Jakarta Larang Odong-Odong, Ini Penjelasan Dishub DKI Odong-odong yang beroperasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan Pemprov DKI melarang wahana odong-odong beroperasi di jalan raya Ibu Kota.

Namun sambung Syafrin, kendaraan untuk hiburan anak-anak itu boleh mengais rezeki di kampung-kampung Jakarta.

Baca Juga:

Hujan Diprediksi Guyur Jakarta Sore dan Malam Ini

"Ya silakan karena itu menjadi wisata kampung, yang kita dorong itu," kata Syafrin di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (27/10).

Syafrin menjelaskan, odong-odong dilarang mengaspal di jalan raya lantaran tak memenuhi persyaratan teknis. Hal itu juga sesuai dengan peraturan pemerintah maupun pemerintah daerah.

Jalan raya di Jakarta. ( Foto: Antara )
Jalan raya di Jakarta. ( Foto: Antara )

"Jadi begini, odong-odong, kan sesuai UU 22 Tahun 2009, kemudian PP 55, PP 74, kemudian Perda 5 Tahun 2014, itu tidak diperbolehkan. Dalam UU 12, tiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana yang ditetapkan," ucapnya.

Syafrin mengaku, pihaknya sejak Agustus 2019 lalu telah melakukan sosialisasi kepada para pemilik odong-odong untuk tidak beroperasi di jalan raya Jakarta.

Baca Juga:

Anies akan Tambah Armada TransJakarta Bus Berbasis Listrik

"Dan setelah lebih kurang dua bulan kemarin kita lakukan sosialisasi, kita inventarisasi, nah sekarang sudah masuk dalam tahapan penegakan hukum," jelasnya.

Odong odong (/)
Odong-odong. (Foto: Antara)

Dengan begitu, lanjut Syafrin, bila ada odong-odong yang masih membandel beroperasi di jalan raya untuk dilakukan pemberhentian operasi. Ia pun mengaku bahwa di wilayah Jakarta Timur pihaknya sudah melaksanakan penghentian dua odong-odong yang mengaspal di jalan raya. (Asp)

Baca Juga:

Batik Air Buka Penerbangan Baru Jakarta-Timika


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH