Jakarta Pusat Kasus Aktif Corona Paling Tinggi di Indonesia dengan Angka 2.213 Tangkapan layar Youtube anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Kasus corona di ibu kota terus mengalami peningkatan signifikan dari hari ke hari. Administrasi Kota Jakarta Pusat menjadi daerah yang memiliki kasus aktif terbanyak di Indonesia.

Hal itu diungkap oleh anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah melalui YouTube resmi BNPB. Menurut Dwi, peningkatan kasus di Jakpus itu menjadi pekerjaan bersama Pemprov DKI dan masyarakat.

Baca Juga:

Komisi A DPRD Beri Catatan Anies untuk Perketat Protokol Mal

"Jakarta Pusat masih juaranya. Kecuali Kepulauan Seribu, kelima kota masih masuk, tapi yang lain juga jangan lupa ini masih PR kita," ucap Dwi.

Dwi menyampaikan ada sembilan kabupaten atau kota di Indonesia yang memiliki lebih dari 1 ribu kasus aktif virus corona. Salah satunya Jakarta Pusat dengan memiliki angka 2.213 kasus aktif.

Penyemprotan disinfektan di lokasi Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020) (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan)
Penyemprotan disinfektan di lokasi Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020) (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan)

Setelah Jakpus disusul oleh Jakarta Utara dengan jumlah kasus aktif sebanyak 1.775, lalu Jakarta Selatan 1.309 kasus aktif, Jakarta Timur 1.305 kasus, dan Jakarta Barat 1.268.

Kemudian di luar DKI meliputi kota Semarang ada sebanyak 1.681 kasus aktif Makassar 1.511, Medan 1.377 kasus aktif serta Surabaya 1.283.

Baca Juga:

Bantuan Rp2,4 Juta Bagi Pekerja Harus Tepat Sasaran

Dewi menuturkan, jumlah kasus aktif adalah total pasien positif COVID-19 yang masih dalam perawatan atau isolasi mandiri, tidak termasuk pasien sembuh dan meninggal.

Dewi mengatakan, perlunya perhatian yang ekstra dari seluruh pihak dengan tetap menaati protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan wabah corona, terlebih mobilitas warga di sembilan kota besar tersebut terbilang tinggi.

"Agar tidak terjadi penularan, jangan sampai bertambah kasus aktifnya," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Pandemi COVID-19, Perjalanan Dinas Dominasi Penerbangan

Kredit : asropihs


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH