Jakarta PSBB, Depok Masih Terapkan Jam Malam Sampai Akhir September RS Darurat Wisma Atlet. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional hingga 29 September 2020. PSBB proporsional ini mencakup penegakan protokol kesehatan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan, kebijakan tersebut dijalankan sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang perpanjangan kelima pemberlakuan PSBB secara proporsional di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek).

Pemerintah kota baru akan membahas kebijakan lanjutan setelah masa penerapan PSBB proporsional berakhir pada 29 September.

Baca Juga:

Pertambahan Kasus COVID-19 di Jakarta Pesat, Rumah Sakit Terancam Penuh

"Hari ini kami juga akan melakukan rapat bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah," katanya.

Dadang menjelaskan, Pemerintah Kota Depok masih membatasi aktivitas warga di luar rumah dalam upaya menekan risiko penularan COVID-19. Pembatasan aktivitas tersebut mencakup pembatasan jam operasional langsung di toko, rumah makan, kafe, minimarket, supermarket, dan mal sampai dengan pukul 18.00 WIB.

Protokol Kesehatan Depok
Operasi Protokol Kesehatan di Depok. (Foto: Antara).

Selain itu, pembatasan jam operasional jasa layanan antar sampai pukul 21.00 WIB, dan pembatasan aktivitas warga di luar rumah hingga pukul 20.00 WIB. Pemberlakuan aturan jam malam dari upaya Pemerintah Kota Depok untuk mengendalikan penularan COVID-19.

"Selain menerapkan ketentuan itu, pemerintah kota mengoptimalkan peran Kampung Siaga COVID-19 dalam mendata dan mengawasi pendatang," ujarnya dikutip Kantor Berita Antara.

Baca Juga:

Tak Ada SIKM, Penumpang Menuju Jakarta Wajib Tunjukkan Surat Bebas COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Karyawan Meninggal Terpapar COVID-19, Puskesmas Gajahan Solo Lockdown
Indonesia
Karyawan Meninggal Terpapar COVID-19, Puskesmas Gajahan Solo Lockdown

Penutupan sementara diberlakukan setelah satu pegawai bagian administrasi meninggal terpapar COVID-19, Minggu (27/12).

Mayoritas Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas Berpangkat Tamtama
Indonesia
Mayoritas Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas Berpangkat Tamtama

Para tamtama yang bertugas melayani orang proses pembinaannya berjalan kurang maksimal.

Ma'ruf Amin Minta Reformasi Birokrasi Polri Dikebut
Indonesia
Ma'ruf Amin Minta Reformasi Birokrasi Polri Dikebut

Polri juga diharapkan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi

Hoaks Pencurian Minimarket Hingga Begal Meroket Saat PSBB
Indonesia
Masuk ke Sejumlah Orang, Dugaan Aliran Suap untuk Jaksa Pinangki Terus Diusut
Indonesia
Masuk ke Sejumlah Orang, Dugaan Aliran Suap untuk Jaksa Pinangki Terus Diusut

Pidsus Kejagung terus menelusuri aliran dana dugaan kasus suap Djoko Tjandra dengan oknum jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Jokowi Puji Warga Indonesia Keturunan Tionghoa
Indonesia
Jokowi Puji Warga Indonesia Keturunan Tionghoa

Jokowi sempat meminta peraih medali emas bulutangkis tunggal putri di Olimpiade Barcelona, Susi Susanti untuk naik ke podium

Khawatir Corona, Said Didu Mangkir Panggilan Polisi atas Dugaan Penghinaan Luhut
Indonesia
Khawatir Corona, Said Didu Mangkir Panggilan Polisi atas Dugaan Penghinaan Luhut

Said tak menghadiri pemeriksaan karena mengaku mengikuti anjuran pembatasan sosial.

Pengelola Barbershop Diperingatkan Batasi Kontak Fisik dan Jam Operasional
Indonesia
Pengelola Barbershop Diperingatkan Batasi Kontak Fisik dan Jam Operasional

Pengelola salon dianjurkan untuk hanya menerima pelanggan yang sudah reservasi.

 Jika Persoalan Banjir Jakarta Dibawa ke Ranah Politik, Anies Bakal Untung
Indonesia
Jika Persoalan Banjir Jakarta Dibawa ke Ranah Politik, Anies Bakal Untung

"Dinamika internal di DPRD juga tidak seragam, butuh energi ekstra agar Pansus Banjir bisa mengarah ke impeachment," ujar Pangi.

5.447 Penduduk Sentani Jalani Rapid Test, 251 Reaktif
Indonesia
5.447 Penduduk Sentani Jalani Rapid Test, 251 Reaktif

Tim survailans mengadakan rapid test di beberapa tempat.