Jakarta PSBB Total, Nasib Ojek Online Selamat Ojek Online, (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total mulai 14 sampai 25 September 2020. Alasan penerapan PSBB kembali karena adanya peningkatan kasus selama 12 hari pertama bulan September.

"Kami merasa perlu untuk melakukan pengetatan agar pergerakan pertambahan kasus di Jakarta, bisa terkendali," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Minggu (13/9).

Penerapan PSBB pengetatan mengacu pada Pergub Nomor 88 tahun 2020 terkait perubahan Pergub Nomor 33 tahun 2020 tentang PSBB. Pergub Nomor 88 tahun 2020 diterbitkan tanggal 13 September 2020.

Baca Juga:

Jakarta Tutup Sejumlah Tempat Wisata

Pada dasarnya, prosedur PSBB pengetatan masih sama dengan PSBB sebelumnya yang berlaku mulai 10 April hingga 4 Juni 2020. Bedanya, PSBB pengetatan adalah kegiatan mulai dibatasi dibanding PSBB transisi.

Ia menjelaskan, ojek online (Ojol) boleh mengangkut penumpang dan barang saat PSBB Senin (14/9). Namun, ojek diwajibkan menjaga protokol kesehatan. Aturan ini berbeda saat PSBB jilid pertama, dimana ojek online dilarang angkut penumpang.

"Motor berbasis aplikasi diperbolehkan untuk mengangkut barang dan penumpang, dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, dan detail aturan ini akan disusun SK Kepala Dinas Perhubungan," kata Anies.

Bus Way
Ilustrasi TransJakarta. (Foto: Transjakarta).

Tak hanya itu, angkutan umum juga dibatasi maksimal 50 persen dan frekuensinya dipersingkat serya kapasitas penumpang kendaraan pribadi juga dibatasi hanya boleh mengangkut maksimal satu baris mobil diisi 2 orang.

"Adapun kendaraan pribadi hanya boleh diisi maksimal 2 orang per baris kursi, kecuali bila kendaraan pribadi mengangkut keluarga yang berdomisili satu rumah. Tapi bila tidak satu domisili, maka harus mengikuti ketentuan maksimal 2 orang per baris," jelas Anies.

Selain itu, Anies juga meniadakan ganjil genap selama PSBB total. Belum diketahui sampai kapan Pemprov meniadakan ganjil genap.

"Kebijakan ganjil genap ditiadakan selama PSBB," ujar Anies. (Knu)

Baca Juga:

Anies Resmi Berlakukan PSBB Total Jilid 2, Ini Aturannya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tagar 2024ErickRI1 Trending di Twitter, Ada Apa?
Indonesia
Tagar 2024ErickRI1 Trending di Twitter, Ada Apa?

Menariknya dalam unggahan mereka juga ditonjolkan betapa Erick Thohir digambarkan sosok mewakili milenial muslim yang dekat dengan ulama.

Bareskrim Terbitkan SPDP, Sudah Ada Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung?
Indonesia
Bareskrim Terbitkan SPDP, Sudah Ada Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung?

Hari ini tim penyidik gabungan Polri kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung memeriksa 12 saksi

Menteri Agama Ingatkan Momen Ramadan Tak Jadi Ajang Pelanggaran Prokes
Indonesia
Menteri Agama Ingatkan Momen Ramadan Tak Jadi Ajang Pelanggaran Prokes

Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1442H jatuh pada 13 April 2021.

Hari Ini Kapolda Metro Bakal Dimintai Keterangan Soal Penembakan Laskar FPI
Indonesia
Hari Ini Kapolda Metro Bakal Dimintai Keterangan Soal Penembakan Laskar FPI

Komnas HAM akan meminta keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Direktur Utama PT Jasa Marga pada Senin (14/12).

Polisi Masih Cari Senpi yang Digunakan Anak Buah John Kei
Indonesia
Polisi Masih Cari Senpi yang Digunakan Anak Buah John Kei

Bukan tidak mungkin tiga anak buah John Kei yang hingga kini masih buron ternyata juga punya senpi

WHO: Anak 12 Tahun ke Atas Harus Gunakan Masker seperti Orang Dewasa
Dunia
WHO: Anak 12 Tahun ke Atas Harus Gunakan Masker seperti Orang Dewasa

Sedangkan anak usia 6 - 11 tahun harus menggunakan masker dengan prosedur berbasis risiko.

[HOAKS atau FAKTA]: Handphone Bisa Disadap Aparat Melalui Nomor IMEI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Handphone Bisa Disadap Aparat Melalui Nomor IMEI

Beredar kembali informasi lama tentang ponsel dapat disadap polisi melalui nomor IMEI.

Irjen Napoleon Kenakan Batik di Sidang Perdana Perkara Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Irjen Napoleon Kenakan Batik di Sidang Perdana Perkara Red Notice Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Bonaparte menghadiri sidang perdana kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11).

[HOAKS atau FAKTA] Vaksin COVID-19 Berbahaya Buat Perempuan Haid
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Vaksin COVID-19 Berbahaya Buat Perempuan Haid

Sebuah akun Facebook yang berasal dari India membagikan postingan terkait imbauan untuk tidak vaksinasi bagi perempuan sebelum dan setelah 5 hari menstruasi.

Pede Jadi Ketum, Moeldoko Sebut Prajurit TNI Sejati Tak Mudah Diprovokasi
Berita
Pede Jadi Ketum, Moeldoko Sebut Prajurit TNI Sejati Tak Mudah Diprovokasi

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko buka suara ihwal tudingan soal keterlibatannya dalam kisruh Partai Demokrat.