Jakarta Siaga 1, Mengapa Tak Ada Penjagaan Ketat di Balai Kota Petugas keamanan internal Balai Kota. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Rentetan bom yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, sejak Minggu (13/5) sampai pagi tadi membuat Polda Metro Jaya menetapkan status siaga 1 di Jakarta.

Penetapan status siaga 1 tidak membuat Balaikota dijaga ketat aparat kepolisian. Hal ini terlihat di pintu masuk kompleks Balai Kota DKI Jakarta, kantor Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies baswedan-Sandiaga Uno.

Terlihat dari pintu masuk kompleks Balai kota hanya petugas keamanan berbaju safati yang menjaga. Mereka hanya memeriksa sebagian dari pengunjung yang masuk ke Balai Kota dengan menggunakan alat bantu metal detektor.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan orang yang dikenal oleh petugas melewati pintu masuk tidak ada pemeriksaan yang ketat. Mereka hanya menegur sapa saja.

Suasana di Balai Kota Jakarta, Senin (14/5). Foto: MP/Asropih

Begitu juga dengan kendaraan roda empat, mobil itu masuk ke kantor Gubernur hanya diperiksa oleh petugas dengan alat metal detektor. Mereka tak mengecek bagian dalam mobil maupun bagian bawah mesin mobil.

Bahkan, di Pendopo Balai Kota Jakarta, tempat para tamu dan pengunjung warga Jakarta melapor tidak ada penjagaan yang ketat dari anggota kepolisian. Penjagaan terlihat seperti biasanya, hanya penjagaan dari pegawai Pemprov DKI Jakarta berpakaian dinas harian.

Ketika ditanya wartawan kenapa kompleks Balai Kota DKI tak ada penjagaan ketat oleh anggota polisi pasca Polda Metro menetapkan status siaga 1. Mereka tidak menjawab pertanyaan hal tersebut.

Petugas Keamanan Balai Kota Jakarta. Foto: MP/Asropih

Balai Kota DKI Jakarta diketahui ada 3 pintu luas untuk masuk dan keluarnya kendaraan dan penggunjung, bahkan pegawai Pemprov DKI. Namun di 2 pintu penjagaan lain pun tak ada penjagaan ketat dari anggota polisi. Pengunjung dan pegawai bebas berlalu lalang keluar atau masuk Balai Kota DKI. (Asp)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH