesifik. Hanya memang pelakunya yang membedakannya.

Baca Juga:

Mahfud MD Minta Masyarakat Kawal Proses Persidangan Ferdy Sambo Cs

"Perkara ini biasa saja. Tidak ada yang spesifik. Cuma bedanya hanya pelakunya. Akhirnya menjadi hal yang spesial dan menjadi sorotan masyarakat," ungkapnya yang dikutip, Kamis (29/8).

Burhanuddin menjelaskan, saat ini dua berkas perkara tindak pidana yang menjerat mantan Kadiv Propam Polri itu memungkinkan untuk digabungkan menjadi satu dakwaan. Dua perkara itu ialah dugaan pembunuhan dan perintangan penyidikan.

"Memungkinkan dalam KUHAP. Kita mengarah ke situ. Yang jelas, kita sudah siapkan untuk kasus perkara F,” ucapnya.

Baca Juga:

Novel Baswedan Kecewa Febri-Rasamala jadi Kuasa Hukum Putri dan Ferdy Sambo

Kejagung telah mempersiapkan puluhan jaksa untuk menangani perkara kasus itu. "Kami persiapan sudah matang. Sudah disiapkan 30 jaksa untuk kasus ini," ujar Burhanuddin.

Adapun Brigadir J tewas di rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta, 8 Juli 2022. Brigadir J tewas ditembak oleh Bharada E atau Richard Eliezer atas perintah Ferdy Sambo.

Polri telah menetapkan Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Putri Candrawathi, serta Bripka RR atau Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.

Atas perbuatan mereka, kelima tersangka itu dijerat pasal pembunuhan berencana yang termaktub dalam Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman seumur hidup dan hukuman mati. (Knu)

Baca Juga:

Bela Istri Ferdy Sambo, Febri Diansyah Ngaku Diskusi dengan 5 Ahli Hukum

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
NasDem Minta Pemerintah Gerak Cepat Respons Kasus Hepatitis Akut
Indonesia
NasDem Minta Pemerintah Gerak Cepat Respons Kasus Hepatitis Akut

Pemerintah diminta bertindak cepat dalam merespons persoalan kasus hepatitis akut yang diduga telah menyerang sejumlah anak. Respons cepat dibutuhkan untuk memberi ketenangan kepada masyarakat dan menjadi tindakan preventif atas munculnya penyakit tersebut.

Munas V INTI Digelar 18-19 Desember, Bersinergi Membentuk Indonesia Tangguh
Indonesia
Munas V INTI Digelar 18-19 Desember, Bersinergi Membentuk Indonesia Tangguh

Agenda kedua adalah pemilihan Ketua Umum INTI dan pengurus untuk masa jabatan 2022-2025.

Bluebird Tatap 50 Tahun Beroperasi Dengan Berikan Diskon Selama 50 Hari
Indonesia
Bluebird Tatap 50 Tahun Beroperasi Dengan Berikan Diskon Selama 50 Hari

Pada 2021 lalu, perusahaan ini, berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,2 triliun, tumbuh hampir 8,5 persen dibandingkan tahun 2020,

BPBD DKI Beri Tips Rumah Aman saat Ditinggal Mudik Lebaran
Indonesia
BPBD DKI Beri Tips Rumah Aman saat Ditinggal Mudik Lebaran

BPBD mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik untuk senantiasa memastikan keamanan rumahnya selama ditinggal mudik ke kampung halaman.

Militer Tiongkok Kecam Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan
Indonesia
Militer Tiongkok Kecam Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan

Tiongkok mendapati kapal perang Amerika Serikat berlayar di Selat Taiwan. Militer Tiongkok mengecam sebuah kapal perang AS berlayar melalui Selat Taiwan dan mengatakan misi "sengaja" semacam itu dapat merusak perdamaian dan stabilitas.

Undang Nidji ke JIS, Anies Sebut Suara Vokalis Baru Tak Ada Sumbang-sumbangnya
Indonesia
Undang Nidji ke JIS, Anies Sebut Suara Vokalis Baru Tak Ada Sumbang-sumbangnya

Nidji sedang check sound di JIS dengan menyanyikan sejumlah lagu yakni Hapus Aku, Arti Sahabat, dan Laskar Pelangi.

Warga Manggarai Barat Tolak Tiket Rp 3,75 Juta ke Pulau Komodo
Indonesia
Warga Manggarai Barat Tolak Tiket Rp 3,75 Juta ke Pulau Komodo

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menaikkan tarif masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Padar menjadi sebesar Rp 3,75 juta.

Bensin Naik, Warga Takut Harga Kebutuhan Pokok Melejit
Indonesia
Bensin Naik, Warga Takut Harga Kebutuhan Pokok Melejit

Harga bahan bakar minyak naik lebih dari dua ribu rupiah. Padahal pada presiden sebelum Jokowi kenaikan paling tinggi Rp 600 per liter.

KPK Usut Potongan Dana Para ASN Yang Dilakukan Rahmat Effendi
Indonesia
KPK Usut Potongan Dana Para ASN Yang Dilakukan Rahmat Effendi

Uang tersebut diduga dipergunakan untuk operasional Rahmat Effendi yang dikelola oleh Mulyadi yang pada saat dilakukan tangkap tangan tersisa uang sejumlah Rp 600 juta

Enam Warga Isoman Meninggal, Pemda DIY Tingkatkan Pengawasan
Indonesia
Enam Warga Isoman Meninggal, Pemda DIY Tingkatkan Pengawasan

Sebanyak enam pasien COVID-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri meninggal dunia.