Jakarta PSBB Transisi, Penumpang MRT Perlahan Meroket MRT Jakarta. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Merahputih.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyebutkan jumlah penumpang yang menggunakan moda raya terpadu atau mass rapid transit (MRT) tumbuh hingga 18 persen selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. 3 bulan pertama saat diberlakukannya PSBB sejak Maret, penumpang MRT hanya tersisa 3 persen.

"Begitu PSBB transisi diterapkan, mulai naik dan sekarang sudah ada di kisaran 17-18 persen. Kami berharap pada bulan depan mencapai 30 persen," kata William dikutip Antara, Sabtu (20/6).

Baca Juga:

Pemprov DKI Ubah Jam Operasional MRT, LRT, dan TransJakarta

Dengan masih diterapkannya jaga jarak aman physical distancing di dalam transportasi umum, kata dia, MRT hanya mampu memaksimalkan peningkatan jumlah penumpang hingga 60 persen.

Meski demikian, banyaknya jumlah penumpang bukan menjadi tujuan utama dalam konsep bisnis MRT saat ini. Pelayanan yang maksimal atau service excellence menjadi komitmen yang harus dipertahankan MRT, khususnya menjamin ketepatan waktu (on time performance) pada penumpang.

Masyarakat mengikuti fase uji coba publik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 1 dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, (23/3/2019). PT MRT Jakarta telah membuka kesempatan kepada masyarakat mengikuti fase uji coba publik mulai 12-24 Maret 2019 . Hingga hari ke-11 penyelenggaraan uji coba, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga kuota tiket yang disiapkan sebanyak sekitar 400 ribu hingga tanggal 23 Maret 2019 telah habis dipesan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Masyarakat mengikuti fase uji coba publik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 1 dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, (23/3/2019). PT MRT Jakarta telah membuka kesempatan kepada masyarakat mengikuti fase uji coba publik mulai 12-24 Maret 2019 . Hingga hari ke-11 penyelenggaraan uji coba, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga kuota tiket yang disiapkan sebanyak sekitar 400 ribu hingga tanggal 23 Maret 2019 telah habis dipesan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Pada masa PSBB transisi ini, dimanfaatkan oleh MRT Jakarta sebagai tahap pemulihan dengan protokol baru yang diterapkan sebagai gaya hidup baru.

"Kami memperkenalkan sebuah protokol BANGKIT, singkatan dari Bersih, Aman, Nyaman, Go Green, Kolaborasi, Inovasi, dan Tata Kelola yang Baik. This is the new life style yang dijual korporasi transportasi sekarang ini," jelas William.

Baca Juga:

Pemprov DKI Ubah Jam Operasional MRT, LRT, dan TransJakarta

Willian menekankan bahwa aspek kesehatan, kenyamanan dan ramah lingkungan atau go green yang seharusnya diutamakan oleh perusahaan berbasis transportasi saat ini.

Dengan gaya hidup sehat, sebagaimana dikutip Antara, seperti banyak warga Jakarta yang kini lebih sering bersepeda dan berjalan kaki, MRT berupaya untuk mengintegrasikan moda transportasi rendah emisi secara kolaboratif dengan perusahaan transportasi lain. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH