Jakob Oetama di Mata Jokowi, Sosok Kritis tapi Santun Pemimpin harian umum Kompas Jakob Oetama di Bentara Budaya, Jakarta, Kamis (5/8/2004). (ANTARA FOTO/Str-Frans/wsj.)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama sebagai tokoh pers yang punya daya kritis tinggi.

"Turut berduka cita atas kepergian Bapak Jakob Oetama, tokoh pers, pendiri dan pemimpin Harian Kompas, hari ini di usia 88 tahun," kata Jokowi, seperti dilihat dalam akun Twitter resminya, Rabu (9/9).

Baca Juga:

Tokoh Pers Pendiri Kompas Jakob Oetama Meninggal Dunia

"Almarhum seorang jurnalis sejati, punya daya kritis tinggi, yang disampaikan dengan bahasa halus dan santun," tuturnya.

"Saya sungguh-sungguh merasa kehilangan atas kepergian Bapak Jakob Oetama, hari ini, Rabu 9 September 2020. Almarhum bukan sekadar seorang tokoh pers, pendiri dan pemimpin surat kabar Harian Kompas atau Kelompok Kompas Gramedia, tapi adalah tokoh bangsa ini," paparnya.

Jokowi mengingat Jakob tokoh yang memiliki semangat juang dan senang tiasa memiliki pandangan yang bernuansa kemanusiaan.

"Ia selalu menyampaikan pandangan dan kritiknya itu dalam bahasa yang halus dan santun. Selamat jalan Pak Jakob Oetama. Terima kasih untuk warisan kebajikan dan jasa almarhum untuk dunia pers dan bangsa ini. Semoga segala amal pengabdian almarhum mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT, dan segenap keluarga yang ditinggalkannya tetap kuat dan tabah," ucap Jokowi.

Jakob meninggal dunia pukul 13.05 WIB siang tadi setelah kritis sejak dua pekan terakhir.

"Telah meninggal dunia pendiri Kompas Gramedia, Pak Jakob Oetama," demikian pernyataan dari Kompas TV.

Rencananya, jenazah Jakob akan disemayamkan di tempat perisitirahatan terakhir Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada esok hari.

"Jenazah akan dibawa ke tempat persemayaman di Gedung Kompas Gramedia, disitu Pak Jakob akan menerima penghormatan terakhir, sebelum dimakamkan di taman makam pahlawan Kalibata, Jakarta," demikian pernyataan tersebut.

Baca Juga:

Mabes Polri Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Jakob Oetama

Ia merupakan jurnalis senior Indonesia yang dikenal sebagai pendiri dan pemilik Kompas Gramedia Group.

Pria kelahiran 27 September 1931 ini mengawali kariernya sebagai jurnalis dengan menjadi redaktur di majalah mingguan Penabur pada 1956.

Pada 1963, ia menerbitkan majalah Intisari bersama rekannya sesama jurnalis PK Ojong. Dua tahun kemudian, mereka mendirikan Harian Kompas pada 28 Juni 1965. (Knu)

Baca Juga:

Jakob Oetama Wafat, Pers Indonesia Kehilangan Tokoh Terbaik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tingkat Keterisian RS COVID-19 di DKI Capai 79 Persen
Indonesia
Tingkat Keterisian RS COVID-19 di DKI Capai 79 Persen

Keterpakaian tempat tidur rawat inap dan ruang ICU di 98 RS Rujukan COVID-19 di Jakarta terjadi peningkatan selama sebulan terakhir.

Penderita Corona Terus Melonjak, Anak Buah Anies Dinilai Kurang Tegas
Indonesia
Penderita Corona Terus Melonjak, Anak Buah Anies Dinilai Kurang Tegas

Angka penularan virus corona mencetak rekor baru dengan penambahan 256 kasus baru.

Syarat Subsidi Pekerja Swasta Rp600 Ribu Sebulan Wajib Rutin Bayar BPJS
Indonesia
Syarat Subsidi Pekerja Swasta Rp600 Ribu Sebulan Wajib Rutin Bayar BPJS

Harus pekerja yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp150 ribu per bulan

Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Sudah Periksa Lebih dari 100 Saksi
Indonesia
Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Sudah Periksa Lebih dari 100 Saksi

Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan telah terbakar pada Sabtu (22/8)

Ada Potensi 'Wabah Ganda', Anak-Anak Diminta Segera Imunisasi
Indonesia
Ada Potensi 'Wabah Ganda', Anak-Anak Diminta Segera Imunisasi

Dalam konteks saat ini, imunisasi secara lengkap pada anak dapat meningkatkan kekebalan tubuh

Ridwan Kamil dan Anies Salat Subuh Bareng, Bercerita Soal Pangan
Indonesia
Ridwan Kamil dan Anies Salat Subuh Bareng, Bercerita Soal Pangan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Agung Sumedang.

Datangi DPR, Muhammadiyah Pastikan Tolak Seluruh Draf RUU Cipta Kerja
Indonesia
Datangi DPR, Muhammadiyah Pastikan Tolak Seluruh Draf RUU Cipta Kerja

Draf tersebut hasil rekomendasi Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Forum Dekan Fakultas Hukum dan Sekolah Tinggi Hukum Muhammadiyah se-lndonesia.

Pimpinan DPR Tegaskan Perlunya Revisi PKPU untuk Dorong Cakada Jadi Influencer
Indonesia
Pimpinan DPR Tegaskan Perlunya Revisi PKPU untuk Dorong Cakada Jadi Influencer

Cakada harus menjadi garda depan dalam mempromosikan akan kenormalan baru

Istana Pastikan Kunker Jokowi ke Jawa Timur Patuh Protokol Kesehatan
Indonesia
Istana Pastikan Kunker Jokowi ke Jawa Timur Patuh Protokol Kesehatan

Kapasitas pesawat kepresidenan yang digunakan selama kunjungan kerja juga dibatasi

Wakil Ketua KPK: Menteri Edhy Prabowo Ditangkap Bersama Keluarga
Indonesia
Wakil Ketua KPK: Menteri Edhy Prabowo Ditangkap Bersama Keluarga

Edhy ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 01.23.